Home Series 5 Trilogi Buku yang Dijamin Kualitasnya dari Awal hingga Akhir
Series

5 Trilogi Buku yang Dijamin Kualitasnya dari Awal hingga Akhir

Share
5 Trilogi Buku yang Dijamin Kualitasnya dari Awal hingga Akhir
Share

Banyak cerita luar biasa yang diceritakan dalam bentuk trilogi buku, dan yang terbaik mampu mempertahankan kualitasnya hingga akhir. Ini bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Ada alasan mengapa istilah “second-book syndrome” ada, dan hampir semua dari kita bisa menyebutkan setidaknya satu trilogi dengan akhir yang mengecewakan, yang merusak keseluruhan cerita. Menulis satu karya masterpiece saja sudah tantangan, apalagi sampai tiga sekaligus. Nah, inilah yang membuat trilogi dengan tiga novel nyaris sempurna sangat mengesankan.

Triloginya yang merupakan masterpiece harus memiliki pacing yang tepat, narasi menyeluruh yang menarik, dan pertumbuhan yang memuaskan dari buku ke buku. Setiap buku harus bisa berdiri sendiri dengan cerita yang terperinci, memiliki pembukaan, tengah, dan penutupan yang kuat, sambil tetap berkontribusi pada gambaran yang lebih besar. Berikut beberapa trilogi mengesankan yang berhasil menguasai hal ini, dari kisah dystopian YA yang sangat dicintai hingga kisah fantasi yang kurang dikenal dari seorang penulis populer.

5) The Hunger Games oleh Suzanne Collins

The Hunger Games adalah salah satu cerita dystopian paling berpengaruh di pasaran, dan trilogi Suzanne Collins telah menjadi klasik modern sejak buku pertamanya dirilis pada 2008. Meskipun ledakan dystopian YA pada tahun 2010-an sudah berlalu, buku-buku Collins tetap menjadi bagian besar dari percakapan budaya. Sebenarnya, buku-buku ini bahkan sepertinya semakin baik seiring berjalannya waktu. The Hunger Games adalah contoh utama dari trilogi yang tidak menderita dari sindrom buku kedua—Catching Fire adalah yang terbaik dari ketiga buku ini—dan Mockingjay memberikan kesimpulan yang hampir sempurna untuk kisah Katniss. Ketiga buku ini ditulis dengan mahir, memiliki komentar yang dalam dan cukup detail untuk dibaca berkali-kali. Dengan karakter yang menyenangkan, tema politik yang sering terasa dekat dengan kehidupan kita, serta aksi yang menegangkan dan momen emosional, mereka beresonansi di banyak level.

Inline – AWS Open Trip
Baca juga  Ulasan 'Maul – Shadow Lord': Petualangan Gelap yang Wajib Ditonton!

4) The First Law oleh Joe Abercrombie

Cover dari The Blade Itself, Before They are Hanged, dan Last Argument of Kings

Trilogi First Law karya Joe Abercrombie adalah salah satu kisah grimdark fantasy yang paling sering direkomendasikan, dan memang, trilogi ini adalah masterclass dari The Blade Itself sampai Last Argument of Kings. Meski buku pertama dimulai agak lambat, kelebihan cerita ini sepenuhnya menutupi kekurangan itu. Abercrombie jago banget dalam menulis karakter yang rumit dan dunia yang tanpa ampun, dan pengaturan dari buku pertama membawa narasi ini melalui dua buku berikutnya yang menggenapi perjalanan tersebut. Trilogi ini cerdas, dalam, dan kadang kala gelap namun komedik, serta seringkali membawa pembaca ke arah yang tidak terduga. Beberapa kekurangan sangat minim, dan para penggemar The First Law tentu akan menikmati spinoff dan trilogi sekuel karya Abercrombie—semua memiliki kualitas yang sama mengesankannya.

3) The Broken Earth oleh N.K. Jemisin

Cover dari The Fifth Season, The Obelisk Gate, dan The Stone Sky

Trilogi The Broken Earth adalah tambahan yang sangat dihargai dalam genre fiksi ilmiah dan fantasi, dan seri karya N.K. Jemisin ini semakin baik di setiap bukunya. The Fifth Season dibuka dengan sangat baik, meskipun bab-bab sudut pandang orang kedua dan struktur narasi membutuhkan penyesuaian. Namun, ini digunakan dengan sangat baik dalam cerita, dan begitu semuanya berjalan, pembaca akan terkesan bagaimana semuanya terjalin dengan apik. Sekuel-sekuelnya memperluas dunia cerita dan memberikan kedalaman lebih, dan The Stone Sky menutup trilogi dengan cara yang cocok dan emosional. Tak heran jika seri Jemisin meraih tiga Hugo Awards, karena dia berhasil menulis tiga novel luar biasa yang tetap menjadi salah satu karya fiksi genre terbaik.

2) Mistborn Era 1 oleh Brandon Sanderson

Cover dari trilogi Mistborn asli oleh Brandon Sanderson

Walaupun The Final Empire tetap menjadi yang terkuat dari seri ini, trilogi Mistborn asli karya Brandon Sanderson terdiri dari tiga bacaan fantasi yang sangat menggugah. Prosa Sanderson membuat cerita ini mudah diakses dan cepat dibaca, sementara dunia dan sistem magisnya diciptakan dengan baik dan diperluas di setiap installment. Karakter-karakternya juga berkembang dengan baik, dan perjalanan pertumbuhan mereka sangat memuaskan. Mistborn Era 1 terus memberikan kejutan dari buku pertama sampai akhir The Hero of Ages. Setiap judul karya Sanderson memiliki kualitas luar biasa, dan cara penulis menyusunnya membuat trilogi ini menjadi sebuah masterpiece fantasi.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Batalnya Reboot Buffy: Kesempatan untuk Hadirkan yang Lebih Baik!

1) The Divine Cities oleh Robert Jackson Bennett

Cover dari The Divine Cities

Trilogi buku yang kurang dikenal tetapi terdiri dari tiga buku nyaris sempurna adalah The Divine Cities karya Robert Jackson Bennett. Dunia dan karakternya berhasil menarik perhatian pembaca, membuat momen-momen emosional terasa sangat mendalam di City of Stairs dan sekuel-sekuelnya. Di installment selanjutnya, Bennett menunjukkan keahlian dalam mempertahankan momentum dan membuat pembaca merasakan berbagai emosi, yang membuat trilogi ini sangat mengesankan. Sungguh mengejutkan jika trilogi ini tidak mendapatkan lebih banyak perhatian, terutama setelah suksesnya The Founders Trilogy—sebuah masterclass lain dalam bercerita—dan buku-buku terbaru Bennett, Shadow of the Leviathan.

Inline – HLD One Day Trip
Share