Zarrar Kahn, yang debut film fitur pertamanya “In Flames” diputar di Cannes dan kemudian di Toronto, kini kembali ke festival dalam bagian Short Cuts dengan komedi romantis berjudul “The Lion Does Not Concern Himself.”
Trailer untuk film ini sudah dirilis!
Film ini mengikuti kisah pelatih gym yang punya daya tarik tersendiri, yang menganggap identitasnya sebagai podcaster beracun adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan relevansi budaya — sampai seseorang datang sebagai klien baru dan jadi cinta sejatinya. Konsep film ini diangkat dari pemikiran Mohammad Ali Hashmi, penulis dan pemeran utama film ini yang berbasis di Toronto, serta kolaborator setia Kahn. Ia terinspirasi oleh banyaknya propaganda incel yang ia temui saat bergabung di gym baru, dan bagaimana dengan mudahnya seorang anggota gym bisa menjadi pendukung Andrew Tate.
Kahn menemukan topik ini menarik, tapi memutuskan untuk membingkai lanskap kemarahan pria dan isolasi online yang sering terdengar dengan gaya rom-com klasik. Judul film ini diambil dari kalimat dalam “Game of Thrones” yang kini viral di TikTok, sebagai referensi lelucon yang menyentil budaya manosphere – sekaligus menunjukan kemampuan budaya itu sendiri untuk bercanda.
“Film ini semacam tentang manosphere, sedikit tentang perbedaan gender, dan sedikit tentang konyolnya jatuh cinta,” kata Kahn dalam pernyataan sebagai sutradara.
Kahn juga menjadi sutradara, co-writer, dan co-editor film ini, yang syuting di sebuah gym di Queen West, Toronto.
Produksi film ini ditangani oleh Lauren Saarimaki dari POV Film, dengan Mina Husain dari Suno Studios sebagai eksekutif produser. CityLights Media yang juga bertanggung jawab untuk penjualan dan festival film ini — perusahaan yang sama yang ada di balik film thriller iklim Kahn yang akan datang, “Suffering Is Optional,” yang dibintangi oleh Iman Vellani dari “Ms. Marvel” dan dijadwalkan mulai produksi awal 2027.
Nonton trailer “The Lion Does Not Concern Himself” di sini:
Reaksi AWverse
Seru banget melihat Zarrar Kahn kembali dengan pendekatan yang segar dalam menciptakan komedi romantis yang mengangkat isu-isu relevan di masyarakat! Semoga film ini bisa membawa perspektif baru tentang cinta dan identitas di era digital. Kita tunggu aja bagaimana reaksi penonton saat rilis nanti!




