Remake live-action terbaru dari Disney, Moana, siap mengarungi lautan meski sempat mengalami sedikit kendala.
Setelah film animasi aslinya sukses besar sepuluh tahun lalu, Moana menjadi salah satu film Disney yang mendapatkan versi live-action. Catherine Laga’aia mengambil alih peran utama, sementara Dwayne Johnson kembali berperan sebagai Maui. Sayangnya, ulasan untuk remake live-action Moana kurang menggembirakan, dengan skor rendah 34% di Rotten Tomatoes.
Namun, reaksi penonton jauh lebih positif. Dengan lebih dari 500 rating yang terverifikasi, remake live-action Moana kini memiliki skor audience 91% di Rotten Tomatoes, menjadikannya yang terbaik dalam sejarah franchise Disney. Angka ini bahkan melampaui skor 89% dari film asli 2016.
|
Setiap Film Moana |
Skor Kritikus Rotten Tomatoes |
Skor Penonton Rotten Tomatoes |
|---|---|---|
|
Moana (2016) |
96% |
89% |
|
Moana 2 (2024) |
61% |
85% |
|
Moana (2026) |
34% |
91% |
Skor di Rotten Tomatoes memang menarik. Meskipun banyak kritik negatif yang menyebut remake ini kehilangan pesona asli, penampilan Maui oleh Johnson dianggap menurun, dan CGI-nya terasa aneh serta terlalu sering digunakan. Banyak yang merasa remake ini tidak perlu karena hanya meng-copy film aslinya. Namun, ada satu hal yang disepakati: penampilan Laga’aia dipuji.
Di sisi lain, penonton merasa cerita tetap setia pada film 2016. Ini sangat berbeda dengan remake Lilo & Stitch tahun lalu, yang justru dikritik karena banyak melakukan perubahan, meski berhasil meraup skor penonton 91% juga.
Walaupun penonton memuji remake baru ini, angka box office tidak bersinar. Di akhir pekan pembukaannya, Moana mengumpulkan $43 juta domestik dan total $95 juta di seluruh dunia. Angka ini jauh di bawah proyeksi $60–65 juta dan estimasi global $130 juta. Dengan anggaran $250 juta, film ini dikategorikan sebagai box-office bomb, dan Disney diperkirakan akan kehilangan sekitar $100–125 juta, mengingat film ini seharusnya menjadi andalan musim panas.
Untuk perbandingan, film asli pada tahun 2016 meraih $56 juta domestik di akhir pekan pembukaannya, dengan anggaran antara $150–175 juta. Di akhir perjalanannya, film tersebut mengumpulkan $684 juta. Moana 2 bahkan tampil lebih mengesankan, dengan debut fantastis sebesar $139 juta dan bergabung dalam klub miliaran dolar di akhir perjalanannya.
Beberapa faktor mungkin menjelaskan kekecewaan box office ini, terutama karena rilis remake yang tidak lama setelah kesuksesan Moana 2. Berbeda dengan dua film pertama yang memiliki celah delapan tahun, remake Moana keluar hanya dua tahun setelah installment terbaru. Ini memang membuat para penonton tidak terlalu terpacu, terutama karena remake live-action biasanya dirilis beberapa dekade setelah versi asli. Disney sendiri mencetak rekor selisih waktu terpendek antara film asli dan remake live-action hanya sepuluh tahun.
Di samping itu, persaingan musim panas yang ketat dengan banyak film ramah keluarga juga mempengaruhi. Film-film seperti Minions & Monsters dan Toy Story 5, yang juga berasal dari brand Disney, turut memberikan tekanan.
Meskipun remake Snow White tahun lalu dibanjiri kontroversi, Moana mengalami sangat sedikit masalah, kecuali kritik terhadap desain Maui versi live-action oleh Johnson. Namun, hasil box office yang mengecewakan kemungkinan besar akan membuat studio mempertimbangkan kembali masa depan franchise ini. Meski Johnson mengonfirmasi bahwa Moana 3 sedang dibahas, masih belum jelas apakah instalmen kedua akan mendapatkan versi live-action.
Remake baru ini disutradarai oleh Thomas Kail, dengan skenario ditulis oleh Jared Bush dan Dana Ledoux Miller. Selain Johnson dan Laga’aia, pemain lainnya adalah Rena Owen, John Tui, Frankie Adams, dan Jemaine Clement. Sementara itu, bintang suara asli Moana, AuliÊ»i Cravalho, berperan sebagai produser eksekutif dan menyanyikan lagu “Along the Way.”
Remake live-action Moana kini sudah tayang di bioskop.
Reaksi AWverse
Bisa dibilang, remake ini bikin penggemar terbelah. Di satu sisi, penonton menyukai kesetiaan pada kisah asli, tapi di sisi lain, hasil box office yang gagal tentunya bikin kita ragu untuk masa depan franchise ini. Harapannya, semoga studio bisa belajar dari kesalahan dan menjadikan film-film mendatang lebih inovatif, bukan sekadar remake biasa!





