Computex baru saja dimulai, tetapi sudah ada berita super menarik dari dunia gaming yang bikin penggemar betah berlama-lama di depan layar! Kita dapat melihat inovasi terbaru dari Nvidia dengan RTX Spark, perangkat keras berbasis Arm yang bikin permainan lebih mulus, dan Intel hadir dengan jajaran prosesor G3 untuk perangkat portabel yang sangat menjanjikan. Ini semua jadi senjata ampuh yang menawarkan performa gaming gahar dan daya tahan baterai jauh lebih lama dibandingkan dengan handheld PC sebelumnya!
Tom Petersen dari Intel menyampaikan di pusat kota Taipei pagi ini bahwa “kita butuh frame generation untuk pengalaman gaming yang oke” di perangkat handheld. Tapi, ada masalah latency yang selalu muncul saat menggunakan fitur ini, dan inilah yang bikin beberapa gamer ragu untuk memanfaatkannya. Banyak yang setuju, jika dalam permainan tertentu di mana mereka tidak kondisi delay terlalu terasa, seperti saat menggunakan input frame rate yang tinggi, mereka akan senang mengaktifkan fitur ini. Namun, di handheld, kecepatan input ini sering kali tidak cukup, sehingga bisa jadi kendala.
Namun, Petersen menjelaskan bahwa Intel sudah punya rencana untuk mengurangi masalah latency ini. “Ada dua teknik yang biasanya dipikirkan orang, salah satunya adalah extrapolation,” ungkapnya. Latency biasanya terjadi karena waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan frame kedua. Saat mengaktifkan XeSS MFG, gamer bisa mengantisipasi penambahan latency sekitar delapan milidetik. Ini menjadi momok bagi sebagian orang yang khawatir akan delay saat bermain. Di lingkungan handheld, latency dari kontroler malah lebih lama dibandingkan waktu yang disebutkan itu, jadi ini adalah tantangan yang harus dihadapi.
Intel pun berusaha untuk beralih dari metode interpolasi yang sudah umum ke extrapolasi. “Di implementasi saat ini, sebenarnya membuat kita menunggu yang mengakibatkan masalah latency,” tambahnya. Dengan metode extrapolasi, begitu frame pertama didapat, langsung diproses dan ditampilkan tanpa harus menunggu frame kedua. Intel bakal menggunakan teknologi AI untuk memprediksi arah gerak pengguna berdasarkan konteks dan perilaku sebelumnya, sehingga diharapkan mereka bisa menghasilkan frame secara real-time.
Petersen juga berbagi, “Bisa jadi kita akan salah prediksi kadang-kadang, tapi inilah yang bakal mengubah pengalaman gaming kita. Kami juga punya satu teknologi lagi yang belum bisa dibagikan, tapi memungkinkan kita melakukan prediksi tanpa harus bergantung pada extrapolation.” Saat ditanya seberapa dekat kita dengan penerapan metode extrapolasi ini, Petersen berharap bisa memperlihatkan demo di Computex, meskipun itu tidak berhasil terlaksana kali ini. Mudah-mudahan, konsep ini tidak terlalu jauh dari kenyataan!
Jadi, dengan semua perkembangan menarik ini, kita bisa berharap untuk pengalaman gaming yang lebih baik dan lebih lancar di perangkat handheld di masa mendatang. Terus pantau setiap inovasi yang hadir, karena dunia game selalu penuh kejutan dan tren baru yang siap bikin kita ternganga!




