Menonton film karya Mark Jenkin itu seperti terlempar ke dalam dunia yang sepenuhnya berbeda. Ya, sutradara asal Cornwall ini bukan hanya menulis dan menyutradarai, tetapi juga berperan sebagai sinematografer, editor, desainer suara, hingga komposer. Tanda tangan unique-nya bisa kita rasakan di setiap elemen yang dia garap. Saat menyaksikan karyanya, perhatian kita akan terfokus pada detail-detail yang menggugah, dan suasana yang tercipta dari elemen-elemen ini akan menyesatkan kita ke dalam pengalaman sinematik yang luar biasa. Begitu film dimulai, rasanya seperti kita dibawa pergi ke waktu dan tempat yang berbeda – atau dunia yang tak lagi kita kenali.
Ketika seorang kritikus mengulas film Enys Men pada tahun 2023, mereka terpesona oleh penggunaan bentuk yang terlihat, meski merasa perlu ada kekuatan naratif untuk mengikat semua atmosfer itu. Namun, film terbarunya, Rose of Nevada, tampaknya memberikan apa yang kurang itu. Rasa penasaran dan ketegangan yang muncul dari misteri supernatural film ini menjadi daya tarik tersendiri, menarik penonton lebih dalam alih-alih mendorong mereka pergi. Meski ada tempo yang cukup lambat, tetap saja, film ini benar-benar menarik.
George MacKay & Callum Turner: Pasangan Ideal di Rose of Nevada
Rose of Nevada diambil dari nama sebuah kapal penangkapan ikan yang tiba-tiba muncul kembali setelah puluhan tahun hilang. Kapal ini ditemukan berlabuh di pelabuhan sebuah desa di Cornwall. Dalam penggambaran Jenkin, terlihat jelas betapa hancurnya kondisi desa tersebut. Bisnis perikanan yang dulunya sangat menjanjikan kini telah punah, dan banyak warganya yang pergi. Namun, ada beberapa orang yang langsung mengenali kapal itu saat melihatnya. Dua anggota krunya tidak pernah kembali setelah kapal itu hilang; yang ketiga bunuh diri karena merasa bersalah telah membiarkan mereka pergi dengan jumlah kru yang kurang. Seluruh desa masih merasakan dampak dari tragedi itu.
Mike (Edward Rowe) dan Tina (Rosalind Eleazar) adalah dua orang yang pertama kali menyadari kembalinya kapal tersebut. Mereka memutuskan untuk “mencoba lagi” – keputusan yang sepertinya tidak seharusnya diumumkan. Mike mulai mencari kru baru. Seorang nelayan berpengalaman bernama Murgey (Francis Magee) muncul entah dari mana dan mengajukan diri sebagai kapten. Liam (Callum Turner), seorang pengembara yang butuh uang, menerima pekerjaan itu. Sedangkan Nick (George MacKay), yang mempunyai istri dan anak di rumah, bekerja untuk mengumpulkan uang demi memperbaiki atap yang bocor.
Mereka berlayar dan belajar tentang perikanan, semua berjalan dengan lancar. Meskipun kondisi desa yang sedang mati suri, hasil tangkapan ternyata melimpah. Namun, mereka tidak kembali ke tempat yang sama seperti saat mereka pergi. Sekarang sudah tahun 1993; Rose of Nevada kembali ke pelabuhan seolah tak pernah menghilang.
Pelabuhan kini sibuk dengan kapal-kapal penangkap ikan. Desa ini dipenuhi orang dan uang. Tina, yang kini menjadi seorang ibu muda, salah mengira Liam sebagai pasangannya, Alan, salah satu anggota kru yang hilang, dan menyerangnya karena lebih memilih menghabiskan uangnya di bar ketimbang pulang kepada keluarganya. Sementara itu, Nick menemukan rumahnya kosong, istri dan anaknya telah pergi, dan tetangganya memperlakukan dia seolah dia adalah putra mereka, Luke, pekerja Rose yang malang yang juga melewatkan jadwal kerjanya.
Jenin menambahkan banyak petunjuk misterius sebelum premis film ini terungkap. Sebelum pergi, ibu Richards (Mary Woodvine) yang sakit berbicara kepada Nick seolah-olah dia mengira Nick adalah putranya. Topi merah tua milik Alan yang ditemukan di kapal itu secara alamiah berpindah ke kepala Liam sebelum ia berangkat, diiringi senyum dari Tina. Detail-detail kecil ini terus menumpuk, sampai-sampai penonton sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Film ini tidak memberikan semua jawaban, dan sebenarnya, itu bukanlah hal yang penting. Di banyak momen, ketidakjelasan justru menguntungkan, menciptakan suasana mencekam yang kita rasakan setiap kali mendekati sesuatu yang sulit dijelaskan. Namun, Jenkin tetap tidak meninggalkan kita dalam kegelapan. Rose of Nevada begitu peduli terhadap masalah dua pemuda ini, terutama Nick, yang bertekad untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya dan bagaimana cara kembali ke kehidupannya. Inti dari film ini bukan semata-mata menemukan jawaban misteri, tapi lebih kepada keputusan yang diambil Nick dengan informasi yang ia dapatkan.
Di sana ada kompleksitas luar biasa, dan MacKay serta Turner, yang keduanya merupakan bintang yang sedang naik daun, tampil sangat memukau sebagai representasi dari dunia pekerja biasa ini. Jenkin sangat peduli pada tema komunitas, identitas, sebab-akibat, serta makna sejati dari tanggung jawab dan pengorbanan. Semua ini membaur dengan baik dalam atmosfer yang dia ciptakan. Setiap bingkai, suara, dan elemen sinematik dimanfaatkan secara maksimal. Dan film ini berakhir di tempat yang benar-benar menarik.
Rose of Nevada mungkin tidak akan disukai semua orang, tapi ini jenis film yang layak untuk dicoba sekali seumur hidup. Setidaknya, penonton bisa yakin tidak akan pergi dengan tangan kosong setelah menontonnya.
Rose of Nevada akan tayang di bioskop terbatas pada hari Jumat, 19 Juni.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Semoga saja film ini bisa menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan seperti yang dijanjikan. Dengan suasana mistis dan narasi yang dalam, Rose of Nevada sepertinya akan mengguncang emosi penonton. Ini bakalan jadi salah satu film yang layak ditunggu, terutama bagi penggemar film yang suka akan misteri dan kedalaman karakter!





