Wah, sepertinya niat Microsoft untuk memangkas birokrasi harus dipertanyakan, ya? Mereka bilang, “Dalam komitmen tanpa henti untuk mengurangi tingkatan manajemen, kami justru menambah satu lapisan manajemen baru di antara kami dan Obsidian.” Hmm, bikin bingung, kan?
Kenapa Microsoft tiba-tiba memutuskan untuk menempatkan Obsidian di bawah Bethesda? Buat siapa pun yang kenal dengan dunia game, ini sama sekali nggak masuk akal. Bethesda dan Obsidian itu berbeda banget. Kedua studio ini memang sama-sama bikin RPG dan saat ini sedang mengerjakan proyek baru dalam dunia Fallout, tapi pandangan dan filosofi mereka jelas berbeda. Dan rasanya aneh banget kalau Microsoft menggabungkan keduanya seolah-olah semua warna bisa dicampur dalam mesin cuci. Gimana bisa mereka mengabaikan warisan dan kreativitas developer yang mereka beli dengan harga miliaran? Ini semua sebenarnya enggak perlu terjadi, Microsoft. Semua ini bukanlah keputusan terpaksa.
Kalau kita lihat, langkah Microsoft yang agresif untuk merebut setengah dari industri game barat (meskipun, adil juga, mereka mencoba memperluas sayap dengan Tango Gameworks di Jepang) terdengar lebih seperti ketidakmampuan mereka untuk merapikan diri sendiri. Bayangkan saja, seperti sepupu yang menggelandang tiba-tiba jadi penanggung jawab bagi ribuan orang. Miris, kan?
Untuk para pembaca, mari kita bersiap-siap untuk melihat pengumuman selanjutnya dari Microsoft. Entah itu langkah brilian atau kali ini mereka mau mengganti strategi lagi, kita lihat saja nanti.
Reaksi AWverse
Kayaknya situasi ini bakal bikin banyak gamer dan penggemar berdebat. Harapannya, Microsoft bisa segera menunjukkan hasil dari pencampuran ini. Semoga aja keputusan ini bukan hanya buat bikin gebrakan, tapi juga merevolusi cara kita melihat RPG di masa mendatang!

