Rilisan baru dari Faces of Death sudah bikin heboh sebelum penonton bahkan bisa menyaksikannya. Kontroversi langsung melanda sejak teaser yang belum disensor muncul, tapi dengan cepat dihapus dari YouTube karena melanggar kebijakan konten “kekerasan atau grafis”. Teaser tersebut beredar secara online tanpa branding resmi dan informasi distributor, hingga ditandai karena gambarnya dianggap terlalu mengganggu untuk platform tersebut. Akibatnya, versi red-band yang lebih resmi dan lebih ringan dirilis tak lama setelah itu.
Setelah itu, masalah baru muncul dalam pemasaran film ini. Materi promosi berupa poster bioskop resmi untuk Faces of Death ditolak untuk dipasang di dalam gedung bioskop, dengan alasan bahwa gambarnya “terlalu intens” untuk lingkungan yang mungkin dihadiri anak-anak. Keputusan ini menunjukkan tantangan dalam memasarkan proyek horor yang tampaknya dengan serius berkomitmen untuk menembus batas dalam konten dan presentasinya.

Dikembangkan oleh Daniel Goldhaber dan ditulis bersama Isa Mazzei — tim kreatif yang juga dibalik Cam (2018) dan How to Blow Up a Pipeline (2022) – film ini mengangkat ulang film kontroversial tahun 1978 dengan nama yang sama untuk audiens masa kini. Versi baru dari Faces of Death ini berfokus pada seorang moderator konten (Barbie Ferreira) yang menemukan video grafis yang tampaknya merekonstruksi pembunuhan dari film aslinya. Meskipun detail plot lebih lanjut masih hingga kini dirahasiakan, daftar pemeran yang sudah diumumkan juga mencakup Dacre Montgomery, Josie Totah, Aaron Holliday, Jermaine Fowler, dan bahkan Charli XCX.
Banyak yang penasaran dengan poster-poster yang dilarang oleh MPA untuk dipasang di bioskop, dan kini, penonton dapat melihat tiga poster baru yang menjadi kontroversi.



Independent Film Company dan Shudder baru saja mengakuisisi hak distribusi untuk proyek tersebut di kawasan Amerika Utara, memastikan bahwa Faces of Death akan tayang di bioskop nasional pada 10 April tahun ini. Ini menjadi rilis terluas distributor hingga saat ini.
Di masa lalu, Faces of Death dikenal karena campuran berani antara footage buatan dan nyata, memicu debat bertahun-tahun soal “snuff films”, keaslian, dan etika. Ketegangan “apakah ini nyata atau tidak?” tampaknya masih ada dalam visi baru Goldhaber, dan berdasarkan respons terhadap pemasaran saat ini, film ini sudah menciptakan ketidaknyamanan yang sama secara nyata.
Dengan platform digital dan penyelenggara bioskop yang mulai ragu untuk menampilkan materi promosi film ini, Faces of Death sudah menempatkan diri sebagai salah satu rilisan horor paling kontroversial tahun ini, bahkan sebelum penonton menapakkan kaki di dalam bioskop.




