Reuni antara Aegon dan Aemond di season 3 House of the Dragon berakhir mengejutkan. Alih-alih bentrokan berdarah, mereka justru menjalin perdamaian. Setelah Aemond berusaha membunuh Aegon di season 2 dan merebut kekuasaannya, Aegon bersumpah akan membalas dendam setelah melarikan diri dari King’s Landing. Namun, saat Aegon bertemu kembali dengan Sunfyre dan terbang ke Harrenhal untuk menghadapi Aemond di finale musim ketiga—mengungkapkan bahwa ia selamat dan berencana membunuh Aemond—Aegon akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan sang adik dan memintanya membantu merebut kembali Iron Throne.
Peristiwa reuni Aegon dan Aemond di Harrenhal ini nggak ada dalam buku Fire & Blood karya George R.R. Martin. Jadi, konteks kejadiannya dan alasan Aegon memilih untuk mengampuni Aemond benar-benar eksklusif untuk serial ini. Dalam konferensi pers yang dihadiri ScreenRant, showrunner House of the Dragon, Ryan Condal, menjelaskan kenapa Aegon tidak membunuh Aemond meskipun sebelumnya mengatakan akan melakukannya. Dia menjelaskan perubahan mendalam pada Aemond dan potensi kerjasama dengan Vhagar membuat Aegon enggan melepas kesempatan tersebut saat mencoba merebut takhta.
Ryan Condal: “Aegon banyak belajar di season 3. Meski dia masih marah pada saudaranya dan punya agenda tersendiri, Aegon sadar bahwa dia sebenarnya pantas mendapatkan banyak hal yang terjadi padanya, mungkin dalam beberapa cara. Dia harus belajar menjadi raja yang lebih baik dan mungkin perlu berjalan di antara rakyat sebagai seorang pengemis.”
“Ironisnya, Aegon, yang kini jauh dari takhta, mengalami perkembangan karakter yang luar biasa. Dia menjadi sosok yang lebih kompleks dan mungkin lebih layak untuk memimpin. Jika Aegon tiba-tiba membunuh Aemond, itu jelas tidak akan menunjukkan pertumbuhan karakter. Melihat perubahan Aemond dan kondisi di mana dia berada dengan dragonnya menjadi kunci. Dia kini memiliki legitimasi yang luar biasa, dan membunuh orang yang bisa jadi sekutu terkuatnya akan merusak semua itu.”
Aegon yang kita lihat di season 1 atau 2 mungkin langsung membunuh Aemond tanpa ragu. Namun, perjalanan di season 3 membuatnya kehilangan kekuasaan, hidup di antara rakyat, dan belajar lebih banyak tentang apa artinya memimpin. Membunuh Aemond hanya akan memberikan kepuasan balas dendam sesaat, tetapi akan menjadikannya seorang kinslayer dan kehilangan kekuatan sebagai pengendara Vhagar.
Meski Aegon telah mendapatkan kembali Sunfyre dan dukungan dari orang-orang Westeros setelah “kembalinya yang messianis“, dia masih harus menghadapi banyak naga kuat seperti Rhaenyra dan Syrax, Daemon dan Caraxes, serta Addam dan Seasmoke. Aegon butuh semua kekuatan yang bisa dia kumpulkan untuk mengalahkan Rhaenyra dan merebut kembali Iron Throne, yang sepertinya hampir tidak mungkin tanpa Aemond dan Vhagar di pihaknya.
Condal juga menjelaskan bahwa Aegon melihat perubahan drastis pada Aemond yang membuatnya lebih ragu untuk membunuh saudaranya. Kesombongan, kerakusan, dan nafsu kekuasaan Aemond tampaknya lenyap, bahkan Aemond mengundang Aegon untuk membunuhnya sebagai hukuman yang pantas. Jika keduanya tidak mengalami perubahan ekstrem saat bersembunyi, bisa jadi stand-off brutal antara dua anggota keluarga Targaryen akan terjadi.
Walau Condal mengisyaratkan bahwa Aemond dan Aegon masih akan meragukan satu sama lain di season 4 House of the Dragon, sepertinya aliansi mereka akan lebih kuat dari sebelumnya saat prekuel hit Game of Thrones ini kembali. Di akhir adegan finale season 3, Aegon mengungkapkan rencananya untuk menemukan naga Vhagar milik Aemond yang hilang, pergi ke Tumbleton untuk menempatkan Daeron dan Ormund, kemudian march ke King’s Landing untuk membunuh Rhaenyra dan menempatkan Aegon kembali di Iron Throne.
Kematian Ormund, Daeron yang tampaknya hilang, dan Tumbleton yang hancur tentu akan mengkomplikasi rencana mereka, tetapi tujuan utama untuk merebut Iron Throne tetap ada. Selain itu, reaksi Alys Rivers terhadap rencana Aegon untuk Aemond masih misterius, mengingat keduanya kini bertunangan dan Alys ingin membangun kekaisaran Targaryen bersama Aemond di Harrenhal. Meskipun kedua putra Alicent tampaknya kembali bersatu, jalannya nggak akan mulus di House of the Dragon season 4.
Reaksi Kita
Gila, jadi makin seru ya! Kayaknya bakal seru banget kalau rencana Aegon dan Aemond ini beneran terwujud, apalagi dengan segala drama dan intrik di sekitarnya. Semoga aja season 4 bisa memperlihatkan bagaimana aliansi ini berkembang dan tantangan yang harus mereka hadapi. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!


