Belakangan ini, wacana tentang box office film Supergirl mengundang perhatian banyak pihak. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah genre film superhero sedang mengalami masa suram, apalagi dengan banyaknya film komik yang baru-baru ini mengalami ketidakberhasilan. Perdana menteri baik Spider-Man: Brand New Day maupun Avengers: Doomsday seolah tergoyahkan, meski keduanya tetap memiliki basis penggemar. Meski tidak bisa hanya diukur melalui angka box office, diskusi tentang tren yang lebih luas di industri ini sangat relevan, dan tampaknya sudah ada perubahan dalam pola pikir para pelaku Hollywood.
Dalam sebuah percakapan di X, penulis film The Batman Part 2, Mattson Tomlin, mengungkapkan pandangannya tentang masa depan adaptasi film superhero berbudget besar. Tomlin, yang juga seorang penulis komik, menilai bahwa perhatian studio mulai bergeser ke adaptasi video game dibandingkan blockbuster dari komik. Yang menarik, komentar ini muncul setelah seorang penggemar bertanya tentang film Mega Man yang sepertinya sudah “terabaikan”:
Hollywood sekarang mulai beralih dari obsesi terhadap komik ke obsesi terhadap video game. Jadi, saya tidak akan terkejut kalau film Mega Man muncul dalam bentuk lain, tapi setelah waktu yang cukup lama, saya ragu saya akan terlibat di dalamnya.
— mattson tomlin (@mattsontomlin) July 1, 2026
Meskipun adaptasi Mega Man bukanlah prioritas utama bagi Hollywood, film yang diadaptasi dari game saat ini justru mendapatkan perhatian lebih. Tomlin juga menyebutkan bahwa studio menunjukkan ketertarikan yang lebih stabil terhadap adaptasi game daripada film komik, dan perbandingannya cukup mencolok.
Pandangan saya muncul dari fakta bahwa tahun ini saya mendapatkan tawaran untuk adaptasi video game hingga 5 kali lebih banyak dibanding adaptasi komik.
— mattson tomlin (@mattsontomlin) July 2, 2026
Keberhasilan dan Kegagalan yang Tak Terduga Mempengaruhi Harapan
Menarik juga untuk menyalahkan menurunnya ketertarikan Hollywood pada film superhero akibat beberapa rilis terbaru yang kurang berhasil. Banyak film adaptasi superhero yang terakhir ini mendapat sambutan hangat dari kritikus maupun penonton, dan tren ini tampaknya sulit untuk berhenti. Bahkan, beberapa “bom” komik yang terkenal justru berhasil mengungguli Supergirl dalam hal penonton. Di sisi lain, adaptasi game menemukan sukses yang tak terduga dengan budget yang lebih modest. Proyek Iron Lung karya Markiplier adalah salah satu contoh sukses yang meraup keuntungan signifikan. Begitu juga dengan Backrooms yang awalnya merupakan lore di internet dan berhasil membangkitkan minat sebelum diadaptasi menjadi film.
Film Superhero Tidak Lagi Terlalu Besar untuk Gagal; Adaptasi Game Bisa Cukup Kecil untuk Bertahan
Banyak keberhasilan adaptasi superhero dalam 15 tahun terakhir berkat studio, terutama Disney/Marvel, yang mengubah proyek budget besar menjadi fenomena budaya yang harus ditonton, didukung oleh pemasaran yang meng saturasi budaya saat itu. Namun, sepertinya minat arus utama terhadap film superhero mulai turun, membuat model ini tidak lagi sostenibel.
Fenomena yang sama bisa jadi menjadi alasan mengapa minat terhadap adaptasi game mulai naik. Adaptasi video game yang sukses biasanya berbudget lebih rendah dan lebih kompak, dikerjakan oleh para kreator yang peduli dengan proyeknya. Beberapa konten seperti Backrooms dan Iron Lung, yang berasal dari penggiat internet, berhasil mendapat tempat di hati penonton dan mengubah cara orang melihat adaptasi game. Dengan budget yang lebih rendah dan cerita yang lebih padat ditambah ulasan positif dari mulut ke mulut, bisa jadi ini adalah solusi untuk model superhero yang sedang berjuang, di mana budget yang besar dan pemasaran yang berlebihan malah membuat penonton merasa jenuh.
Atau Mungkin Kita Semua Salah
Atau bisa jadi tidak! Tren bisa berubah dengan cepat. Beberapa properti komik masih menunjukkan potensi yang baik dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja, berbasis pada video game bukanlah jaminan kesuksesan di layar lebar, seperti yang dibuktikan oleh film-film yang mendapat kritik tajam dan diabaikan pasar seperti Borderlands dan Return to Silent Hill. Yang jelas, pandangan Tomlin menunjukkan bahwa prioritas Hollywood sedang berubah. Para kreator dan eksekutif studio tengah mencari model baru yang dapat memonetisasi media geek dengan cara yang memberikan keuntungan baik bagi penggemar maupun industri.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau industri film bisa memaksimalkan potensi dari adaptasi video game! Dengan semakin banyaknya konten game yang diangkat ke layar lebar, semoga aja studio-studio besar bisa lebih fokus pada kualitas ketimbang sekedar mengejar angka box office. Kita tunggu aja kejutannya di film-film mendatang!




