Film Game of Thrones kini resmi dalam proses pengerjaan, dan kabarnya bakal mengangkat kisah Aegon’s Conquest. Namun, ada cerita-cerita lain yang lebih menarik untuk diumbar di layar lebar. Alam semesta Game of Thrones dari HBO kini sudah ada tiga acara, dan antusiasme terhadap A Knight of the Seven Kingdoms berhasil membangkitkan kembali minat para penggemar. Ini adalah waktu yang tepat untuk melebarkan sayap, mengingat dunia karya George R.R. Martin cukup luas untuk dijadikan film; kisah-kisahnya hampir sebanding dengan The Lord of the Rings.
Makanya, tidak mengejutkan jika film Game of Thrones yang sudah diumumkan sebelumnya kini melangkah maju dengan menggaet Beau Willimon, penulis Andor, untuk menulis naskahnya (berita dari Deadline). Semua laporan menunjukkan bahwa film ini akan bercerita tentang Aegon the Conqueror, raja Targaryen pertama yang menggunakan naga untuk menaklukkan hampir semua Tujuh Kerajaan Westeros (kecuali Dorne). Tentunya, kisah penaklukan ini sangat cocok diadaptasi menjadi film, dengan tambahan sejarah Targaryen, naga, dan aksi yang penuh ketegangan. Namun, ada beberapa cerita yang sepertinya bisa lebih dipilih Warner Bros. untuk film Game of Thrones ini, apalagi mengingat spin-off yang ada sudah banyak mengangkat House Targaryen.
3) Pemberontakan Robert
Pemberontakan Robert adalah peristiwa yang langsung mengantarkan Game of Thrones, menghadiahkan Robert Baratheon dengan Iron Throne, memberikan Ned Stark seorang keponakan Targaryen untuk dibesarkan, dan menyuruh Daenerys dan saudaranya bersembunyi di seberang Narrow Sea. Tentunya, ini adalah cerita yang akan menarik perhatian penggemar ASOIAF dan penonton Game of Thrones biasa. Kisah ini cukup menggugah hingga menjadi subjek sebuah pertunjukan panggung Game of Thrones berjudul The Mad King. Namun, rasanya cerita ini akan lebih cocok jika dijadikan film, karena memiliki banyak hubungan langsung dengan acara utama yang dapat menarik lebih banyak penonton dan cukup banyak aksi untuk mendukung format film. Ini bakal memberikan kesempatan untuk melihat karakter seperti Robert Baratheon dan Ned Stark di masa kejayaannya, serta menunjukkan bagaimana Jaime Lannister menjadi Kingslayer. Banyak potensi di sini, meski filmnya mungkin akan kurang naga.
2) Malam Panjang

White Walkers menjadi ancaman besar selama Game of Thrones, tetapi meski perannya penting, kita tidak mendapatkan cukup informasi mengenai Night King dan pasukannya yang diinginkan banyak penggemar. Serial ini memberikan asal-usul White Walkers, tetapi tidak menjelaskan banyak hal. Identitas Night King tidak pernah dikonfirmasi, dan motivasinya pun menjadi misteri. Spin-off Blood Moon menjanjikan untuk mengungkap ini, tetapi sayangnya dibatalkan sebelum memulai. Era Pahlawan dan Malam Panjang yang asli adalah bagian paling menarik dari sejarah Martin, seharusnya bisa ditampilkan di layar. Malam Panjang bakal menjadi film yang menegangkan, dengan visual dan ketegangan yang sebanding dengan yang berkaitan dengan perang manusia dan naga.
1) Kisah Putri Nymeria

Baik Rhaenyra Targaryen maupun Arya Stark mengidolakan Putri Nymeria dari Rhoynar — bahkan direwolf Arya dinamai sesuai namanya. Dia adalah sosok dalam alam semesta Song of Ice and Fire yang layak ditayangkan. Spin-off 10,000 Ships sepertinya sedang dalam pengembangan, mengisahkan perjalanan ratu pejuang ini dari Essos menuju Dorne. Namun, kabar tentang seri ini masih minim, dan mengingat premisnya, bisa jadi film yang bagus. Bayangan armada besar Nymeria saja sudah cukup menggoda untuk disaksikan di layar lebar. Jika film ini mengangkat konflik menjelang migrasi rakyatnya, maka potensi untuk menjadi epik makin besar. Tentunya, banyak penonton yang akan excited untuk menyaksikan Putri Nymeria bersinar di layar lebar.



