Presiden dan salah satu pendiri Kyoto Animation, Hideaki Hatta, telah berpulang pada 16 Februari 2026 akibat penyakit yang dideritanya. Hatta berusia 76 tahun. Kabar ini diumumkan oleh studio dalam pernyataan resmi yang menyatakan rasa terima kasih mendalam atas dukungan yang diberikan kepadanya selama hidup. Upacara pemakaman dilaksanakan secara pribadi bersama keluarga, dan perusahaan meminta agar tidak ada pengiriman bunga, uang duka, atau kunjungan.
Hatta telah memimpin Kyoto Animation selama lebih dari empat dekade sejak didirikannya secara resmi pada tahun 1985. Sebenarnya, perusahaan ini didirikan pada tahun 1981 oleh istrinya, Youko Hatta, sebagai bisnis subkontrak yang mengkhususkan diri dalam penyelesaian animasi (pewarna). Di bawah kepemimpinan Hatta, perusahaan yang sekarang dikenal luas tersebut tumbuh menjadi salah satu studio animasi yang paling dihormati dan dikenal secara global di Jepang.
Dengan moto “Yotte takatte tsukuru” yang bisa diterjemahkan sebagai “kerja sama tim”, Hatta mengusung filosofi produksi yang terfokus pada kolaborasi, kestabilan pekerjaan, dan integritas kreatif. Berbeda dari banyak studio lain yang mengandalkan tenaga kerja lepas, Kyoto Animation mempekerjakan seniman sebagai staf penuh waktu, memberikan gaji yang stabil dan pelatihan di dalam perusahaan, sambil tetap mempertahankan basis produksinya di Kyoto, bukan di Tokyo.
Mulai tahun 2000-an, studio ini melahirkan berbagai karya yang mendapat pengakuan luas, seperti Suzumiya Haruhi no Yuuutsu (The Melancholy of Haruhi Suzumiya), K-On!, dan Hibike! Euphonium (Sound! Euphonium). Kerajinan tangan yang teliti dan animasi karakter yang ekspresif dari Kyoto Animation mendapatkan pujian luas dan memunculkan istilah dalam industri, yaitu “KyoAni Quality”.
Memimpin di Saat Tragis
Masa kepemimpinan Hatta diwarnai dengan tragedi yang mendalam; pada Juli 2019, studio Kyoto Animation di Studio 1, Fushimi Ward, Kyoto mengalami serangan kebakaran yang mengakibatkan 36 karyawan meninggal dan banyak lainnya terluka. Saat itu, sekitar 40% dari 176 karyawan studio terdampak akibat insiden tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Hatta mengambil tanggung jawab utama atas respons perusahaan dan upaya pemulihan. Ia mengawasi langkah-langkah dukungan bagi para korban dan keluarga mereka, mengelola pemulihan studio, dan secara bertahap melanjutkan aktivitas produksi. Di tahun 2020, Kyoto Animation kembali membuka lowongan untuk karyawan baru, menandakan komitmen jangka panjang untuk membangun kembali.
Sampai tahun 2025, studio ini mencapai tonggak penting: siaran anime televisi baru yang sepenuhnya dikembangkan setelah serangan tersebut. Pada acara peringatan enam tahun tragedi, Hatta berjanji bahwa perusahaan akan terus melangkah “bersama dengan harapan dari 36” yang hilang. Ia kemudian menekankan kembali tekad studio untuk menciptakan karya-karya yang “akan kita banggakan,” menyatukan baik staff veteran maupun yang bergabung setelah tragedi.
Penerus
Setelah kepergian Hatta, putranya, Shinichirou Hatta, diangkat sebagai presiden baru. Dalam pernyataannya, Kyoto Animation menegaskan kembali komitmennya untuk meneruskan cita-cita Hatta, terus “menciptakan karya bersama” yang bisa dinikmati oleh penonton di seluruh dunia.
Hideaki Hatta dikenang tidak hanya sebagai eksekutif studio, tetapi juga sebagai pemimpin yang mengubah model kerja di industri animasi Jepang, menunjukkan ketahanan di tengah tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memegang teguh keyakinan bahwa animasi adalah, di atas segalanya, sebuah tindakan kolektif yang penuh dedikasi dan perhatian.





