HBO Max menghadirkan space opera yang jadi salah satu film genre terbaik sepanjang masa, dan hal ini menetapkan tantangan besar untuk film berikutnya dalam franchise ini. Ketika membicarakan space opera, Star Wars pasti langsung terlintas di pikiran. Namun, isi galaksi tersebut dapat dinikmati di layanan streaming lain, yaitu Disney+.
Meski begitu, koleksi film sci-fi di HBO Max juga memiliki banyak film keren yang bisa bikin penonton terjebak dalam dunia yang mengagumkan. Salah satunya adalah 2001: A Space Odyssey, film sci-fi yang paling berpengaruh sepanjang masa yang disutradarai oleh sutradara jenius Stanley Kubrick. Namun, ada franchise yang lebih baru dan tak kalah menarik.
Dikenal oleh banyak orang sebagai franchise film sci-fi modern terbaik, film adaptasi Dune garapan Denis Villeneuve bisa disaksikan di HBO Max di Amerika Serikat. Film ini mengadaptasi novel klasik karya Frank Herbert. Diantara kedua filmnya, satu film lebih unggul dari yang lain, dan telah menyiapkan tantangan besar untuk film selanjutnya yang akan tayang tahun ini.
Dune: Part Two berhasil memperbaiki film pertama dalam franchise sci-fi ini. Film space opera ini memiliki skala yang lebih besar, dengan pacing yang lebih baik, adegan pertarungan yang lebih intens, dan ancaman yang lebih langsung. Ia mengambil dunia yang dibangun dengan sangat detail dari film pertama dan menyelami lebih dalam ke dunia dan karakternya, sehingga menetapkan standar tinggi untuk Dune: Part Three yang akan datang.
Keberhasilan Dune: Part Two Menyusun Tugas Besar
Jika dilihat dari angka saja, mudah untuk mengukur bagaimana dua film Dune ini berbanding. Film pertama yang disutradarai Villeneuve, Dune (2021), mendapatkan skor luar biasa 83% dari para kritikus di Rotten Tomatoes berdasarkan 512 ulasan. Untuk penonton, film ini malah mendapatkan skor yang lebih tinggi, mencapai 90%. Angka-angka ini mungkin cukup untuk mengalahkan banyak pesaing, namun tidak untuk sekuelnya. Dune: Part Two (2024) jelas menunjukkan peningkatan untuk franchise ini, dengan skor kritikus yang hampir sempurna, yaitu 92% dari 466 ulasan, dan skor penonton yang melambung tinggi di 95%.
Film pertama Dune sudah begitu baik sehingga sulit untuk memperbaikinya lebih jauh. Namun, itulah yang dilakukan oleh film space opera ini, di mana Dune: Part Two menjadi salah satu film genre paling ikonik sepanjang masa. Kini, semakin kecil kemungkinan franchise ini bisa melampaui dirinya sendiri lagi. Film selanjutnya, Dune: Part Three, yang akan dirilis di bioskop pada 18 Desember, bersamaan dengan Avengers: Doomsday, pesaing berat di box office, harus bisa hampir sempurna.
Bagaimana Dune: Part Three Bisa Menyusul Apa yang Dibangun oleh Part Two
Trailer dari Dune: Part Three sudah menggoda kita bahwa film ketiga ini akan jauh lebih besar dalam skala, memanfaatkan sepenuhnya dunia yang telah dibangun dalam franchise ini. Bertahun-tahun setelah momen terakhir di film kedua, Paul Atreides yang diperankan Timothée Chalamet tentunya mengalami banyak perubahan. Sekarang, Paul adalah pemimpin dari sebuah kekaisaran antargalaksi, terlibat dalam perang suci yang tampaknya tiada akhir. Paul kini menjadi sosok yang hancur, terbebani, dan akan menjadi sumber dari beberapa adegan aksi paling menegangkan yang pernah ada di franchise ini, serta momen-momen paling mengejutkan sepanjang Dune.
Dengan Villeneuve mengkonfirmasi bahwa Dune: Part Three adalah film paling penuh aksi dalam franchise sci-fi ini, apalagi ini adalah entry yang menuntaskan triloginya, banyak harapan bahwa film ini akan memenuhi ekspektasi. Apakah ini bisa mencapai level yang hampir sempurna yang dibutuhkan untuk melampaui Dune: Part Two? Mengingat keputusan kontroversial yang diambil oleh Paul, kompleksitas setup politik baru untuk franchise, dan bagaimana novel yang menjadi dasarnya berakhir, Dune: Part Three bisa sampai ke sana, tetapi ada juga kemungkinan ia akan cukup divisif, jadi kita lihat saja nanti.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya bakal seru banget kalau Dune: Part Three bisa memberdayakan semua elemen yang sudah ada dan melangkah lebih jauh. Semoga aja ini jadi penutup trilogi yang dramatis dan nggak mengecewakan! Kami semua penasaran gimana kelanjutan kisah Paul dan tantangan yang akan dihadapinya. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!


