Kalau kamu sudah nyoba main Pragmata, pasti kamu sadar kan, bahwa game ini terinspirasi dari era game action di Xbox 360 dan PS3? Dan bukan cuma sedikit-sedikit, banyak orang langsung menghubungkan game tembak-tembakan dari Capcom ini dengan momen ikonik dari masa itu. Dulu, mungkin ini dianggap kritik, tapi sekarang? Justru jadi pujian!
Dalam wawancara dengan GamesRadar, sutradara Pragmata, Yonghee Cho, dan produser Naoto Oyama, menjelaskan betapa senangnya mereka mendengar perbandingan ini. Bahkan sebelum penerjemah Jepang selesai menerjemahkan pertanyaan, wajah mereka sudah sumringah saat mendengarnya. “Kami sering mendengar komentar yang serupa dari reviewer dan pemain,” ungkap Cho. “Jujur, ini jadi pujian besar. Saya sangat menikmati game-game dari era PS3 dan Xbox 360, jadi mendengar bahwa Pragmata memiliki nuansa yang sama, itu bener-bener suatu kehormatan.” Keren banget, kan?
Menariknya, Oyama juga menambahkan bahwa meskipun banyak yang memberi label ke game mereka sebagai pengingat zaman cover shooters, itu bukanlah inspirasi utama mereka. Dia menyatakan bahwa saat itu merupakan masa inovasi bagi banyak developer dan penerbit dalam menciptakan game-game baru yang beragam. “Mungkin orang merasa itu karena saat PS3 dan Xbox 360, banyak developer yang bereksperimen dengan jenis-jenis game baru,” katanya. “Tim pengembang Pragmata pun sangat bersemangat menciptakan sesuatu yang fresh.” Wow, sepertinya ada yang lebih dalam dari sekadar nostalgia.
Belakangan ini, ada banyak game linear berfokus pada single-player yang hilang dari pasaran, dan Pragmata hadir sebagai penyegaran. Mereka menampilkan game action yang jelas tidak bertele-tele, yang kadang-kadang terasa sangat langka saat ini. Namun, tahun ini ternyata membawa beberapa judul sejenis, seperti Resident Evil: Requiem dan 007: First Light, yang juga meraih kesuksesan besar, menunjukkan bahwa gamer masih haus akan game AAA yang berani dan padat.
Dan meskipun Pragmata tidak kekurangan inovasi, perpaduan unik antara shooting dan minigame hacking membuat game ini semakin menarik. Seperti yang diungkapkan Justin Wagner dalam reviewnya, “Ini adalah kartu truf Pragmata yang bikin keseluruhan paketnya jadi pemenang.” Lagu dan gameplay-nya benar-benar mengingatkan pada pengalaman gaming yang lebih sederhana namun memuaskan.
Jadi, bagi para pecinta game dengan aksi yang seru, Pragmata adalah jawaban untuk kerinduan masa lalu yang memberikan pengalaman baru. Jelas, Capcom berhasil membawa kembali kenangan indah dari masa-masa kejayaan game tembak-menembak. Tak sabar rasanya menunggu apa lagi yang akan mereka hadirkan selanjutnya!




