Banyak anime yang diadaptasi dari manga, tapi enggak semua anime bisa menggali semua isi materinya — bahkan yang berhasil pun kadang enggak setia. Banyak seri yang mengubah akhir cerita atau alur penting selama proses adaptasi. Contohnya, hits seperti Death Note, Fruits Basket tahun 2019, dan Soul Eater juga dapat banyak kritik karena mengubah cerita asli mereka. Beberapa, seperti Hunter x Hunter, tetap optimal meskipun enggak ada kesimpulan definitif — tapi sulit untuk bilang mereka mencakup seluruh manga jika sumber materinya masih belum selesai.
Ada juga adaptasi yang setia meski belum selesai. Seri panjang seperti One Piece, Bleach, dan JoJo’s Bizarre Adventure juga belum menuntaskan manga mereka, meski semua sedang dalam perjalanan. Sementara itu, show baru seperti Demon Slayer, Jujutsu Kaisen, dan Chainsaw Man umumnya setia, tapi mereka harus tetap konsisten untuk masuk ke daftar ini. Mengingat banyaknya pembatalan, perubahan dalam anime, dan banyaknya seri yang belum selesai, menemukan adaptasi yang sudah tuntas dengan sumber materinya adalah hal yang bikin bersemangat. Apalagi kalau mereka mampu memberikan keadilan pada cerita aslinya — atau bahkan lebih baik dari itu.
7) Naruto
Naruto punya banyak filler, tapi tetap fokus pada satu tujuan utama: menghidupkan cerita Masashi Kishimoto di layar. Dengan tambahan yang banyak, memang butuh waktu lebih lama untuk menikmatinya. Namun, adaptasi ini berhasil menangkap bagian-bagian yang canon, menampilkan perjalanan Naruto dan menyajikan banyak momen aksi serta emosi. Dengan panduan filler online, penonton bisa lebih mudah memilih mana yang mau ditonton. Ini bikin pacing-nya lebih cepat, tapi beberapa penonton mungkin justru menikmati filler, hanya karena ingin lebih lama bersama karakter-karakternya. Naruto adalah seri yang enggak boleh dilewatkan; baik manga maupun anime-nya wajib dibaca dan ditonton. Ini satu-satunya dari Big Three yang sudah menyelesaikan tayangan anime-nya, dan ini adalah klasik, meskipun pengalaman menontonnya sedikit berbeda dibanding dengan membaca manga.
6) Dragon Ball/Dragon Ball Z
Dragon Ball dan Dragon Ball Z adalah adaptasi yang cukup setia terhadap manga bikinan Akira Toriyama, meski mereka memperpanjang beberapa pertarungan dan menambahkan filler. Namun, hal tersebut enggak mengurangi daya tariknya. Bahkan, bagi banyak fans, tambahan itu justru memperkaya pengalaman — Namun, bagi yang lainnya, filler ini mudah untuk di-skip tanpa kehilangan bagian penting dari ceritanya. (Ada juga Dragon Ball Z Kai, yang dianggap versi yang lebih setia.) Enggak heran kalau anime ini dianggap klasik; meskipun enggak 1:1 dengan manga, tapi tetap pantas dihargai.
5) Gintama
Lewat seri utamanya, OVA, dan film-filmnya, Gintama berhasil mengadaptasi keseluruhan cerita dari manga karya Hideaki Sorachi — dan melakukannya dengan baik. Anime Gintama minimal sama baiknya dengan sumber materinya, bahkan bisa dibilang lebih hebat. Elemen komedi dalam cerita ini semakin hidup berkat performa di adaptasinya, sesuatu yang enggak bisa didapatkan dari manga. Seri ini berhasil menangani aspek-aspek paling menantang dari cerita asli dengan baik, dan bahkan meningkatkannya. Baik manga maupun anime Gintama harus dicoba, karena keduanya layak untuk dinikmati.
4) Mob Psycho 100
Mob Psycho 100 adalah adaptasi yang setia dari manga karya ONE, dan berhasil menghidupkan cerita ini di layar dengan cara yang keren. Kisah coming-of-age supernatural ini sama menariknya baik di layar maupun di panel manga, ditambah visual yang vibrant dan animasi eksperimental yang membawa pengalaman baru. Anime ini mengangkat momen-momen emosional dan tema-tema utama dari manga sepanjang tiga season-nya, menawarkannya sebagai pengalaman yang berharga sebagai anime. Ini adalah kesuksesan besar, apalagi setelah isu yang terjadi dalam adaptasi series lain dari ONE, One-Punch Man.
3) My Hero Academia
My Hero Academia kini telah menyelesaikan delapan season-nya, dan begitu juga episode spesialnya, atau “finale yang sebenarnya.” Selama itu, My Hero Academia sepenuhnya mencakup manga karya Kōhei Horikoshi dengan sangat sedikit deviasi. Hampir semua yang terjadi dalam anime benar-benar terinspirasi langsung dari halaman manga. Seri ini berhasil menonjolkan momen-momen penting dan mendebarkan dari kisah Deku, termasuk momen-momen kecil yang lebih pelan. Hasilnya, karakter-karakter dalam My Hero Academia terasa akrab sebelum mereka terjun ke dalam bahaya. Ini yang membuat anime ini begitu menarik, dan terbukti menjadi hit di seluruh dunia.
2) Attack on Titan
Attack on Titan berhasil mengadaptasi keseluruhan cerita karya Hajime Isayama dalam empat season-nya, dan anime ini bahkan mampu meningkatkan kualitas dari manga. Meskipun manga ini adalah karya masterpiece, bukan berarti tanpa cela — khususnya dalam hal pacing dan pengungkapan lore yang besar. Anime Attack on Titan menyelesaikan masalah-masalah itu tanpa terlalu menjauh dari cerita aslinya. Introduksi Marley mengalir lebih mulus, tapi maknanya tetap terjaga. Itulah yang diharapkan dari setiap adaptasi. Attack on Titan tahu apa yang harus dipotong, apa yang harus dipertahankan, dan bagaimana menjaga diskusi sentral di tengah semuanya.
1) Fullmetal Alchemist: Brotherhood
Adaptasi Fullmetal Alchemist yang asli mungkin melewati manga dan mengambil arah yang berbeda, tapi Fullmetal Alchemist: Brotherhood terbukti sebagai adaptasi yang sempurna. Ini adalah remake anime langka yang lebih baik daripada yang sebelumnya, utamanya karena kesetiaannya. Berbeda dengan pendahulunya, Fullmetal Alchemist: Brotherhood punya sumber materi yang sudah selesai. Ia mencakup seluruh manga Hiromu Arakawa, dan sama menarik, menawan, serta emosional saat ditampilkan di layar seperti di halaman. Meskipun ada sedikit perbedaan antara manga dan Brotherhood, tapi itu enggak sampai mengurangi cerita. Secara keseluruhan, seri ini menjadi standar tinggi untuk adaptasi-anime lainnya.





