Biopik musik belakangan ini kembali menjadi sorotan. Mungkin kamu ingat tahun lalu, kita disuguhkan dengan biopik tentang Bruce Springsteen berjudul Deliver Me From Nowhere, yang menarik perhatian banyak orang. Tahun ini, Michael melesat jadi hit besar dengan akhir pekan pembukaan terbaik yang pernah ada, bahkan mencetak rekor sebagai biopik musik dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Namun, film yang dianggap memulai era baru biopik musik ini kini sulit ditemukan.
Film tersebut juga mencatatkan rekor luar biasa di box office dengan pendapatan global mencapai $911 juta, yang menjadikannya sebagai biopik musik terlaris saat itu, hingga Michael muncul tahun ini. Kesuksesan film ini melampaui angka box office semata; di Oscar 2019, film ini membawa pulang piala untuk Best Actor, Best Film Editing, Best Sound Editing, dan Best Sound Mixing, jauh lebih banyak dibanding film lainnya. Film yang dimaksud adalah Bohemian Rhapsody, biopik tentang Freddie Mercury. Nah, bagi penonton yang lagi asyik nonton Michael dan Billie Eilish’s Hit Me Hard and Soft di bioskop, sebaiknya sempatkan untuk kembali menyaksikan film yang jadi cikal bakal semua ini sebelum Bohemian Rhapsody menghilang dari Netflix pada 1 Juli mendatang.
Bohemian Rhapsody sempat jadi fenomena, walaupun juga mendapatkan banyak kritik. Meskipun kesuksesannya luar biasa secara komersial dan mendapatkan berbagai penghargaan, film ini sangat polarizing saat dirilis. Banyak penonton terpesona dengan musiknya dan reproduksi nyaris sempurna dari konser Live Aid 1985, sementara Rami Malek dipuji karena berhasil menghidupkan karisma dan perilaku panggung Freddie Mercury. Namun, kritik pun melimpah terkait cara film ini menangani sejarah; film ini menggambarkan Queen seolah-olah bubar karena ambisi solo Mercury sebelum reuni di Live Aid, padahal itu tidak sesuai dengan fakta sejarah. Live Aid hanyalah salah satu titik dalam tur mereka yang sedang berlangsung. Selain itu, film ini juga menunjukkan Mercury menerima diagnosis AIDS-nya sebelum Live Aid, sana kami harus ingat bahwa diagnosis itu baru diterima pada tahun 1987.
Film ini juga mendapatkan sorotan karena dinilai telah ‘menyederhanakan’ orientasi seksual Mercury demi cerita yang lebih mudah dicerna. Tetapi, seiring dengan peningkatan minat penonton terhadap biopik, kebebasan artistic seperti ini jadi bagian yang dimaklumi dalam genre tersebut. Contohnya, tahun ini Michael juga menghadapi kritik karena menyajikan versi yang sangat bersih dari kehidupan Michael Jackson. Meskipun memiliki banyak kekurangan, Bohemian Rhapsody tetap menjadi tonggak penting dalam sinema mainstream yang menghidupkan kembali genre biopik musik, jadi ini adalah film yang layak kamu tonton sebelum menghilang dari Netflix.
Bohemian Rhapsody dapat kamu saksikan di Netflix. Banyak yang berharap akan lebih banyak biopik musik yang menyusul kesuksesan ini.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau kita bisa lihat lagi kisah-kisah hebat di balik musisi lainnya setelah Bohemian Rhapsody. Apalagi, penontonnya udah terbukti haus akan nonton keasyikan musik spesial gini. Semoga aja film-film mendatang nggak hanya menyuguhkan hiburan, tapi juga menyampaikan pesan yang lebih mendalam!




