Genre platformer telah menjadi salah satu pilar dalam industri video game jauh sebelum dunia terbiasa dengan permainan open-world dan live service yang mendominasi saat ini. Dari kontrol yang sederhana, dunia yang mudah diingat, hingga gameplay yang fokus pada pergerakan, genre ini membawa jutaan pemain untuk mengenal dunia gaming. Selama beberapa dekade, platformer berkembang dari petualangan dua dimensi sederhana menjadi pengalaman 3D yang luas dengan elemen eksplorasi, pengumpulan, pertarungan, dan pemecahan teka-teki. Sekarang, para pengembang masih sering menarik inspirasi dari platformer klasik karena genre ini telah menanamkan banyak mekanisme dasar yang terus digunakan hingga hari ini.
Seiring pertumbuhannya, platformer telah dipengaruhi oleh berbagai permainan yang lebih dari sekadar template. Beberapa game menetapkan dasar-dasar gameplay side-scrolling, sementara yang lain merevolusi cara kita bergerak dan menjelajah dalam tiga dimensi. Terdapat judul-judul yang memengaruhi filosofi desain level, dan ada juga yang menginspirasi subgenre baru yang terus berkembang bahkan setelah bertahun-tahun. Tanpa disadari, banyak permainan modern masih membawa DNA desain dari rilis-rilis landmark ini. Berikut adalah lima game yang memberikan dampak besar yang melampaui sekadar genre platformer dan berkontribusi pada bentuk gaming secara keseluruhan.
5) Sonic the Hedgehog
Ketika Sega merilis Sonic the Hedgehog pada tahun 1991, mereka ingin menciptakan maskot yang bisa bersaing langsung dengan Nintendo. Alih-alih meniru Mario, Sega memilih untuk fokus pada kecepatan, dan keputusan ini menjadikan Sonic salah satu franchise game yang paling dikenal di dunia. Sonic the Hedgehog mengalihkan konsep platformer ke arah momentum dan gerakan cepat. Level-levelnya memiliki loop, lereng, pegas, dan jalur bercabang yang dirancang untuk menjaga kecepatan sebanyak mungkin.
Game ini memberi penghargaan pada refleks cepat dan aliran ketimbang presisi yang hati-hati. Pendekatan ini segera memberikan identitas tersendiri pada seri ini. Penekanan Sonic pada kecepatan menginspirasi banyak game di kemudian hari. Banyak pengembang bereksperimen dengan mekanisme platforming yang lebih cepat karena Sonic membuktikan bahwa konsep itu bisa berhasil. Bahkan di luar katagori platformer, banyak game mulai menekankan pergerakan yang halus dan ritme yang lebih tinggi pada tahun 1990-an.
Persaingan antara Sega dan Nintendo juga memacu perkembangan industri gaming di era ini. Melihat iklan untuk Sonic the Hedgehog waktu kecil membuat game ini terasa lebih pemberontak dan energik dibandingkan platform-game lain pada saat itu. Pemasaran yang cerdas dan desain game yang fokus pada kecepatan, membantu mendefinisikan budaya gaming bagi seluruh generasi. Dan seperti Mario, Sonic terus berupaya menampilkan inovasi di dunia game, dengan bereksperimen di genre dan mekanisme baru.
4) Banjo-Kazooie

Kehadiran Banjo-Kazooie pada tahun 1998 dari Rare datang di saat 3D platformer semakin meningkat popularitasnya. Walau terinspirasi oleh Super Mario 64, game ini berhasil menemukan identitasnya sendiri lewat humor, interaksi karakter, dan eksplorasi berbasis pengumpulan. Kontribusi terbesar dari game ini adalah memperkenalkan konsep partner platformer. Banjo dan Kazooie bekerja sama sebagai duo, menggabungkan kemampuan untuk menjelajahi level dan memecahkan teka-teki. Dinamika ini membuat gameplay lebih bervariasi dan memberikan karakter-karakter yang lebih kuat.
Game ini juga merombak struktur pengumpulan yang menjadi tren di platformer akhir 90-an. Level-levelnya dipenuhi dengan Jiggies, catatan musik, rahasia tersembunyi, dan tujuan opsional. Eksplorasi menjadi sama pentingnya dengan keterampilan platforming. Pemain didorong untuk menjelajahi setiap sudut dunia sebelum hanya berlari menuju keluar. Kombinasi banjo dan kazooie membuat aspek ini jadi lebih menyenangkan dan memberi banyak alat bagi pemain.
Salah satu hal yang paling menarik saat menjelajahi Banjo-Kazooie hari ini adalah pesonanya. Rare mengisi game ini dengan dialog yang tak terlupakan, animasi ekspresif, dan dunia kreatif yang masih terasa unik bahkan bertahun-tahun setelahnya. Game ini menunjukkan bahwa platformer bisa menggabungkan mekanik gerakan yang kuat dengan humor dan kepribadian dengan cara yang belum banyak dicoba oleh pengembang lain. Hingga saat ini, penggemar masih berharap akan adanya remake resmi meski tahun-tahun berlalu tanpa tanda-tanda kehadiran itu.
3) Metroid

Sementara beberapa pemain berdebat apakah Metroid sepenuhnya dihitung sebagai platformer, pengaruhnya terhadap game eksplorasi berbasis gerakan tidak bisa disangkal. Dirilis pada tahun 1986 di NES, game ini memperkenalkan ide-ide yang nantinya membantu menciptakan genre Metroidvania bersama Castlevania: Symphony of the Night. Berbeda dengan banyak platformer di era itu, Metroid sangat fokus pada eksplorasi dan progresi melalui peningkatan kemampuan.
Pemain mengendalikan Samus Aran di dunia yang terhubung secara besar, di mana alat-alat baru membuka area-area yang sebelumnya tidak dapat diakses. Struktur tersebut mendorong pemain untuk kembali ke area lama dan memberi penghargaan bagi rasa ingin tahu dengan cara yang belum pernah dilakukan banyak game sebelumnya. Hingga kini, genre Metroidvania tetap menjadi salah satu gaya gaming terpopuler berkat fondasi yang diletakkan oleh Metroid. Game seperti Hollow Knight, Ori and the Blind Forest, dan Dead Cells semua membangun atas sistem yang pertama kali diperkenalkan bertahun-tahun lalu.
Atmosfer juga membuat Metroid mencolok. Lingkungan yang terisolasi, musik menghantui, dan kurangnya panduan menciptakan rasa kesepian dan penemuan yang khas. Bahkan sekarang, banyak pengembang indie menyebut Metroid sebagai salah satu inspirasi terbesar mereka karena betapa efektifnya game ini memadukan elemen platforming dengan eksplorasi dan desain dunia. Seri ini masih bergeliat berkat rilis game seperti Metroid Dread dan Metroid Prime 4: Beyond, menunjukkan bahwa seri ini tetap relevan baik di ruang 2D maupun 3D.
2) Super Mario 64

Jika Super Mario Bros. mendefinisikan platformer 2D, maka Super Mario 64 merevolusi desain game 3D secara keseluruhan. Dirilis bersamaan dengan Nintendo 64 pada tahun 1996, game ini menghadapi tantangan besar. Para pengembang di seluruh industri masih mencari cara untuk mentransisikan gameplay ke dalam dimensi tiga secara berhasil. Super Mario 64 segera memecahkan banyak masalah tersebut dan menjadi klasik yang instan, dengan beberapa orang masih menyebutnya sebagai game 3D Mario terbaik yang pernah ada.
Gerakan stick analog memberikan kontrol yang presisi, sementara sistem kamera memperkenalkan cara untuk menavigasi ruang 3D dengan mudah. Struktur level yang terbuka juga mendorong eksplorasi ketimbang progresi linier yang ketat. Hampir semua platformer 3D besar yang dirilis setelahnya mengambil inspirasi dari Super Mario 64. Game-game mulai mengadopsi dunia hub, progresi berbasis pengumpulan, gameplay yang fokus pada gerakan, dan eksplorasi bebas karena Nintendo menunjukkan seefektif apa sistem-sistem itu.
Game tersebut juga mempengaruhi harapan pemain. Sebelum Super Mario 64, banyak gamer hanya menginginkan gameplay 3D yang fungsional. Setelah peluncurannya, pemain mulai mengharapkan kedalaman, kebebasan, dan kontrol yang responsif di lingkungan 3D. Perubahan ini meningkatkan standar keseluruhan industri. Sangat sulit untuk mendiskusikan platformer yang berpengaruh tanpa mengakui betapa dramatisnya Super Mario 64 mengubah gaming itu sendiri. Hingga kini, banyak game yang mengambil inspirasi langsung dari klasik ini dan menampilkan gameplay retrospektifnya.
1) Super Mario Bros.

Pengaruh Super Mario Bros. terhadap platformer tidak boleh dianggap sepele. Ketika diluncurkan untuk NES pada tahun 1985, game ini menetapkan banyak prinsip desain inti yang masih dikejar hingga hari ini. Gerakan scrolling yang halus, lompatan berbasis momentum, rahasia tersembunyi, power-up, dan progresi level yang dirancang dengan hati-hati semua menjadi standar genre berkat game ini. Pengembang di seluruh industri sering mengacu pada game ini selama bertahun-tahun setelahnya.
Salah satu alasan game ini tetap berpengaruh adalah seberapa mudahnya diakses. Level pembuka dengan cerdik mengajarkan pemain mekanik permainan tanpa perlu tutorial yang panjang. Banyak desainer game modern masih mengacu pada World 1-1 sebagai salah satu contoh pengajaran lingkungan terbaik dalam sejarah gaming. Pemain belajar melompat, menghindari musuh, dan menemukan rahasia secara alami melalui permainan. Goomba di level ini memiliki salah satu persentase terbunuh tertinggi hanya karena cara game ini mengajarkan pemain untuk waspada terhadap sistem yang ada.
Sangat sulit untuk tidak mengagumi betapa tiada matinya game ini. Kembali ke Super Mario Bros. hari ini, kontrolnya tetap responsif dan memuaskan meski sudah berusia empat dekade. Keberlangsungan seperti ini hanya terjadi jika desain inti game terbukti sangat kuat. Mario yang asli benar-benar mengatur panggung untuk platformer ke depan. Dan Nintendo pun tidak melambat dalam hal game Mario, karena setiap seri terus menjadi hit besar.





