Dalam jagat sinematik Marvel, sering kali kita melihat para pahlawan terkuat mereka “dinekan” agar ceritanya lebih seru. Dalam komik, ada beragam cara untuk mencegah seorang pahlawan menang dengan mudah, namun banyak dari trope tersebut tidak akan berhasil di layar lebar. Oleh karena itu, MCU terpaksa melemahkan pahlawan ultra-kuat dengan cara tertentu. Joe dan Anthony Russo secara terbuka menggunakan istilah “nerfing” ketika membahas cara melemahkan karakter agar mereka tidak mampu mengatasi ancaman sebelum benar-benar terbangun dalam film.
Dari pahlawan terkuat Marvel hingga dewa yang seharusnya bisa mengakhiri semua ancaman dalam sekejap, berikut adalah 10 pahlawan MCU yang sudah kalah “cool” seiring berjalannya waktu.
10) Drax the Destroyer
Dalam komik, Drax the Destroyer adalah pahlawan kekar yang mampu bertarung melawan musuh terkuat secara langsung. Dia memiliki kemampuan bertahan hidup tanpa udara, makanan, atau air. Namun, ketika James Gunn memperkenalkan Guardians of the Galaxy ke MCU, Drax langsung dimainkan lebih lemah. Di film, Drax tidak pernah sekuat di komik, meskipun dia masih memiliki kekuatan super. Sayangnya, kekuatannya juga dipersempit, karena dia dengan mudahnya dikalahkan oleh Ronan the Accuser dan ditandukkan oleh Ego. Jelas, dia jauh dari sosok pahlawan hebat yang diawalnya digambarkan di komik.
9) Quicksilver

Quicksilver adalah salah satu karakter paling kuat di Marvel Comics berkat kecepatannya. Dia adalah versi Marvel dari Flash, meskipun kecepatan yang dimilikinya tidak sebanding dengan Barry Allen atau Wally West. Dalam film X-Men dari Fox, kecepatannya sangat luar biasa, membuatnya bisa mengakhiri pertempuran sebelum orang lain sempat berkedip. Di Avengers: Age of Ultron, dia justru tewas terkena peluru, meskipun dia seharusnya bisa menghentikan tembakan tersebut. Ironisnya, saat itulah film benar-benar melemahkannya.
8) Sprite

Sprite di Eternals adalah pahlawan mistis yang sangat kuat, dengan kemampuan ilusinya yang sangat terampil. Dalam komik, Sprite bisa mengalirkan energi kosmik menjadi semburan panas dan kekuatan, melayang, serta menciptakan ilusi yang bisa menipu semua indra. Namun, di MCU, kekuatannya seolah “dinekan” saat akhir film ketika Sersi memenuhi keinginan Sprite untuk menjadi manusia biasa dan memutuskan koneksinya dengan Celestial, menutup kemungkinan dia untuk bertarung di masa depan.
7) Vision

Vision adalah salah satu pahlawan terkuat di Marvel Comics; seorang synthezoid yang bisa mengatur densitas tubuhnya dan bisa menjadi tak terlihat atau keras seperti berlian. Dia memiliki kemampuan untuk memancarkan sinar panas serta bisa menghancurkan sasaran dengan menyentuh. Di Avengers: Age of Ultron, kekuatannya sangat menonjol saat dia berhasil menghancurkan bot Ultron. Namun di Avengers: Infinity War, dia “dinekan” habis-habisan ketika Corvus Glaive melukainya parah, dan di bagian akhir film, Vision bahkan tidak mampu melawan Thanos.
6) Groot

Groot di film Guardians of the Galaxy pertama adalah sosok yang sangat kuat, namun sejak saat itu, dia lebih banyak menjadi karakter komedi. Groot dalam komik memiliki ukuran besar, kekuatan super, dan bisa tumbuh lebih besar dengan menyerap kayu. Setelah牺牲 di film pertama, Groot beregenerasi menjadi bayi, yang membawanya keluar dari pertarungan. Dia sekarang, sebagai remaja, lebih banyak bersikap nakal dan tidak memiliki kekuatan seperti Groot asli. Kelahirannya kembali adalah bentuk nyata dari “nerf”.
5) Sentry

Sentry adalah salah satu karakter paling kuat dan menakutkan di Marvel Comics. Dia bisa melawan Hulk dan sekali pernah merobek Carnage di luar angkasa. Namun, kekuatannya terus-menerus “dinekan” agar tidak terlalu berlebihan, dan di MCU pun demikian. Setelah Thunderbolts, Sentry juga memutuskan untuk tidak lagi menjadi pahlawan dan memilih untuk menahan diri agar Void tidak kembali.
4) Star-Lord

Star-Lord belajar fakta penting di Guardians of the Galaxy Vol. 2 bahwa dia adalah anak Ego, seorang Celestial. Ini mirip dengan di komik di mana Dia mendapat kekuatan kosmik dari The Master of the Sun. Namun, setelah film ini, James Gunn membuat keputusan untuk melemahkan Star-Lord, menghilangkan sebagian besar koneksinya dengan kekuatan tersebut. Meskipun dia tetap lebih tahan banting dibandingkan manusia biasa, kekuatan Star-Lord tak lagi sebanding dengan yang seharusnya sebagai anak Ego.
3) Jessica Jones

Jessica Jones adalah karakter terbaru di MCU yang mengalami nerf, dan keputusan ini menuai kontroversi. Saat kembali di Daredevil: Born Again Season 2, dia mengaku kepada Daredevil bahwa kekuatannya seringkali tidak berfungsi pada saat yang krusial. Dalam satu pertarungan, dia berhasil mengalahkan Anti-Vigilante Task Force, tetapi tiba-tiba kekuatannya mati dan hampir saja tewas. Kontroversi ini diwarnai dengan tema disfungsi yang muncul setelah dia menjadi ibu. Masih belum jelas apakah dia akan mendapatkan kembali kekuatannya di season berikutnya.
2) Thor

Thor adalah salah satu pahlawan MCU yang seharusnya bisa menghentikan hampir semua pertarungan. Dewa petir ini bisa memanggil kilat yang cukup kuat untuk menghancurkan bulan dan melawan Hulk dalam pertarungan yang seimbang. Sayangnya, kesalahan Thor menghentikannya untuk mengalahkan Thanos di Avengers: Infinity War, dan di Avengers: Endgame, penampilannya sangat dipengaruhi depresi yang membuatnya lebih banyak berfungsi sebagai karakter komedi daripada menggunakan kekuatannya.
1) The Hulk

The Hulk seharusnya bisa mengalahkan siapa pun dalam MCU, tetapi film justru melemahkannya. Dia mulai mendapatkan lebih banyak kecerdasan, yang menyebabkan dia dikalahkan dengan brutal oleh Thanos. Dalam Avengers: Endgame, Hulk kembali, tetapi kekuatannya berbeda. Bruce Banner berusaha melawan dalam baju Hulkbuster karena ketidak beraniannya. Di sini, kita lihat bahwa Green Giant jauh tersingkir dari apa sebenarnya dia seharusnya.





