Seiring berjalannya waktu, perangkat keras yang semakin canggih membuat Gothic yang dirilis tahun 2001 semakin sulit untuk dijangkau, sehingga remake-nya jadi sangat dinanti. RPG ini menjadi cult classic bukan tanpa alasan, dengan dunia yang terbangun dengan baik dan interaksi NPC yang mendalam. Remake Gothic 1 membawa tampilan dan kontrol yang lebih modern, namun tak banyak yang diubah dari segi inti gamenya. Ini bisa jadi berkat dan bisa juga jadi masalah. Sisi positifnya, Gothic memang memaksa pemainnya untuk lebih terlibat dan tenggelam ke dalam cerita tanpa memberi banyak bantuan, yang tetap relevan hingga 2026. Namun, kisahnya yang amburadul, alur misi yang tidak konsisten, dan pertarungan yang terasa dangkal, tetap menjadi kendala yang belum teratasi.
Pengalaman pertama bermain Gothic dimulai setelah menghabiskan waktu dengan The Elder Scrolls 3: Morrowind yang dirilis hampir bersamaan. Keduanya terlihat mirip di banyak aspek, namun berbeda dalam satu hal yang mencolok: Morrowind mengajak dan mendorong pemain untuk memenuhi takdir mereka sebagai pahlawan di pulau rahasia, sedangkan Gothic tampak tidak peduli dengan kelangsungan hidup, kemajuan, atau kesenangan pemainnya.
Ironisnya, karakter yang disebut ‘Hero’ ini hampir sepanjang paruh pertama permainan merasa seperti bukan seorang pahlawan. Begitu terjebak di The Colony, sebuah kamp kerja dan penjara terbuka yang dikelilingi oleh penghalang sihir, pemain langsung menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari dinamika politik yang rumit hingga makhluk kecil yang bisa menghabisi nyawa dalam sekejap.
Salah satu upgrade terbaik dari remake ini adalah tampilan dan suara yang lebih modern. Gothic sudah memiliki gaya unik pada tahun 2001. Dalam anggaran yang terbatas, game ini mampu menciptakan suasana yang dipenuhi detail yang membangkitkan rasa tempat yang banyak game dengan anggaran lebih besar tidak bisa ciptakan. Hutan dengan pepohonan besar yang menghalangi cahaya matahari kontras dengan reruntuhan bata tempat para penduduk membangun kehidupan baru. Semua elemen ini telah diperbarui dengan pencahayaan modern dan model yang membuat kastil serta gua yang ada di Valley terlihat lebih nyata. Tanah hijau dan berbatu yang menghubungkan pemukiman di Colony kini tampak subur dan liar.
Desain audio juga tetap kuat, terutama dalam efek suara dan suara alam. Semuanya terasa lebih megah, meskipun musik latar yang ambient tidak terlalu istimewa. Namun, peningkatan terbaik adalah dialog yang seluruhnya direkam ulang. Suara dalam Gothic yang asli tidak terlalu memuaskan dan remake ini berhasil meningkatkan kualitasnya hingga memenuhi standar yang baik.
Hari-Hari Pelatihan
Meskipun tampilan visualnya lebih canggih, Gothic masih cukup bug. Meskipun crashing jarang terjadi, perilaku AI yang aneh cukup sering muncul. Kadang-kadang, pemain bisa melewati segerombolan monster hanya untuk melihat mereka tidak bereaksi sama sekali, dan nasib sial seperti terjebak bersama NPC yang tidak mau bergerak kadang mengharuskan memuat ulang simpanan sebelumnya. Selama Act 3, seorang NPC yang harus direkrut malah hanya mengikuti tanpa tujuan. Sang penambang ore itu pasti telah melihat banyak hal yang seharusnya tidak terjadi pada manusia.
Tingkat kesulitan Gothic terinternalisasi dalam desainnya, bukan hanya karena musuh yang kuat. Permainan ini minim informasi tentang cara menikmati gameplay. Remake memberikan keunggulan yang tidak ada di versi asli, dengan menambahkan glosarium kecil tentang kontrol penting untuk melakukan hal dasar seperti mengambil barang dan menyerang. Sebagian besar informasi didapat dari trial and error, misalnya minigame membuka kunci yang meskipun tidak sulit, harus dicoba berkali-kali sampai bisa, meski harus mengorbankan banyak pick. Untungnya, kontrol yang dipermodern dan dukungan untuk controller membantu mengurangi ketidaknyamanan di awal permainan.
Pertarungan juga menerima manfaat dari kontrol yang diperbaharui, membuatnya lebih mudah untuk menyerang musuh. Namun, ini tidak membuat pertarungan menjadi lebih mudah secara keseluruhan. Karakter pemain masih lemah, dan bahkan molerat biasa dapat mengirim pemain ke layar game over dalam satu atau dua hit. Meningkatkan level akan memberikan Learning points yang bisa dipakai untuk menaikkan statistik, meskipun pembelian senjata dan armor yang kuat bisa jadi sangat mahal, dan armor adalah faktor utama dalam bertahan dari serangan musuh.
Pemain harus berlatih untuk menguasai senjata. Tanpa pelatihan, serangan yang dilakukan terasa kikuk. Untrained, pemain hanya bisa mengayunkan pedang dengan memegangnya kedua tangan, sedangkan jika terlatih, serangan bisa mengalir menjadi kombinasi yang fatal untuk musuh. Ini adalah contoh seru bagaimana gameplay dapat menyatu dengan unsur cerita, meskipun membuat pertarungan jarak dekat terasa tidak memuaskan di awal permainan. Strategi serangan jarak jauh menggunakan busur atau crossbow menjadi pilihan yang lebih aman (dan lebih mahal), meskipun tak memberikan evolusi dalam gameplay yang sama sekali lebih baik seperti magic, yang baru terasa bermanfaat di tengah permainan.
Dengar dan Belajar
Informasi tentang dunia ini harus ditemukan melalui interaksi dengan NPC atau petunjuk dari lingkungan sekitar. Saat mengambil misi, jangan berharap ada penanda objektif di peta. Gothic melatih pemain untuk benar-benar memperhatikan apa yang dilihat dan didengar. Hal ini terkadang terasa menegangkan di awal, harus mengingat lokasi NPC atau siapa yang dianggap penting berdasarkan pekerjaan dan percakapan. Layar permainan hampir bersih dari tooltip yang biasa ada di game modern, dan ada kepuasan tersendiri saat bisa menemukan tempat menarik hanya berdasarkan ingatan.
Sayangnya, alur cerita secara keseluruhan tidak memenuhi harapan dari setting yang luar biasa ini. Penduduk koloninya yang terjebak dalam konflik telah memberontak dan membentuk pemerintahan mini dengan hirarki, ekonomi, dan tujuan masing-masing. Pemain harus bergabung dengan salah satu dari tiga kamp agar mendapatkan pijakan yang stabil. Setiap kamp memiliki ciri unik dan tantangan moral yang menarik.
Pemain akhirnya mengeksplorasi Old Camp, mengesankan pemimpin mereka, Gomez, untuk diterima sebagai pengawal pribadi. Namun, jalan untuk mencapai hal tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Pemain harus membangun hubungan dengan penduduk kamp dan sering kali harus mengikuti aturan yang ketat. Meskipun hal ini menambah kedalaman, terkadang terasa tidak konsisten. Banyak NPC tampak pengawas yang terlalu ketat, sementara sejumlah perilaku aneh bisa diabaikan dengan mudah.
Meskipun karakter dalam kamp berbeda, mendalami dinamika sosial ini memberikan pengalaman unik. Namun, ketika cerita utama kembali berputar pada misi “selamatkan dunia,” nuansa halus ini sering kali hilang, membuat bagian akhir game terasa membosankan dan terlalu terputus. Begitu banyak misi yang berpusat pada bertemu NPC tertentu untuk mendapatkan bantuan, tetapi pemain harus menyelesaikan tugas tertentu sebelum bisa melanjutkan. Ini terkadang terasa seperti pekerjaan rumah, bukan kepahlawanan.
Meski begitu, siapa pun yang kembali ke dunia Gothic pasti akan menemukan hal-hal baru yang menambah keseruan dan penghargaan tersendiri pada pengalaman keseluruhan. Dari misi baru yang memberikan kesempatan untuk membalas dendam hingga melatih burung pengembara yang bisa naik, setiap elemen baru menawarkan kebaharuan. Berurusan dengan kekurangan dan kelebihan dalam game ini adalah bagian dari pesonanya.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau remake ini bisa menghidupkan kembali suasana Gothic klasik sambil memperbaiki masalah kecepatan alur cerita dan interaksi. Semoga saja studio tidak mengulangi kesalahan yang sama, mengingat banyak fans yang sudah menunggu kabar ini. Dengan semua elemen baru dan pembaruan, kita harap pengalaman bermainnya akan lebih menyenangkan!





