Gerard Butler adalah salah satu bintang aksi paling produktif di Hollywood dalam beberapa tahun terakhir. Aktor ini sudah meninggalkan jejak yang kuat di genre ini dengan film-film seperti Law Abiding Citizen, Olympus Has Fallen, London Has Fallen, Geostorm, dan banyak lagi. Namun, salah satu film yang paling dikenal adalah Greenland. Film bencana tahun 2020 ini menunjukkan Butler berperan sebagai seorang pria yang berjuang untuk bertahan hidup dengan keluarganya ketika sebuah komet yang mengancam kepunahan meluncur menuju Bumi. Setelah rilis film ini, sekuelnya langsung diumumkan, dan kini, sekuel tersebut akhirnya akan tayang di HBO Max empat bulan setelah debutnya di bioskop.
Datang ke HBO Max pada 8 Mei, Greenland 2: Migration melanjutkan kisah John Garrity (Butler) dan keluarganya lima tahun setelah komet menghancurkan sebagian besar kehidupan di Bumi. Meskipun mereka selamat dari serangan komet, hidup di Bumi tidak lagi mudah atau aman dengan lingkungan yang kini kacau dan berbahaya. Ketika bunker bawah tanah yang mereka tinggali hancur, mereka memulai perjalanan untuk menemukan kawah dampak komet, tempat yang mereka percaya kondisi di sana lebih baik dan umat manusia sedang membangun kembali. Meskipun film ini kurang mendapat perhatian di box office dan mendapat tinjauan campuran, Greenland 2 sebenarnya adalah lanjutan yang memuaskan dari cerita apokaliptik di film sebelumnya.
Greenland 2: Migration Adalah Sekuel Bencana yang Tak Pernah Kehilangan Tema Intinya
Film bencana itu sendiri bisa jadi sulit untuk mempertahankan tema inti dan tidak terlalu terjebak pada aspek tontonan, apalagi untuk sekuel. Dengan penonton biasanya datang untuk melihat bencana dan aksi yang menyertainya, elemen cerita dalam sekuel-sekuel ini cenderung hanya berfungsi untuk mendukung aksi: memberikan alasan bagi karakter untuk terjebak dalam situasi yang bombastis dan mendebarkan. Meski begitu, Greenland 2 berhasil menyeimbangkan kebutuhan akan elemen besar dengan cerita yang solid.
Kehancuran Bumi dan tantangan besar yang dihadapi para penyintas jelas menjadi elemen inti film ini. Namun, yang menarik, di sini cerita lebih berfokus pada John dan keluarganya, khususnya usaha John untuk tidak hanya melindungi keluarganya, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih baik di tengah dunia yang lingkungannya telah runtuh, di mana moralitas pun tidak jauh di belakang. Elemen ini memberikan bobot yang lebih dari sekadar bertahan hidup dan memberikan gambaran yang menggugah pikiran serta mendalam tentang kemanusiaan di situasi yang benar-benar tanpa precedent. Tema dan elemen ini sudah ada di film pertama, tetapi di sini mereka hadir dengan nuansa yang lebih tenang dan mendalam. Ini bukan hanya cerita tentang bertahan hidup; ini adalah cerita tentang menemukan cara untuk berkembang.
Meski film ini mungkin tidak menjadi pemenang besar di box office, ia memang sebuah permata yang kurang dihargai dalam genre ini dan sangat layak untuk ditonton di HBO Max.



