Beberapa film sepertinya tidak pernah pergi dari kultur pop. Mereka hanya menunggu momen yang tepat untuk kembali. Begitu pula dengan The Devil Wears Prada, yang kembali menggandeng penonton di layanan streaming seiring dengan semakin dekatnya rilis sekuelnya. Hampir dua dekade berlalu, film ini masih terasa tajam, lucu, dan penuh kutipan yang bikin ngena, menjadikan comeback ini lebih sebagai pengingat daripada kejutan.
Film originalnya tetap jadi primadona di ekosistem streaming Disney, seiring dengan semakin gencarnya promosi The Devil Wears Prada 2 menjelang rilis di bioskop. Momen ini terasa pas banget. Hype sekuel membantu menarik perhatian, tapi film pertamanya juga mendapatkan sorotan anyar karena banyak yang masih cinta abis sama film ini.
Para bintangnya ada Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel. Ini adalah salah satu contoh terbaik bagaimana sebuah film semakin besar seiring waktu. Menjelang sekuel ini, penonton kembali nonton The Devil Wears Prada karena alasan yang sama seperti saat pertama kali terpesona.
Kenapa The Devil Wears Prada Layak Ditonton?
Menurut ulasan Roger Ebert, The Devil Wears Prada berfungsi dengan baik sebagai cerita karier yang seru dan glamor, terutama dengan dua pemeran utama yang kuat. Film ini mengisahkan tentang Andy, seorang lulusan baru yang mendapatkan pekerjaan di sebuah majalah fashion terkemuka dan dengan cepat terjerumus ke dalam dunia yang menuntut, melelahkan, dan tidak bisa diabaikan. Ceritanya mungkin tidak terlalu dalam, tapi tetap menghibur dan mudah untuk terlarut di dalamnya. Filmmya stylish, tajam, dan penuh momen-momen kecil yang membuat dunia fashion terasa konyol sekaligus menarik. Namun, salah satu kelemahannya adalah beberapa hubungan pendukung terasa kurang meyakinkan, terutama kehidupan cinta Andy yang tidak terbangun kuat seperti alur cerita yang lain.
“Meryl Streep memang tampil anggun dan berkuasa sebagai Miranda, sementara Anne Hathaway sukses memperlihatkan sisi karier yang meyakinkan. Saya juga suka penampilan Stanley Tucci sebagai Nigel, direktur fashion majalah, yang meskipun ambisius, tetap baik hati dan observatif. Namun, saya pikir seharusnya peran oleh [Adrian] Grenier dan [Simon] Baker dibalik. Grenier justru lebih terlihat sebagai penulis New York yang tipikal, sementara Baker lebih mencerminkan ketulusan Midwest, yang masuk akal karena ia berasal dari Australia, yang jadi Midwest di belahan bumi selatan.”
Untuk yang ingin bernostalgia atau bahkan baru mau nonton, The Devil Wears Prada sudah tersedia di berbagai platform streaming sekarang. Film ini adalah jam tangan yang tidak boleh terlewatkan bagi para penggemar film dan fashion.



