Hironobu Sakaguchi, pencipta seri Final Fantasy, baru-baru ini mendapat perhatian besar terkait reaksinya yang positif terhadap video AI tidak resmi untuk remake Final Fantasy 6. Pada 18 Mei, Sakaguchi me-retweet video tersebut di akun X-nya, dengan komentar: “Apa ini?! Keren banget!”
Video mock trailer ini menampilkan karakter utama, termasuk villain ikonik Kefka, dengan grafis generasi terkini. Di sini, kita bisa melihat momen-momen ikonik dari FF6 seperti adegan opera, transformasi Esper Terra, hingga Sabin yang menge-supléks kereta! Serta adegan-adegan gameplay yang menunjukkan Terra berjalan di berbagai kota dan dunia seperti RPG terbaru, di mana ada unsur yang mengingatkan pada trilogi Final Fantasy 7 Remake dari Square Enix.
Meski video AI ini bikin banyak fans nostalgia dan berharap remake 3D modern untuk klasik SNES ini, banyak juga yang mengkritik reaksi positif Sakaguchi. Salah satu pengguna menulis, “Apa kamu benar-benar memuji sesuatu yang dibuat tanpa izin menggunakan AI generatif?” Beberapa lainnya mengklaim bahwa versi AI bisa melanggar hak cipta, terutama karena menggunakan logo Final Fantasy 6 dan musik tema Terra tanpa izin.
Akitoshi Kawazu, pencipta seri SaGa yang juga pernah bekerja sama dengan Sakaguchi di judul-judul awal Final Fantasy, ikut bersuara. Dia bilang: “Tidak, Sakaguchi-san, seharusnya kamu berhenti setelah kalimat pertama,” menyarankan bahwa reaksi yang lebih cocok dari bapak Final Fantasy seharusnya adalah ekspresi terkejut “Apa ini?!” Dalam komentarnya, Kawazu bercerita tentang pengalaman baru-baru ini dengan seorang turis Amerika yang penggemar Final Fantasy 6 dan Sabin, menambahkan bahwa: “Aku rasa FF6 cocok untuk diremake.”
Dalam sebuah tweet lanjutan, Sakaguchi mengungkapkan keterkejutannya atas perhatian yang didapat dari postingan tentang Final Fantasy 6: “Wow, banyak banget reaksinya,” katanya, menambahkan bahwa dia hanya bereaksi berdasarkan insting terhadap potensi yang ditunjukkan dalam video AI itu. Dia mengakui bahwa meskipun konten AI saat ini belum bisa digunakan begitu saja, dia merasakan potensi untuk perkembangan menarik di masa depan.
“Lagipula, aku adalah tipe orang yang selama 40 tahun terakhir ini digerakkan hanya oleh hal-hal yang menarik,” tutup Sakaguchi, mengakui bagaimana dia selalu mengejar ide-ide dan teknologi baru, yang bisa dilihat dari pengaruh bertahan lama seri Final Fantasy di genre RPG.
Tweet Sakaguchi ditutup dengan ilustrasi konsep untuk fasilitas penelitian sihir Grand Staff dari permainan debut studionya, Lost Odyssey yang dirilis pada 2008. Dia mengatakan bahwa dia “bermain-main” dengan animasinya, yang mengarah pada dugaan bahwa dia mungkin juga menggunakan AI untuk itu.
Banyak komentator yang merasakan kegembiraan Sakaguchi terhadap potensi teknologi baru, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa sebagai sosok berpengaruh dalam industri game, dia seharusnya lebih peka terhadap isu pelanggaran hak cipta yang kini menjadi topik hangat.
Sakaguchi adalah salah satu kekuatan kreatif utama di balik franchise Final Fantasy dari FF1 hingga FF10, termasuk film The Spirits Within. Setelah meninggalkan Square, dia mendirikan studio sendiri, Mistwalker. Mengulang Final Fantasy 6 sebenarnya menjadi inspirasi Sakaguchi untuk menciptakan permainan terbarunya, Fantasian: Neo Dimension.
Masih menjadi tanda tanya apakah Square Enix akan kembali membahas FF6, tetapi reaksi terhadap video AI menunjukkan bahwa banyak fans game ini ingin melihat remake 3D lengkap selain dari Pixel Remaster. Namun, apakah Square Enix benar-benar akan melakukannya? Pada 2024, sutradara Final Fantasy 6, Yoshinori Kitase menyatakan bahwa remake yang mirip dengan Final Fantasy 7 bisa memakan waktu sekitar 20 tahun untuk diselesaikan. Dia menekankan bahwa karena kompleksitas dan banyaknya konten serta karakter, waktu pengembangan dan peluncuran untuk remake ini bisa menjadi dua kali lipat lebih lama dibandingkan Final Fantasy 7 Remake.





