Sejak Steam Machine dirilis lebih dari sebulan yang lalu, Valve terus menerus mengeluarkan pembaruan SteamOS hampir setiap minggu. Dalam pembaruan terkini, perusahaan ini menambahkan dukungan awal untuk gamepad di salah satu PC gaming portable terkuat di pasaran.
Meskipun Valve belum sepenuhnya mendukung handheld buatan pihak ketiga, catatan pembaruan menunjukkan adanya “dukungan yang ditingkatkan” untuk handheld MSI Claw, termasuk “dukungan gamepad awal” untuk Claw 8 EX AI+, Ayaneo Pocket S2, dan Konkr Fit. Dukungan untuk Claw 8 EX AI+ ini tentu keren, walaupun tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, perangkat ini adalah handheld x86, sama seperti Steam Deck dan semua handheld lain yang mendukung OS gaming Valve saat ini. Tapi, dua handheld lainnya yang disebutkan di sini sangat menarik.
Valve sudah bekerja keras untuk menghadirkan dukungan SteamOS di platform ARM. Contohnya, Steam Frame yang akan menjalankan OS ini menggunakan Snapdragon 8 Gen 3. Namun, jika Konkr Fit dan Ayaneo Pocket S2 mendapatkan dukungan SteamOS penuh, keduanya bakal jadi handheld Android pertama yang menjajal OS ini.
Bicara soal MSI, sebagian besar handheld mereka menggunakan prosesor dan grafik dari Intel, bukan AMD. Sejak Valve mengonfirmasi bahwa mereka sedang menggarap dukungan untuk chipset lain saat Steam Machine dirilis, dukungan awal ini menunjukkan bahwa usaha itu mulai membuahkan hasil. Saat ini, MSI Claw 8 EX AI+ adalah handheld paling powerful dari produsen mainstream. Satu-satunya hal yang menghambat saat di-review adalah Windows, dan jika SteamOS bisa berjalan di perangkat ini, bisa jadi salah satu handheld terbaik di pasaran. Tinggal menunggu waktu saja sebelum SteamOS mendapatkan dukungan yang lebih luas.
Valve memang menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan dukungan ini. Ketika Steam Machine dirilis, FAQ konsol tersebut menegaskan bahwa pengguna bisa menginstal SteamOS di hardware mereka sendiri jika tidak bisa mendapatkan Steam Machine. Walaupun Valve menyadari bahwa saat itu OS ini hanya berfungsi di hardware AMD, mereka juga “bekerja untuk memperluas dukungan di masa depan.” Sekarang, sedikit lebih dari sebulan kemudian, nampaknya semua usaha itu mulai membuahkan hasil.
Tak peduli apakah kamu berminat membeli Steam Machine atau tidak—meski mini gaming PC/konsole ini menimbulkan kontroversi—Valve sepertinya memang fokus untuk memperluas SteamOS. Dan, dukungan untuk platform Intel dan ARM pastinya akan sangat membantu, tetapi tetap ada satu masalah besar: Nvidia.
Semua orang tahu bahwa kartu grafis Nvidia menguasai sebagian besar gaming PC saat ini, dan kurangnya dukungan SteamOS untuk Nvidia adalah hambatan serius bagi misi Valve. Berdasarkan survei perangkat keras Steam terbaru, 72% gaming PC menggunakan grafik Nvidia. Jadi, hingga dukungan Nvidia dirilis untuk SteamOS, ruang pertumbuhan untuk OS ini sangat terbatas. Meski ada cara untuk menjalankan Linux di rig bertenaga Nvidia, cara itu lebih rumit dibandingkan hanya memasang SteamOS di rig AMD, biasanya harus menggunakan distro lain, seperti Bazzite (yang luar biasa, btw).
Valve sempat menyebutkan dalam wawancara dengan The Verge bahwa dukungan untuk Nvidia akan datang di masa depan, dan semoga itu benar. Namun, sampai kita mendapatkan catatan pembaruan dari Valve yang menyatakan dukungan untuk GPU Tim Hijau, kita harus bersabar. Begitu dukungan tersebut ada, rasanya tidak akan ada banyak alasan untuk tetap menggunakan Windows 11 sama sekali.
Opini Kita
Kita harus terus pantau perkembangan ini, karena sepertinya bakalan seru banget kalau SteamOS bisa makin meluas dukungannya ke semua jenis hardware. Dengan adanya dukungan untuk handheld lain, ini bakal ngerubah cara kita bermain game mobile. Semoga Valve bisa cepat merealisasikan dukungan untuk Nvidia, karena itu bakal merubah banyak hal di dunia gaming!

