Judy Ann Santos, Jeanne Balibar, dan Stacy Martin siap memukau penonton lewat film “Aid”, sebuah drama politik garapan sutradara Brillante Ma Mendoza yang terkenal di Filipina. Film ini diperkenalkan kepada mitra internasional di Cannes Film Market, didukung oleh Fire & Ice Media sebagai produser delegasi, bersama dengan Ghost City Films dari Prancis dan Human Films dari Belanda.
Proyek ini diprediksi bakal jadi salah satu film pertama yang diproduksi di bawah perjanjian co-production bilateral yang ditandatangani oleh Prancis dan Filipina di Cannes tahun lalu.
“Aid” mengisahkan seorang pekerja NGO yang dihormati, yang berkomitmen melindungi anak-anak Aeta di Filipina. Dalam perjalanannya, dia semakin terseret ke dalam mesin bantuan kemanusiaan internasional yang lebih besar. Judy Ann Santos berperan sebagai Ruby Dela Cruz, kepala organisasi grassroots yang melayani komunitas Aeta, sementara Stacy Martin berperan sebagai Angelique Dumont, seorang eksekutif kemanusiaan Eropa yang mengawasi operasi bantuan di seluruh Asia Tenggara. Jeanne Balibar, yang sudah berkolaborasi dengan banyak sutradara ternama, melengkapi jajaran pemain utama.
Santos sebelumnya berkolaborasi dengan Mendoza di “Mindanao” (2019), yang membawanya meraih penghargaan Best Actress di Cairo Film Festival. Sedangkan Martin dikenal lewat aktingnya di film “The Brutalist”, “Nymphomaniac” karya Lars von Trier, dan “Godard Mon Amour” yang disutradarai Michel Hazanavicius.
Brillante Ma Mendoza mengungkapkan, “Saya ingin memahami mengapa, meskipun banyak bantuan, sedikit yang benar-benar berubah. Saya menyadari bahwa bahkan niat baik bisa terjebak dalam sistem yang lebih besar daripada orang-orang yang berusaha membantu. Kebenaran yang mengganggu ini adalah alasan saya membuat ‘Aid’.”
Mendoza berencana untuk melakukan syuting di desa Aeta di Pampanga, daerah asalnya yang dia kenal betul. Produksi dijadwalkan dimulai pada bulan Oktober.
Liza Diño dari Fire & Ice Media menggambarkan proyek ini sebagai “sebuah film yang mempercayakan penontonnya untuk duduk dalam ketidaknyamanan – menyaksikan bagaimana kepedulian bisa menjadi komplicity, dan bagaimana mekanisme bantuan bisa bertahan lebih lama dari orang-orang yang seharusnya dilayani.”
Ghost City Films, yang dipimpin oleh produser Franck Priot, juga berada di balik film “Zsazsa Zaturnah”, yang akan tayang perdana dunia di Annecy bulan depan. Priot menambahkan, “Apakah tujuan membenarkan segala cara? Ini adalah pertanyaan yang diangkat dalam ‘Aid’, dan latar belakang yang kuat namun berbeda dari para aktris kita akan membantu cerita Brillante beresonansi secara universal.”
Bagi Human Films, “Aid” adalah jembatan yang ingin kami bangun — antara tradisi bercerita Eropa dan Asia, antara ambisi arthouse dan relevansi kontemporer yang mendesak. Co-production seperti ini tidak hanya melintasi batas; mereka juga mengubah cara kita melihat batas-batas tersebut,” jelas Pavel Feldman dari Human Films.
Mendoza dikenal sebagai salah satu sutradara Filipina yang paling diakui dunia internasional, dengan karya-karyanya yang sudah tayang dan mendapatkan penghargaan di festival film bergengsi seperti Cannes, Venice, Berlin, dan Locarno.





