Home Series Ulasan Seru ‘Adventure Time: Side Quests’ – Petualangan Baru yang Wajib Ditonton!
Series

Ulasan Seru ‘Adventure Time: Side Quests’ – Petualangan Baru yang Wajib Ditonton!

Share
Ulasan Seru 'Adventure Time: Side Quests' - Petualangan Baru yang Wajib Ditonton!
Share

Di episode perdana Adventure Time: Side Quests, ada momen di mana Finn (suara oleh Sasha Knight, menggantikan Jeremy Shada) mendapat senjata crossbow dan langsung membuat keputusan yang sembrono. Ia terobsesi dengan punya kekuatan dan ingin membuktikan betapa jantan dirinya. Jake (John DiMaggio, kembali memerankan perannya yang ikonik) selalu hadir sebagai suara akal sehat, berusaha keras menjaga sahabatnya agar nggak mengubah setiap masalah kecil menjadi bencana besar. Dalam beberapa menit, jelas bahwa Side Quests paham betul apa yang bikin penonton jatuh cinta dengan Adventure Time sejak awal.

Seri asli Adventure Time, yang tayang dari 2010 hingga 2017 di Cartoon Network, awalnya beralih dari kelucuan aneh menjadi salah satu waralaba animasi paling ambisius yang pernah ada. Kreator Pendleton Ward berhasil membangun mitologi yang luas dan penuh dengan hubungan kompleks, perkembangan karakter emosional, serta lore yang bikin fans berspekulasi selama bertahun-tahun. Meskipun pertumbuhan ini jelas bagian dari daya tarik Adventure Time, ini juga menciptakan batasan yang agak menakutkan bagi pendatang baru.

Kembali ke Akar

Berbeda dengan itu, Adventure Time: Side Quests yang dibuat untuk Disney+ dan Hulu, mengambil pendekatan yang lebih sederhana. Alih-alih menambah layer ke mitos yang sudah besar ini dengan cara yang menarik, seperti dalam spin-off Distant Lands dan Fionna and Cake, seri ini kembali ke dasar. Berlatar di tahun-tahun awal Adventure Time, Finn dan Jake menjalani petualangan episodik yang mandiri di dunia Ooo yang aneh dan penuh warna. Lawakan datang dengan cepat, dan semua karakternya sedikit gila. Keputusan ini langsung terbukti efektif.

Inline – HLD Private Trip

Nuansa ini sangat mirip dengan kebangkitan Cartoon Network baru-baru ini seperti The Wonderfully Weird World of Gumball dan Regular Show: The Lost Tapes; acara yang menyadari penonton masih mencintai dunia ini tapi nggak perlu belajar banyak tentang kontinuitas untuk dapat menikmatinya. Side Quests jadi titik masuk yang ideal untuk penonton baru dan sekaligus menarik bagi penggemar lama yang mungkin kangen sama karakter-karakter ini.

Baca juga  Marvel Hadirkan Spesial Disney Terpanjang dalam 4 Tahun: Episode Ini Jadi yang Terlama!

Yang paling penting, Side Quests itu lucu. Benar-benar lucu. Dipimpin oleh showrunner berpengalaman Nate Cash, yang terkenal dengan karyanya di SpongeBob SquarePants dan Over the Garden Wall, seri ini nggak pernah lupa dengan esensi dari Adventure Time. Pertama dan terutama, ini adalah kartun yang sangat kartun — yang mampu menyampaikan komedi aneh dengan kecepatan tinggi dan karakter yang aneh tapi dicintai.

Kembali ke Tanah Fantastis Ooo

Di musim pertama ini, Finn mencoba mengasingkan diri setelah ketakutan oleh seekor lebah di depan semua orang. Raja Es (yang legendaris, Tom Kenny, kembali) terpaksa mengasuh Pangeran Goblin yang tidak terkendali. Banyak karakter baru, seperti Joey Waffles (seorang troll yang selalu menderita dan nggak bisa berhenti membuang trauma pada Jake) juga diperkenalkan. Side Quests terus menemukan cara baru untuk mengeksploitasi absurditas komedi Ooo.

Inline – AWS Open Trip

Humor dalam seri ini tetap menyenangkan dan tak terduga dari episode ke episode. Satu menit menyaksikan duel konyol, menit berikutnya Jake mempertanyakan mengapa ia merasa haus meskipun sudah “meminum air laut tanpa henti.” Lalu, tiba-tiba, seluruh episode menjadi eksplorasi mendalam tentang rasa malu, yang berujung pada pernyataan konyol bahwa “Rasa malu itu kotor! Saatnya untuk membuangnya!” Komitmen penuh terhadap lelucon adalah salah satu kekuatan terbesar dari acara ini.

Versi baru Raja Es ini juga menjadi sumber komedi yang tiada habisnya. Obsesi putus asanya untuk menemukan putri-putri yang sama sekali tak ingin bersamanya tetap menciptakan tawa, dan ada sesuatu yang anehnya abadi tentang bagaimana perilakunya mencerminkan hubungan parasocial modern. Dia konyol, menyedihkan, dan anehnya bisa dimengerti pada saat yang sama.

Menyatukan Karakter Pendukung yang Disukai

Karakter yang kembali seperti Marceline (Olivia Olson) dan Putri Bubblegum (Hynden Walch) dengan mudah kembali ke ritme acara. Salah satu episode unggulan menampilkan Marceline yang berusaha menjadi ratu prank sejati dengan membungkus rumah Finn dan Jake menggunakan kertas toilet setan hidup. Episode lain menggambarkan Putri Bubblegum yang bergabung dengan Finn dan Jake dalam petualangan yang tanpa sengaja memicu Ragnarok Permen yang ditakuti. Cerita-cerita ini tidak bertujuan untuk benar-benar melanjutkan mitologi atau menyiapkan musim-musim mendatang. Mereka murni merupakan premis komedi yang bagus yang dieksekusi dengan gaya.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Karakter utama DCU Tanpa Masa Depan Resmi setelah Pengakuan Bintang Utamanya

Ada juga episode roleplaying meja untuk hanya perempuan yang terinspirasi oleh Dungeons & Dragons dengan Bubblegum, Marceline, Pangeran Ruang Berbercak (Pendleton Ward), dan Lady Rainicorn (Niki Yang) bertindak sebagai Dungeon Master, yang menjadi sorotan sejati dari kesenangan mandiri yang dikuasai Adventure Time: Side Quests. Ini juga membuktikan bahwa acara ini masih bisa menemukan sudut-sudut baru untuk karakter pendukung tercintanya.

Tampilan Baru, Namun Dengan Hati yang Sama

Visual dari Adventure Time: Side Quests mungkin adalah yang paling menarik perhatian. Direktur seni Nick Cross memimpin gaya animasi baru yang jelas berbeda, tetapi segera membuktikan diri lebih dari sekadar desain kosmetik. Jika dilihat, ekspresi berlebihan, tangkapan reaksi yang super-detail, dan penekanan yang lebih besar pada komedi fisik memungkinkan animator untuk memperluas lelucon lebih jauh lagi. Side Quests sepenuhnya merangkul kekuatan animasi 2D, menyuguhkan urutan yang selalu energik, ekspresif, dan inventif.

Musiknya juga membantu menjaga identitas acara. Dari energi indie-folk 2010-an yang familier hingga nyanyian Finn yang menyenangkan dan terseleksi, ada banyak sentuhan kecil yang langsung terasa seperti Adventure Time. Mendengar suara-suara yang dikenal lagi menciptakan rasa nyaman yang hampir instan, dan ditangani oleh The Moldy Peaches tentu membuatnya semakin menarik.

‘Adventure Time: Side Quests’ adalah Bukti Ketahanan Franchise Ini

Mungkin yang paling mengesankan, Adventure Time: Side Quests tidak pernah terasa disanitasi, meskipun kini berada di bawah bayang-bayang besar Disney. Humor yang sedikit sugestif, selingan-selingan aneh, dan sejumlah lelucon menjijikkan yang mengagumkan tetap utuh. Dunia aneh ini adalah dunia yang sama yang diingat para penggemar saat tumbuh dewasa.

Side Quests tidak mencoba menjadi bab baru yang hebat dalam lore Adventure Time. Ini tidak berusaha mencapai keperihan emosional dari episode-episode terbesar di seri asli atau bercerita ambisius dari spin-off selanjutnya. Sebaliknya, fokus pada hal yang jauh lebih sederhana: menghabiskan waktu dengan karakter yang kita cintai di dunia di mana apa pun bisa terjadi. Syukurnya, itu ternyata lebih dari cukup. Adventure Time: Side Quests adalah kesenangan murni yang penuh imajinasi, tawa, dan segala macam kekonyolan aneh yang mengingatkan kita mengapa Ooo tetap menjadi salah satu tempat bermain animasi yang paling awet.

Baca juga  7 Bintang Arrowverse yang Pantas Kembali di DCU!

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Kayaknya bakal seru banget kalau Adventure Time: Side Quests bisa bawa nostalgia dan humor segar di tiap episodenya. Dengan gaya animasi baru dan karakter-karakter favorit yang kembali, udah pasti ini akan jadi penyegaran yang menyenangkan bagi penggemar lama dan baru. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

‘Adventure Time: Side Quests’ tayang perdana di Disney+ dan Hulu pada 29 Juni!

Inline – HLD One Day Trip
Share