Sheldon Cooper mungkin punya banyak teori ilmiah di “The Big Bang Theory,” dan Jim Parsons punya pandangannya sendiri tentang alasan di balik kesuksesan sitcom ini. Dalam wawancara dengan Vulture di tahun 2014, Parsons mengemukakan dua faktor utama yang bikin acara ini meroket dalam hal rating, dimulai dengan karakter utama yang tetap setia pada diri mereka sendiri. “Nggak ada yang harus diikuti,” ujarnya. “Kamu nggak perlu bilang, ‘Aku nggak nonton tiga musim pertama, dan sekarang mereka udah berurusan dengan pelacur, dan mereka nggak kerja di Mafia lagi, jadi aku bingung!’.”
“The Big Bang Theory” memperlihatkan karakter-karakternya berkembang dalam banyak hal—bahkan Sheldon akhirnya berhubungan seksual—tapi mereka tetap aja nerd. Penonton nggak perlu nonton semua episode “The Big Bang Theory” untuk tetap update, mereka bisa masuk dan keluar episode sesuka hati.
Alasan kedua bahkan lebih simpel—acara ini menyenangkan buat dilihat. Parsons percaya ini adalah salah satu alasan kenapa seri hits CBS ini juga populer di negara-negara non-Inggris. “Yang bikin aku bingung adalah—apa acara kita ini bisa disubtitel dengan baik?” Parsons menggambarkan. “Apalagi beberapa yang kita ucapkan, mengingat jargon ilmu pengetahuan. Jadi aku berpikir, ‘Mungkin ini memang cuma seru dilihat saja.’”




