Era 2000-an jadi momen emas bagi film sci-fi, penuh inovasi dan keberanian dalam penceritaan. Sayangnya, banyak karya kreatif dari dekade itu diabaikan Hollywood saat merencanakan sekuel. Selama waktu itu, Hollywood masih berinvestasi pada film dengan anggaran menengah yang tidak bergantung pada franchise yang telah ada.
Di tengah lonjakan sekuel dan franchise besar, seperti film Transformers sampai Pirates of the Caribbean, Hollywood tampaknya kurang menghargai film-film sci-fi yang lebih dalam dan menggugah pikiran. Banyak film unik dari era ini, dari petualangan retro yang mendebarkan sampai thriller distopia dan sci-fi prestisius. Namun, ketika film-film tersebut tidak berhasil besar di box office, kesempatan untuk membuat sekuelnya pun sirna. Meskipun begitu, beberapa film sci-fi dari tahun 2000-an makin mendapatkan tempat di hati penggemar, bahkan berstatus kultus, dan masih layak untuk mendapatkan sekuel dua dekade kemudian.
Sky Captain and the World of Tomorrow (2004)
Sky Captain and the World of Tomorrow adalah film yang sepertinya ditakdirkan untuk menjadi franchise. Ini adalah salah satu film besar Hollywood pertama yang diambil seluruhnya di studio digital, dengan latar belakang berbasis komputer. Meskipun film seperti Sin City mendapat sekuel, film ini hanya muncul satu kali. Ceritanya berlangsung di tahun 1930-an, mengikuti pilot petualangan (Jude Law) dan reporter (Gwyneth Paltrow) yang menyelidiki serangan robot global. Dengan tampilan baru dalam genre sci-fi dan efek yang diakui secara kritis, film ini seharusnya mendapatkan sekuel. Sayangnya, film ini gagal di box office, dan studio menolak untuk melanjutkan cerita ini. Direktur Kerry Conran pun tak lagi membuat film panjang setelahnya.
Sunshine (2007)
Meskipun Sunshine tidak terkesan butuh sekuel, alurnya yang cerdas menjadikannya seharusnya jadi bagian dari sebuah franchise. Disutradarai oleh Danny Boyle, film ini menampilkan kru astronaut yang berusaha menghidupkan kembali matahari yang sekarat dengan membawa bom seukuran Manhattan. Premisnya berkelas tinggi, setara dengan 2001: A Space Odyssey. Meski mendapatkan ulasan positif dan kini menjadi klasik kultus, Boyle sendiri menolak ide sekuel. Namun, melihat kembali ke bumi setelah misi itu bisa jadi pengembangan cerita sci-fi yang menarik.
The Island (2005)
Keluarnya The Island pada 2005 memang kurang mendapat perhatian, tetapi kini film ini mendapatkan pengakuan baru berkat platform streaming seperti Netflix. Michael Bay dikenal dengan film blockbuster, dan ini pun tak terkecuali. Namun, di balik aksi dan kejar-kejaran mobil, film ini menyampaikan cerita yang lebih mendalam soal dua klon (diperankan oleh Ewan McGregor dan Scarlett Johansson) yang kabur setelah mengetahui mereka diprogram untuk dijadikan donor organ bagi orang kaya. Walaupun film ini gagal secara komersial, melihat klon di dunia luar bisa jadi ide menarik untuk sekuel, apalagi setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu, mungkin sambutan kali ini akan lebih positif.
Serenity (2005)
Dengan banyak penggemar yang menganggap Firefly sebagai serial sci-fi yang terpaksa dibatalkan, film Serenity memberikan penutup yang diinginkan banyak orang. Film ini mengambil risiko, meski beberapa hasilnya tidak terlalu memuaskan. Meskipun gagal di box office, ada benang cerita yang bisa ditindaklanjuti dalam sekuel. Beberapa anggota pemeran pun mengisyaratkan kemungkinan rilis animasi, meski kapan dan apakah itu akan terwujud masih menjadi tanda tanya.
Jumper (2008)
Di dirikan oleh Doug Liman dan dibintangi Hayden Christensen, Jumper bercerita tentang David Rice yang bisa teleportasi ke mana saja di bumi. Meskipun film ini berhasil secara box office, ulasan kritisnya sangat buruk. Rencana sekuel yang menyentuh tema perjalanan waktu dan pertarungan antara Jumper dan Paladin justru dibatalkan. Melihat dunia ini kembali di layar lebar layak untuk ditunggu.
Push (2009)
Push bercerita tentang orang-orang muda dengan kemampuan psikis yang bersembunyi dari pemerintah yang ingin memanfaatkan mereka. Meskipun film ini menghasilkan keuntungan kecil, cerita yang belum tuntas membuat penggemar berharap akan ada kelanjutan kisah. Elemen konspirasi pemerintah memberikan jaminan potensial bagi sekuel yang lebih menarik di masa depan.
Moon (2009)
Film debut Duncan Jones, Moon, adalah kisah mendalam tentang Sam Bell yang menyadari ada yang tidak beres dalam misinya sebagai penambang bulan. Dengan twist cerita yang mengejutkan dan tema yang kuat soal identitas, film ini memang layak untuk sekuel yang mengeksplorasi konsekuensi yang dihadapi di Bumi setelah pengungkapan tersebut.
District 9 (2009)
District 9 adalah film yang menghantui tentang alien yang terdampar di Bumi dan perlakuan mereka yang mencerminkan apartheid di Afrika Selatan. Meski Neill Blomkamp ingin mengembangkan District 10, rencana tersebut hingga kini belum teralisasi. Konflik human-alien yang berlangsung bisa menawarkan eksplorasi cerita yang menarik dalam sekuel.
Minority Report (2002)
Minority Report karya Steven Spielberg menawarkan pandangan futuristik pada masalah prediksi kriminal. Menampilkan Tom Cruise sebagai kepala unit PreCrime, film ini mempertanyakan keefektifan teknologi dalam mencegah kejahatan. Dengan dunia yang dihinggapi kepercayaan bahwa pembunuhan telah dihilangkan, nuansa ketidakpastian ini bisa menjadi titik awal sekuel yang menarik.
Children of Men (2006)
Mendapatkan pujian internasional, Children of Men menggambarkan dunia yang sekarat karena infertilitas. Saat seorang wanita mendapati dirinya hamil, banyak pihak berupaya merebutnya untuk memastikan kelangsungan spesies. Dengan akhir yang penuh harapan dan pesan mendalam, film ini sangat memerlukan sekuel untuk mengeksplorasi potensi kebangkitan umat manusia.





