Home Game NBA Terbaru: Aksi Street Ball yang Kuat, Tapi Terlalu Panas untuk Dinikmati!
Game

NBA Terbaru: Aksi Street Ball yang Kuat, Tapi Terlalu Panas untuk Dinikmati!

Share
NBA Terbaru: Aksi Street Ball yang Kuat, Tapi Terlalu Panas untuk Dinikmati!
Share

Bola basket adalah salah satu olahraga yang selalu jadi favorit banyak orang, termasuk anak-anak yang cuma pengen bersenang-senang, kayak penulis kecil ini. Meskipun permainan basket bukan keahlian utamanya, kegembiraan bermain dan berkumpul bersama teman bikin hati menggila. Direktur NBA The Run mampu mengembalikan kenangan itu, dengan pertanyaan eksistensial yang mengingatkan masa-masa bermain yang penuh keseruan. Game ini adalah ajang 3v3 yang mengingatkan pada klasik arcade seperti NBA Jam dan NBA Street, dengan semua elemen konyol dan seru yang hanya bisa dirasakan di dunia video game.

Singkatnya, jika versi klasik 2K bisa diibaratkan sebagai Ball Turismo, NBA Street itu Midnight Dunk Club, lebih santai namun tetap menggigit. Namun, bayangkan jika Midnight Club tidak punya mode arcade, tidak ada permainan offline penting, dan langsung meluncurkanmu ke balapan online yang kompetitif tanpa tutorial. Meski sangat mengasyikkan, NBA The Run yang baru saja dirilis di Steam membuat kita merasa sedikit terjebak di awal.

Dalam mode default bernama “squads”, bukan satu pemain yang mengontrol satu tim, tapi enam pemain mengendalikan karakter yang berbeda di lapangan. Karakter yang bisa dimainkan adalah campuran antara pemain pro nyata yang punya statistik berbeda, ditambah dengan “street legends” yang memiliki gaya bermain lebih unik, seperti El Gigante yang tingginya 7’7″. Format ini sebenarnya oke kalau kita main bareng teman di satu couch, tapi dalam 3-on-3, semua cenderung jadi konyol. Para pemain terlihat kalang kabut, berebut bola dan menembak dari jarak yang tidak masuk akal.

Inline – AWS Open Trip

Squads mungkin seru saat main bareng tim yang sudah terbentuk atau ketika beruntung nyambung dengan orang asing, tapi kalau tidak terkoordinasi, semuanya jadi berantakan. Tanpa komunikasi lewat voice chat atau sistem ping, rasanya jadi kurang menarik. Bukankah basket digital harusnya menjadi pelarian dari dunia esports yang bikin jemu?

Baca juga  JRPG yang Terabaikan Ini Tawarkan Solusi untuk Masalah Terbesar di Dunia Game!

Tapi, aksi inti dari permainan ini tetap berhasil bikin terjebak. Meskipun tidak semurni NBA Jam atau se-ekspresif NBA Street, The Run punya keseimbangan yang pas antara dunk, blok, dan steal. Menembak dan mendribble terasa gampang, sementara dribble yang memerlukan stamina serta dorongan fisik ke pemain lawan menjadi bagian dari aturan jalanan yang sah. Bahkan, kita bisa melakukan alley-oop dengan memanfaatkan papan pantul atau wajah lawan!

Semua aksi ini dinarasikan oleh Bobbito Garcia, yang mungkin dikenal sebagai penyiar karismatik dari NBA Street Vol. 2. Dia memberikan nuansa seru yang bikin game ini semakin hidup.

Inline – AWV Youtube

Namun, masalah muncul karena The Run menekankan kompetisi dalam turnamen online—satu-satunya cara bermain di luar lobi pribadi. Meskipun ada elemen keren, konteks kompetitif dan fokus pada performa menghilangkan banyak kesenangan yang seharusnya ada. Di kehidupan nyata, basket jalanan adalah penolakan terhadap struktur kaku, sedangkan The Run justru memasukkan struktur tersebut kembali. Ini membuat permainan terasa monoton, apalagi saat peraturan yang ketat mulai berlaku dan mengingatkan kita pada aturan baku dalam basket.

Meskipun disebut-sebut sebagai game dengan atmosfer menyenangkan, banyak momen di mana kita sebenarnya tidak boleh berisiko untuk kehilangan bola demi melakukan aksi keren. Itu jelas bertolak belakang dengan semangat dari pendahulunya yang justru lebih menyenangkan dan nakal. Tak pelak, berkat poin-poin peringkat yang muncul usai setiap pertandingan, itu jadi fakta tak terelakkan.

Beruntung, mode solo dalam game ini, yaitu 1v1, jauh lebih memuaskan daripada squads. Di sini kamu bisa mengatur tim keseluruhan, mengenali dengan baik kelebihan dan kekurangan masing-masing karakter. Ini adalah saat yang tepat untuk bersenang-senang dengan permainan yang seharusnya sedikit lebih kasual. Jika kamu memanfaatkan penyerang tinggi seperti Victor Wembanyama dan menyuplai bola ke Jaylen Brown, kamu bisa merasakan sensasi bermain basket yang sebenarnya!

Inline – HLD One Day Trip
Baca juga  Pemain kreatif World of Warcraft ciptakan peta ikonik Dust 2 dari Counter-Strike dengan alat perumahan, lengkap dengan mobil kayu, keset pintu, dan piring buah!

Setelah menyentuh fondasi permainan, The Run seharusnya bisa menjadi momentum baru, membuka peluang untuk eksplorasi yang lebih menyeluruh. Namun, keinginan untuk single-player campaign seperti di NBA Street Vol. 2 atau opsi menciptakan pemain sekaligus memodifikasi statistik mereka dalam pertandingan offline tetap ada. Sayangnya, tidak ada elemen yang cukup menarik untuk pemain solo, dan online mode yang ada tidak mendukung kesenangan santai.

Hasilnya, susah untuk merasakan relaksasi saat main The Run, padahal ini game yang seharusnya fokus pada hal-hal yang pamer dan flashy. Meskipun mengasyikkan, game-game seperti ini perlu lebih dari sekadar kebisingan, terutama ketika kita tahu arcade basketball bisa jauh lebih besar dan lebih baik!

Reaksi AWverse

Sepertinya NBA The Run bakal jadi game yang mencengangkan kalau bisa lebih hidup dengan elemen serunya! Semoga studio ini bisa terus melakukan perbaikan biar pengalaman bermain semakin kece dan mengasyikkan. Kita tunggu aja, semoga ada update yang bikin game ini tambah seru!

Inline – HLD Private Trip
Share