Dan Houser, co-founder Rockstar dan penulis franchise legendaris seperti Grand Theft Auto serta Red Dead Redemption, ternyata lebih peduli pada pengalaman bermain ketimbang seberapa jauh pemain menyelesaikan cerita dalam game-nya. Dalam sesi panel di Tribeca Festival di New York City, Houser berkata, “Kalau ada yang menikmati game kami, itu sudah luar biasa. Jika kamu nggak bisa menyelesaikan cerita, tapi tetap suka dengan cara lain, ya itu juga oke. Memang, saya ingin kamu menyelesaikan ceritanya karena saya menghabiskan banyak waktu untuk itu. Namun, kalau kamu menikmatinya, itu jadi yang terpenting.”
Pesan yang disampaikan oleh Houser ini diperkuat oleh Lazlow, mitra kreatifnya yang juga pernah bekerja di Rockstar sebelum mendirikan studio multimedia, Absurd Ventures. Lazlow menambahkan, “Kami juga suka nyelipin Easter egg yang dalam banget di game kami. Kadang butuh waktu satu atau dua tahun, bahkan lebih, untuk pemain menemukannya. Maksudnya, kami bisa ngubur sesuatu sampai begitu dalam, hingga tiga atau empat tahun berlalu, saya mulai berpikir, ‘Mungkin ini terlalu sulit untuk ditemukan.’ Tapi ketika seseorang menemukannya dan jadi viral di Reddit, kami langsung bilang, ‘Yeay!’” Tahun ini, pemain Red Dead Redemption 2 menemukan misteri laba-laba yang sudah terlewat selama tujuh tahun sejak peluncuran game tersebut.
“Poin utama dari game dunia terbuka adalah kami ngasih panduan,” jelas Houser. “Kami ingin kamu merasakan cerita. Sejak GTA 3, tujuan kami adalah bikin lebih banyak orang menyelesaikan cerita. Angka-angka itu terus naik; dulu sih cukup stabil. Namun pada akhirnya, itu semua tergantung pemainnya. Pemain suka menjelajahi dunia, bercanda, melakukan apa pun yang mereka mau, dan mengeksplorasi sistem yang ada. Hal paling menyenangkan dalam game bukanlah naskah yang kami tulis, tapi sistem-sistem yang kami ciptakan.”
“Hal yang selalu paling seru adalah berada dalam dunia ini, melihat apa yang terjadi saat kamu lompat dari gedung ini, atau saat kamu memukul orang itu, mengemudikan mobil ini, berinteraksi dengan berbagai hal, apapun itu,” tambah Houser. “Di sisi cerita, kami hanya menjadi icing on the cake. Kami nggak bisa terlalu mengatur apa yang mereka lakukan. Kami bisa mendorong mereka untuk bermain sesuai dengan harapan kami, tapi kami juga harus memberi mereka kebebasan.”
Lazlow juga berbagi tantangan dalam menciptakan dunia satir yang terlihat konyol saat mereka merancangnya, sampai pada satu titik di mana kenyataan akhirnya menyusul fiksi mereka. “Kami selalu memulai dengan daftar panjang semua media yang ingin kami masukkan ke dalam setiap game. Misalnya, soal ponsel yang bisa membuatmu hilang dari dunia nyata,” ungkap Lazlow. “Kami seperti agensi periklanan internal, karena di game ada papan reklame untuk satu merek yang sama, iklan radio dari merek itu, dan iklan TV juga untuk merek tersebut. Semua harus jadi satir yang hiper-konyol, namun tetap berbicara tentang nada tempat dan visi yang [Houser] miliki untuk pengalaman dalam dunia itu.”
Lazlow juga mengingat karakter Jock Cranley dari GTA 5: “Hal yang jadi sulit seiring berjalannya waktu adalah menciptakan karakter, merek, dan situasi yang konyol agar dunia itu nggak tertinggal di belakang kita. Saya ingat ada seorang politisi yang kami buat di GTA, yaitu mantan stuntman yang mencalonkan diri jadi gubernur. Dia muncul dengan iklan kampanye yang menyatakan bahwa ia membenci orang tua, penyandang cacat, dan militer. Kami semua bilang, ‘Haha, hal konyol begini nggak mungkin terjadi di dunia nyata.’”
Sejak didirikan, Absurd Ventures telah merilis serial komik American Caper lewat Dark Horse Comics, novel A Better Paradise, dan adaptasi audiobook-nya. Baru-baru ini, mereka juga meluncurkan seri pendek animasi, Absurdaverse, yang pertama kali ditayangkan di festival komedi Netflix Is a Joke. Dan yang paling menarik, mereka sedang mengembangkan sebuah game AAA open-world sci-fi action-adventure yang belum diberi nama, bekerja sama dengan Smilegate dari Korea Selatan sebagai penerbit.
Reaksi AWverse
Kayaknya seru banget ya melihat bagaimana Houser dan Lazlow memadukan satir dengan gameplay yang bebas. Semoga aja mereka tetap konsisten dengan kreatifitas yang unik ini, dan bisa memberikan pengalaman yang bikin pemain terkesan, meskipun mungkin ada yang nggak pernah menyelesaikannya. Kita tunggu aja gebrakan selanjutnya dari mereka!





