Pagi hari di Festival Film Cannes biasanya identik dengan brunch di tepi laut, belanja di Rue d’Antibes, atau bagi beberapa kalangan Hollywood, baru pulang dari pesta malam Jumat. Namun, tahun ini, CAA hadir dengan nuansa baru melalui agenda yang lebih serius dan menarik.
Dalam acara yang disebut “The Future of … Film Symposium”, mega-agensi ini mengundang para talent ternama seperti Darren Aronofsky, James Gray (yang dikenal lewat “Paper Tiger”), Nadine Labaki dari “Capernaum”, Whit Stillman (“Love and Friendship”), dan Juan Antonio Bayona (“Society of the Snow”). Mereka berbicara tentang tantangan yang sedang dihadapi industri film saat ini, terutama film-film art house yang sangat dicintai oleh Cannes dan menjadi fokus utama CAA dalam hal pengemasan dan penjualannya kepada pembeli global.
Acara ini diselenggarakan bersama Finch & Partners di Villa Dorane di Antibes, sebuah tempat indah milik kolektor seni dan fotografer Jean Pigozzi. Dengan suasana yang santai, banyak pembicaraan yang terjadi tanpa filter, memberikan ruang bagi para talent dan eksekutif puncak untuk membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi saat ini.
Roeg Sutherland, kepala CAA Media Finance, mengumpulkan sejumlah pemimpin hebat dari dunia korporat dan independen. Di antara mereka ada Efe Cakarel dari Mubi, Noah Sacco dari A24, Michael Barker dari Sony Pictures Classics, Ryan Werner dan Jeff Deutschmann dari Neon, serta lainnya seperti Peter Kujawski dari Focus Features dan Justin Wilkes dari Imagine Documentaries. Bahkan, kepala Festival Film Sundance, Eugene Hernandez, dan ahli penghargaan Netflix, Lisa Taback, juga hadir!
Pemandangan luas Riviera Prancis membuat suasana panel-panel diskusi semakin menarik, dengan beberapa data menarik (dan mungkin cukup mengkhawatirkan) dari Crawford mengenai bagaimana judi olahraga mulai mengalihkan perhatian pria muda dari menonton film. Selama makan siang, para tamu dapat menikmati hidangan di grotto yang menakjubkan, sambil bersosialisasi di taman pribadi Villa Dorane dan mengagumi patung serta instalasi dari koleksi Pigozzi.
CAC berencana untuk mengulangi event semacam ini di berbagai pertemuan budaya lainnya ke depannya, dengan rencana untuk memperluas cakupan pembahasan tidak hanya terbatas pada film saja.




