Mouse: P.I. for Hire, seperti halnya Cuphead sebelumnya, sudah pasti bukan hanya omong kosong belaka. Permainan ini punya banyak hal menarik! Seperti halnya Cuphead yang mengemas gameplay bullet-hell dan boss-rush dengan grafis yang digambar tangan, Mouse juga membawa pengalaman serupa dengan kualitas mekanik yang solid dalam genre first-person shooter. Ini bukan hanya sekadar anggapan, berdasarkan pengalaman yang telah dicoba, ada lebih banyak yang ditawarkan dalam kampanyenya daripada yang mungkin diperkirakan. Hasilnya adalah game aksi yang sepertinya memiliki gameplay seimbang dengan penampilan visual yang memukau.
Tampilan Visual yang Menarik
Kalau sudah melihat sedikit gameplay dari Mouse, kalian pasti tahu apa yang ditawarkan: sebuah first-person shooter yang sangat terinspirasi dari kartun era Steamboat Willie. Musim panas lalu, sudah mencicipi sedikit permainan ini dan cukup terkesan. Kini, setelah mencicipi bagian dari misi dalam versi yang lebih maju menjelang rilis tanggal 16 April untuk PC, PS5, Xbox Series X dan S, serta Nintendo Switch dan Switch 2, antusiasme semakin membara.
Mouse memulai permainan dengan cara yang tidak terlalu menarik, jika mau jujur. Level intro berfungsi sebagai tutorial, memperkenalkan senjata unik yang tetap terasa familiar: pistol, shotgun, Tommy gun (yang di sini dipanggil James gun – mungkin untuk menghindari masalah hak cipta atau sebagai penghormatan kepada sutradara Guardians of the Galaxy), dan dinamit. Tak lama kemudian, pemain akan mendapatkan senjata Turpentine gun yang melelehkan kulit musuh animasi seperti “The Dip” dari Who Framed Roger Rabbit?
Suara yang Memukau
Tak perlu waktu lama untuk melihat bagaimana Fumi Games sangat mengoptimalkan setting kartunnya dari tahun 1930-an. Bukan hanya tampilannya, suara juga bikin suasana makin hidup. Troy Baker, sang aktor suara yang sangat berbakat, menyuarakan karakter Jack Pepper, P.I. yang bisa disewa. Meskipun tidak sepenuhnya menghilang dalam perannya, suara Baker sebagai detektif yang khas sangat cocok dengan nada konyol yang ditonjolkan oleh Mouse.
Desain suara juga mengikuti estetika visual dengan soundtrack jazzy yang sangat cocok. Ada momen-momen kecil yang menyenangkan, seperti saat Jack Pepper menyeruput dan memberi “Ahh” berlebihan saat membuka botol tonic untuk pemulihan kesehatan. Suara “ding” dari tombol ketik saat menyimpan permainan pun menambah kesenangan selama bermain.
Gameplay yang Menggugah
Yang menarik perhatian adalah kedalaman gameplay Mouse. Permainan ini dibagi menjadi beberapa kasus, bukan hanya sekadar misi. Antara level, pemain akan kembali ke area pusat non-tempur di Mouseburg. Di sinilah Jack mengumpulkan petunjuk dari kasus yang sedang dikerjakan, berbincang-bincang di Little & Big Bar, dan mengupgrade senjata di Tammy’s Bearings menggunakan uang yang dikumpulkan dari setiap level.
Menjelajahi Mouseburg dan berbincang dengan sesuai karakter (dan tentunya para tikus antropomorfik) memberikan kehidupan dan karakter pada permainan ini. Hal ini membuat pengalaman semakin menarik dibandingkan hanya beralih dari satu misi ke misi lain tanpa jeda. Keberadaan inter-misi ini memberi kesempatan untuk menikmati dunia yang telah dibangun oleh Fumi Games, dengan beberapa rahasia yang bisa ditemukan sebagai bonus. Namun, ada satu hal kecil yang terasa mengganggu: harus menekan tombol untuk setiap dialog. Meskipun semua dialog sudah disuarakan, sesekali rasanya melelahkan harus mengklik setiap kalimat.
Berbicara tentang pertempuran, misi awal yang dimainkannya jelas tidak menunjukkan semua trik yang dimiliki Mouse. Kebanyakan pertarungan terasa mudah, melawan dua atau tiga musuh, tetapi tetap menyenangkan karena suasana kartun yang konyol. Bahkan animasi kill-nya sangat menghibur. Dalam pertarungan, jika kalian melakukan headshot ke musuh robot tikus, kepala mereka akan meledak dengan gaya yang sangat berlebihan. Ada juga momen lockpicking yang unik, di mana kalian menggunakan ekor mouse untuk membuka kunci dengan cerdik.
Senjata Unik dan Menarik
Senjata di Mouse sangat menyenangkan untuk digunakan. Meskipun pistol, shotgun, dan senapan mesin bukanlah inovasi baru, semua terasa sangat mengasyikkan. Senjata favorit sejauh ini adalah shotgun yang memberikan tendangan mantap, dan reload animation dari James gun pun bikin ketagihan. Namun, ada juga ide-ide orisinal yang ditawarkan, seperti Turpentine gun yang menembakkan cairan pelarut tinta, menghancurkan musuh kartun dan meninggalkan tulang mereka sebelum menghilang.
Animasi gaya rubberhose membuat senjata terlihat selalu bergerak, dan setiap aksi tembak dan reload sama sekali tidak kalah menarik. Penasaran senjata-senjata lain yang akan dijumpai di kampanye ini!
Robo-Boss Pertarungan
Mouse juga menjanjikan banyak pertarungan boss, meskipun hanya sempat mengalami satu boss dalam tiga fase yang berbeda. Meskipun tidak merasakan ancaman yang signifikan, pertarungan itu cukup menantang. Melawan robo-tikus bernama Watchamacallit, pemain harus melompati aliran listrik dan berlindung di balik panel kaca ketika dia berpindah serangan. Pertarungan ini benar-benar menguji kemampuan dan membuat penasaran untuk melihat tantangan di pertarungan boss selanjutnya.
Berbagai pengalaman bermain sepanjang sesi ini menunjukkan bahwa Mouse: P.I. for Hire bukan hanya sebuah visual menarik dari kartun rubberhose tahun 1930-an. Permainan ini juga menyimpan kedalaman gameplay dan mekanik yang kuat. Semoga Mouse bisa mempertahankan kualitas ini di sepanjang kampanyenya yang rencananya dirilis bulan depan.





