Sebuah film aksi sci-fi baru sedang mengambil alih Netflix, menggeser posisi Jurassic World: Rebirth dari puncaknya dengan cerita yang terasa mengingatkan kita pada Predator tapi dengan sentuhan mecha. Ketika film ini juga diklaim sebagai karya yang kembali ke akar genre aksi klasik dan tidak malu-malu menunjukkan identitasnya, apa yang bisa tidak disukai dari itu?
War Machine, yang dimulai dengan ledakan yang sangat mengguncang, dibintangi oleh Alan Ritchson (Reacher) sebagai seorang prajurit yang hanya dikenal dengan nomor 81. Dalam film ini, dia untuk kedua kalinya memimpin sekelompok Ranger Angkatan Darat AS dalam misi pelatihan—yang sebelumnya memberikan konsekuensi mematikan dan traumatis bagi dirinya. Namun pelatihan bukan satu-satunya hal yang dihadapi para prajurit ini. Menjelang tahap akhir latihan, mereka terpaksa berjuang untuk hidup mereka melawan ancaman yang tidak terbayangkan. Hingga saat ini, film ini mendapatkan respon yang cukup berimbang dari para kritikus dan penonton, dengan skor 68% dan 74% secara berturut-turut.
Old-School dan Penuh Aksi
Kritikus terbagi pendapat tentang War Machine. Beberapa menganggap film ini mendorong elemen yang klise dan mengada-ada dalam usahanya untuk menarik perhatian penonton yang menyukai Predator asli atau bahkan Rambo. Meski memang film ini adalah pertarungan klasik antara prajurit dan makhluk asing, itu bukanlah hal yang begitu buruk. Kadang-kadang, apa yang kita butuhkan adalah film penuh aksi yang ganas, mengingatkan kita pada apa yang sangat populer di tahun 80-an. “Saga aksi sci-fi ini lebih menekankan pada otot daripada otak, meskipun tidak berhasil menjelajahi teritori baru yang berarti,” kata Todd Jorgenson dari Cinemalogue.
Akan tetapi, ada juga kritikus dan penonton lain yang menyatakan sebaliknya. Mereka merasa bahwa dialog-dialog konyol dan aksi yang hampir tidak berhenti itu sangat menghibur. Apakah War Machine harus selalu menjelajahi hal-hal baru? Kritikus Tasha Robinson dari Polygon mengatakan dengan baik, “Kesenangan yang ditawarkan film aksi sci-fi War Machine di Netflix ini sederhana, jelas, dan bisa membuat jantung berdebar. Ada benang merah berkaitan dengan kemampuan di sini, baik dalam apa yang terlihat di layar maupun apa yang jelas terjadi di baliknya.”
Faktanya adalah bahwa War Machine tidak sepenuhnya orisinal dan kadang-kadang terlalu serius dalam beberapa bagian, serta mengikuti formula yang sudah ada. Tapi itu tidak mengurangi fakta bahwa film ini, secara sederhana, adalah kesenangan yang sangat memuaskan—dan kadang-kadang, itulah yang dibutuhkan sebuah film. Tidak ada cara yang lebih buruk untuk menghabiskan dua jam daripada menontonnya.




