Xbox baru saja menyelesaikan pisahnya dengan Compulsion Games, salah satu dari empat studio yang dipisahkan secara mandiri di tengah “reset” besar-besaran Xbox yang diikuti oleh ribuan pemecatan. Sekarang, developer tersebut sudah terdaftar sebagai penerbit dari game yang siap meluncur pada 2025, yaitu South of Midnight, di Steam, bukannya Xbox Game Studios. Perubahan ini pertama kali disorot oleh developer indie Michael Klamerus di Bluesky, thanks to Tommy dari komunitas Discord IGN yang ngasih tahu.
Menariknya, Xbox Game Studios masih tercatat sebagai penerbit dari Psychonauts 2 buatan Double Fine di Steam. Meskipun studio San Francisco ini juga telah menjadi independen setelah perubahan besar terbaru dari Xbox. Hal serupa juga berlaku untuk State of Decay 3 milik Undead Labs dan Senua dari Ninja Theory, meskipun kedua studio tersebut sudah diakuisisi oleh penerbit lainnya yang belum diumumkan.
Tahun ini cukup berat bagi karyawan Xbox dan para penggemarnya. Baru-baru ini, penjualan awal Halo: Campaign Evolved tidak terlalu menggembirakan. Namun, ada beberapa hal seru yang bisa bikin kita optimis di bulan-bulan mendatang. Kita bisa menantikan peluncuran Gears of War: E-Day di bulan Oktober (cek impresi hands-on multiplayer dan controller edisi spesial yang keren) hingga Call of Duty: Modern Warfare 4 yang memberi kita istirahat dari Black Ops. Plus, ada Forza Horizon 6 yang dapet rating 10 dari 10 yang bakal tampil di PlayStation sebelum akhir tahun, dan Fable yang akhirnya kembali setelah dinanti-nanti di bulan Februari.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau kita lihat bagaimana perjalanan Compulsion Games setelah merdeka dari Xbox. Dengan South of Midnight yang udah dapet banyak perhatian, harapan tinggi banget untuk game ini. Semoga aja keterpisahan ini bisa jadi titik balik yang positif untuk semua studio yang terlibat. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

