The genre cyberpunk sepertinya berutang banyak kepada “Ghost in the Shell” karya Masamune Shirow, sebuah manga ikonik dari tahun 1989 yang menginspirasi banyak adaptasi, termasuk film kontroversial yang dibintangi Scarlett Johansson. Kini, franchise sci-fi ini kembali muncul dengan anime baru yang sudah rilis episodenya di Prime Video. “The Ghost in the Shell” buatan Science Saru berusaha untuk tetap setia pada sumbernya sambil menciptakan identitasnya sendiri yang unik.
Director Mokochan mengatakan, “Saat saya membaca ulang manga aslinya, saya terkejut betapa akuratnya anggapan tentang teknologi seperti AI,” memuji visi Shirow yang sangat tajam meski sudah lebih dari 30 tahun lalu.
Di episode pertama, kita dikenalkan pada Major Motoko Kusanagi, yang menjadi pemimpin skuad cyborg dari unit khusus rahasia yang menjalankan misi berbahaya. Kali ini, penggambaran Motoko lebih playful dan ceria dibandingkan versi-versi sebelumnya di film “Ghost in the Shell” karya Mamoru Oshii pada tahun 1995 dan serial “Ghost in the Shell: Stand Alone Complex” di tahun 2002. Versi baru ini mendekati karakterisasi yang lebih santai dari manga Shirow.
Latarnya adalah New Port City, sebuah metropolis ramai yang penduduknya telah mengadopsi teknologi sibernetik. Di dunia ini, otak manusia bisa dipindahkan ke dalam pembungkus mekanik untuk akses jaringan online yang mulus, sementara “ghost” atau kesadaran manusia tetap utuh.
Ghost in the Shell telah membentuk sci-fi selama bertahun-tahun
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau anime ini berhasil menyajikan cerita yang lebih mendalam tanpa kehilangan humor konyol yang bikin kita terhubung dengan karakter-karakternya. Semoga aja Science Saru nggak mengulang kesalahan adaptasi yang pernah ada dan bisa membawa “Ghost in the Shell” ke level yang baru. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis ke depannya!





