Apa yang Perlu Diketahui Tentang Final Fantasy VII Revelation:
- Preview sebelumnya lebih fokus ke dunia terbuka, tetapi yang ini lebih mengedepankan bagian cerita yang linier.
- Materianya punya cara baru untuk level up.
- Tingkat kesulitannya sedikit kurang di demo ini, tapi ya, ini kan baru bab pertama game…
Kita tinggal enam bulan lagi menjelang peluncuran Final Fantasy VII Revelation, dan meskipun gak terlalu lama, rasa antisipasi untuk bisa main bab terakhir remake FF7 ini sudah mulai terasa. Apalagi, bab pertama sudah dirilis enam tahun yang lalu! Beberapa waktu lalu, ada kesempatan untuk main langsung di New York Comic Con. Kali ini, aku nyobain bagian yang lebih linier dibandingkan preview sebelumnya yang banyak berfokus pada terbang di dunia terbuka dengan Highwind.
Demo dibuka di awal Chapter 1, ketika party sampai di North Crater, dan mulai menjelajahi jalur linier menuju ke tengah lubang raksasa itu. Dalam preview yang sudah ada sebelumnya, para jurnalis seperti Michael Higham dan Logan Plant dari IGN menggambarkan Final Fantasy VII Revelation sebagai pengalaman yang sangat besar dan mengesankan. Namun, bab pertama ini terasa seperti memasuki dungeon di akhir permainan untuk melawan boss besar.
Anggota party juga sudah terasa seperti karakter yang sudah level tinggi, lengkap dengan Materia dan equipment. Tapi ingat, ini baru demo awal, jadi segala hal mungkin bisa berubah sebelum Revelation rilis pada bulan April nanti.
Sebelum menjelajahi lebih dalam ke kawah, rasanya nggak sabar untuk mengotak-atik menu. Karena, ya, itu juga salah satu kesenangan RPG, kan? Saat klik ke menu Materia, ternyata ada cara baru untuk level up. Sekarang ada Materia fragments, yang bisa dikumpulkan untuk menambah rasio AP Materia kita. Dalam demo, aku mulai dengan 200 fragmen, jadi aku langsung masukkan semua ke Fire Materia, dan itu meningkatkan levelnya sekitar satu pertiga. Nggak tahu sih, di game full nanti, seberapa langka fragmen ini, jadi kalau bisa jangan asal aja nanti.
Item Transmuter juga kembali dari Rebirth, dan yang menarik, ngumpulin bahan-bahan untuk ini jauh lebih mudah. Opsi auto-loot yang sebelumnya harus dibuka setelah menyelesaikan campaign di Rebirth, kali ini langsung aktif di Revelation. Aku bisa leluasa berlari sambil ngumpulin bahan crafting tanpa perlu terus-menerus menekan tombol segitiga. Ini jelas kemajuan yang besar.
Begitu mulai menjelajah ke dalam kawah, pemandangannya luar biasa! Level dengan es dan kristal selalu bikin takjub. Bahkan, aku belum main di mode optimasi ‘Graphics’ saja, sudah terlihat indah sekali. Dari yang dilihat sebelumnya, baik Remake maupun Rebirth tampil menawan, jadi nggak heran kalau Revelation juga bakal memukau.
Tapi, saat asik-asik menjelajah, nggak lama kemudian aku berhadapan dengan sekelompok monster. Party dalam demo ini terdiri dari Cloud, Cid, dan Vincent, dan tentunya aku segera beralih ke karakter baru untuk mencoba bagaimana cara mainnya. Cid terlihat berbeda, ada ritme dalam serangannya. Setelah satu atau dua serangan biasa, dia akan dil包包una dalam kabut biru yang aneh, dan bisa menyerang lagi untuk meluncurkan serangan yang lebih kuat. Serangan ini terasa sangat kuat, bahkan bisa menjatuhkan musuh standar dalam sekejap.
Game Director Naoki Hamaguchi sebelumnya sudah menyebutkan bahwa mereka ingin membuat trophy platinum lebih mudah didapat. Dan sepertinya pendekatan ini juga berdampak pada mekanisme pertarungannya. Aku bisa menghabisi monster-monster biasa tanpa banyak usaha. Bahkan, musuh besar muncul dengan cutscene mini, dan bisa kukalahkan hanya dengan beberapa kemampuan ATB. Tapi sekali lagi, ini baru bab pertama, jadi agak terlalu pagi untuk mengukur bagaimana tingkat kesulitan saat permainan mulai terbuka.
Soal kesulitan yang masih rendah membuatku kesulitan untuk benar-benar merasakan sistem FITS yang baru. Cloud ditugaskan untuk pekerjaan Summoner, dan dengan satu segmen dari meter ATB, aku bisa memanggil Ifrit, Shiva, atau Titan untuk meningkatkan seranganku. Melihat seranganku dipenuhi ledakan api atau es cukup menyenangkan, tapi yang kuharapkan dari pekerjaan ini adalah serangan Synergy yang dimiliki masing-masing summon.
Serangan Synergy ini bekerja seperti di Rebirth dan Remake, di mana kita harus memakai kemampuan tertentu untuk mengisi bar kecil. Jika meraih cukup banyak di karakter tertentu, kita bisa membuka kemampuan kuat. Keuntungannya di sini, dengan summoning ini, aku hanya perlu mengumpulkan ATB di satu karakter untuk menggunakannya, yang sangat membantu. Sayangnya, banyak musuh sudah mati sebelum bisa menggunakan cukup banyak kemampuan untuk mencapai abilities Synergy.
Semakin jauh menyelam di kawah, aku mulai menemui klon Sephiroth yang berjumlah banyak, sampai akhirnya Cloud mendapatkan salah satu visinya tentang Sephiroth. Tidak akan aku bahas lebih detail soal apa yang diucapkan Sephiroth, tapi bagi yang sudah main Final Fantasy VII di PS1, pasti bisa menebak isi dialognya.
Akhirnya, makhluk-makhluk mulai bergabung dengan klon Sephiroth menciptakan musuh yang lebih menyeramkan, hingga bertemu Gigas. Kali ini, aku bisa menggunakan serangan synergi Cloud dengan Ifrit, menggabungkan serangan Hellfire klasik summon dengan pedang Cloud. Tapi sayangnya, sebelum animasi selesai, Gigas sudah tewas. Tapi, ya, kita masih ada progres yang bagus.
Setelah menghadapi beberapa musuh, aku tiba di kerumunan klon Sephiroth yang mengelilingi cahaya ungu. Cutscene muncul, dan aku akan simpan detilnya, tapi berakhir dengan kemunculan Jenova Deathmourner dari salah satu klon. Akhirnya, ada musuh yang memberi tantangan!
Pertarungan boss berlangsung mirip dengan pertarungan Jenova lainnya, hanya kali ini tentakel yang muncul dan membuat boss tak terkalahkan menyemburkan api. Pertarungannya punya tiga fase, dan akhirnya aku bisa menggunakan berbagai kemampuan synergi – Cid dan Vincent, bersama Cloud dan Shiva, dengan efek yang tak kalah menakjubkan seperti di Rebirth.
Setelah melewati tiga fase menghindari api dan merobohkan tentakel, boss pun tewas dan demo pun berakhir. Rasanya ingin pertarungan lebih menantang, tapi ini baru permulaan dan bisa saja ada perbaikan seiring mendekati rilis Final Fantasy VII Revelation.
Walaupun sebelumnya kami menjelaskan adanya dunia terbuka yang penuh aktivitas, nice to see bagian cerita liniernya masih ada dan tetap dramatis seperti di dua game sebelumnya. Final Fantasy VII Revelation akan jadi penutup trilogi remake yang sangat besar ini, dan rasanya ada beberapa konten yang mungkin sedikit terburu-buru di game asli PlayStation yang bakal sangat memuaskan.
Reaksi Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau semua elemen baru dalam Revelation ini bisa membawa kesan mendalam seperti di game sebelumnya. Semoga mereka nggak mengulang kesalahan dari remakes sebelumnya dan memberi pengalaman yang lebih baik. Jujur, ini adalah pengumuman yang paling ditunggu-tunggu! Tidak sabar untuk melihat bagaimana semua ini terwujud saat rilis nanti!

