Home Movie ‘Toy Story 5’ Ulasan – Sekuel Pixar yang Memikat dan Menegaskan Kekuatan Koneksi Manusia!
Movie

‘Toy Story 5’ Ulasan – Sekuel Pixar yang Memikat dan Menegaskan Kekuatan Koneksi Manusia!

Share
'Toy Story 5' Ulasan - Sekuel Pixar yang Memikat dan Menegaskan Kekuatan Koneksi Manusia!
Share

Melawan skeptisisme dan berbagai asumsi negatif, Toy Story 5 (2026) nggak hanya membuktikan eksistensinya, tapi juga mengingatkan kita kenapa karakter-karakter ikonik ini akan selalu membekas dalam ingatan. Sutradara legendaris Pixar, Andrew Stanton (Finding Nemo, WALL·E) dan co-director Kenna Harris, menciptakan kisah yang terasa relevan untuk keluarga masa kini sekaligus abadi. Mengikuti jejak Toy Story 4 yang berjuang membuktikan diri setelah ending kuat dari Toy Story 3 (2010), sekuel terbaru ini berhasil menggerakkan emosi penonton dengan sangat baik. Meskipun rasa finalitas yang dimiliki 3 dan 4 sudah nggak sama lagi, 5 justru memberikan alasan kenapa hal itu bukan masalah yang harus dipusingkan.

Berpuluh tahun setelah Woody (Tom Hanks) meninggalkan Buzz (Tim Allen) dan geng untuk membantu mainan yang ditinggalkan di jalan bersama pasangannya, Bo Peep (Annie Potts), Jessie (Joan Cusack) kini menjadi pemimpin di kamar Bonnie. Bonnie yang ceria (Scarlett Spears) kini sudah menginjak masa kanak-kanak tengah, tapi tetap setia bermain dengan mainan. Meskipun terlihat biasa untuk anak seusianya, Bonnie sebenarnya kesulitan mencari teman. Anak-anak di mana-mana tergoda teknologi, menciptakan scenario apokaliptik bagi mainan. Begitu teknologi menyusup ke dalam rumah, mainan menjadi tak berharga. Akibatnya, banyak mainan yang memilih meninggalkan rumah atau mengalah pada kenyataan pahit hidup tanpa permainan.

A Battle for Bonnie’s Future

Jessie yang optimis berjuang untuk menjaga keyakinannya pada Bonnie, setidaknya sebelum Lilypad (Greta Lee) muncul. Orangtua Bonnie memberinya Lilypad, semacam perangkat belajar mirip LeapFrog yang berfungsi seperti iPad, dengan chat grup dan permainan yang seharusnya bersahabat untuk anak-anak, sebagai cara agar Bonnie lebih bersosialisasi. Jika semua anak di kota juga memiliki Lilypad, tentu Bonnie akan segera mendapatkan teman, kan? Jessie meragu, sebab mencari teman membutuhkan permainan face-to-face — jauh dari layar digital. Di sinilah muncul konflik antara Jessie yang gigih dan Lilypad yang nakal, yang sebenarnya hanya menjalankan fungsi yang sudah ditentukan.

Inline – HLD Private Trip

Jessie yang berusaha memblokir pengaruh Lilypad dan membantu Bonnie mendapatkan teman di dunia nyata, justru berakhir tersesat saat pergi dengan Bullseye. Ia tersasar ke rumah pedesaan tempat ia awalnya menemukan ikatan pertamanya dengan pemiliknya yang dulu, Emily. Di sisi lain, Woody dan Buzz bersatu kembali untuk menemukan Jessie, yang menghasilkan komedi tersendiri saat mereka bersaing untuk menjadi “deputy” sejati dari geng. Oh, dan di tempat lain, sekelompok 50 mainan Buzz Lightyear berteknologi tinggi (dijuluki Tim Allen) berhasil sadar setelah kontainer pengiriman internasional mereka jatuh di pulau tropis. Misi mereka? Mencari Star Command.

Baca juga  Ulasan 'Mortal Kombat II' – Sekuel Mengece yang Utamakan Fan Service Daripada Aksi Memuaskan!

The Complex Juggling Act of ‘Toy Story 5’

Plot tersebut mungkin terasa acak, tapi punya tujuan tematik yang kuat. Penulis-sutradara Andrew Stanton mengklaim ide tersebut sebagai miliknya sendiri, menggeluti kemungkinan dampak skenario ini di semesta Toy Story selama bertahun-tahun. Namun, banyak dari Toy Story 5 terasa agak terputus di paruh pertama film, dengan narasi melompat-lompat antara tiga kelompok yang disebutkan. Lilypad yang sangat dipromosikan sebagai antagonis utama, sebenarnya bukan tokoh jahat, dan itu hanya salah satu dari banyak perangkat elektronik dalam film. Petualangan Jessie juga memperkenalkan trio perangkat kuno — Smarty Pants (Conan O’Brien), Snappy (Shelby Rabara), dan Atlas (Craig Robinson) — yang berperan signifikan.

Jessie meets a new trio of electronic devices, Smarty Pants the potty trainer, Snappy the camera, and Atlas the GPS in Toy Story 5.

Semua ini menunjukkan bahwa ada banyak hal menarik dalam Toy Story 5, lebih dari sekuel-sekuel sebelumnya. Namun, semuanya kadang tidak mengalir dengan mulus. Untungnya, setiap bagian dari puzzle di Toy Story 5 penting untuk gambaran yang lebih besar, meski ada beberapa yang terasa terpaksa dimasukkan. Film ini memiliki satu tujuan jelas dengan konflik utama “mainan vs teknologi”, dan berhasil mencapainya dengan gaya yang menyentuh sehingga perjalanan yang sedikit berantakan menuju sana menjadi lebih mudah untuk dimaafkan.

Inline – AWS Open Trip

A Remarkably Worthy Pixar Sequel

Toy Story 5 sangat kompleks; film ini bukan sekadar debat tentang pengawasan waktu layar anak atau apakah memberikan akses terhadap teknologi itu keputusan buruk. Ini juga bukan kompromi yang keliru dalam hidup berdampingan dengan teknologi, meskipun banyak penggemar cemas saat mengetahui bahwa Lilypad bukanlah penjahat tradisional. Film ini berjuang dengan gagasan bahwa saat teknologi semakin mudah diakses oleh anak-anak, akses itu jangan sampai berubah jadi ketergantungan. Skrip karya Andrew Stanton dan Kenna Harris keras dalam pendiriannya: koneksi manusia secara langsung selalu lebih penting daripada hubungan yang bergantung murni pada interaksi digital. Teknologi tentu bermanfaat, tapi hanya sebagai alat untuk terhubung dengan orang lain — bukan pengganti.

Baca juga  Akhir Alternatif Scream 7 Bisa Ubah Nasib Stu Malcher, Konfirmasi Sang Sutradara!
An army of 50 high-tech Buzz Lightyear toys cautiously move across a dense jungle in the Pixar sequel TOY STORY 5.

Dikotomi antara pengembangan anak tradisional (seperti bermain dengan mainan) dan praktik modern (seperti bergantung pada perangkat) dieksplorasi melalui rivalitas Jessie dan Lilypad. Sementara Lilypad adalah kekuatan antagonis yang jelas, dengan segera terungkap bahwa perangkat lunaknya memiliki niat baik. Tentu saja, kebanyakan orangtua memberikan ponsel dan tablet kepada anak-anak mereka dengan penuh kasih agar mereka bisa berinteraksi lebih baik dengan teman-teman. Namun, membiarkan anak-anak bertindak sendiri sering kali memiliki konsekuensi yang tak terduga. Toy Story 5 menunjukkan bagaimana Bonnie mulai menggunakan Lilypad sebagai alat bantu sosial. Greta Lee, yang tampil di Past Lives (2023) dan Tron: Ares (2025), memberikan nuansa dalam suara Lilypad yang belajar tentang keterbatasan dari perangkatnya.

Joan Cusack as the True Star of ‘Toy Story 5’

Tanpa diragukan lagi, bintang sejati dalam film ini adalah Joan Cusack, yang memberikan penampilan paling menyentuh sebagai Jessie. Ketakutan Jessie untuk tergantikan dan dilupakan oleh anak baru menjadi kekuatan pendorong di Toy Story 5, dan perjalanan penerimaannya terhadap pertumbuhan Bonnie sangat menyentuh hati. Tom Hanks dan Tim Allen tetap bersenang-senang, tetapi ini adalah pertunjukan Jessie dari awal. Banyak adegan Jessie dengan Conan O’Brien yang selalu konyol sebagai perangkat potty-training dengan sikap besar dan humor toilet yang tiada henti, membantu membuat peran Woody dan Buzz terasa alami dalam cerita ini. Energi Toy Story 5 yang menular sebagian besar berkat Jessie sendiri.

Inline – AWV Youtube

Kolaborasi antara veteran animasi seperti Andrew Stanton dan Kenna Harris, generasi muda yang sedang bersinar di Pixar, sangat terasa. Toy Story 5 berhasil menangkap sihir klasik Pixar dengan perspektif yang berlapis. Ini juga terasa secara visual, saat Stanton dan Harris menciptakan motif indah dengan beralih ke gaya animasi pastel yang menawan untuk urutan permainan Bonnie. Hasil akhir adalah kisah yang sangat menyentuh tentang koneksi manusia yang mengena lintas generasi. Selain itu, Toy Story 5 menegaskan bahwa tidak peduli seberapa lama atau sekejap, setiap hubungan yang kita jalin membentuk diri kita dengan cara tertentu, dan itu selalu layak untuk diperjuangkan dalam menjalin koneksi dengan orang lain.

Baca juga  ‘Gremlins’ Tak Akan Pernah Mendapatkan Reboot! Kenapa? Temukan Jawabannya di Sini!

Opini Kita

Kayaknya bakal seru banget kalau film ini mengeksplor lebih dalam tentang dampak teknologi terhadap anak-anak melalui perspektif mainan. Semoga aja studionya nggak ngulangin kesalahan yang sama dari sekuel sebelumnya dan bisa memberikan cerita yang lebih kuat. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

‘Toy Story 5’ hits theaters on June 19!

Release Date: June 19, 2026.
Directed by Andrew Stanton & Kenna Harris.
Screenplay by Andrew Stanton & Kenna Harris.
Story by Andrew Stanton.
Produced by Lindsey Collins.
Executive Producers: Pete Docter & Jonas Rivera.
Main Cast: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, Greta Lee, Conan O’Brien, Tony Hale, Craig Robinson, Shelby Rabara, Scarlett Spears, Mykal-Michelle Harris, Matty Matheson, John Ratzenberger, Wallace Shawn, Blake Clark, Jeff Bergman, Anna Vocino, Annie Potts, Bonnie Hunt, Melissa Villaseñor, John Hopkins, Kristen Schaal, Ernie Hudson, Krys Marshall, Keanu Reeves, Ally Maki, Lori Alan, Jay Hernandez, Jerome Ranft, Alan Cumming, Bad Bunny, & Jeff Pidgeon.

Cinematographers: Matt Aspbury & JC Kalache.
Composer: Randy Newman.
Editor: Jennifer Neysa Jew.
Production Company: Pixar Animation Studios.
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures.
Runtime: 102 minutes.
Rated PG.

Inline – HLD One Day Trip
Share