The Boys: Trigger Warning adalah game yang sukses menghadirkan nuansa kental dari The Boys dengan cara yang sangat menarik. Adaptasi dari Prime Video ini menyuguhkan pandangan yang kasar dan berdarah dalam genre superhero, sambil tetap menyimpan lapisan kompleksitas di tengah segala ledakan yang terjadi. Cerita dalam game VR ini terasa pas dengan acara televisi, menghadirkan keseimbangan antara keberanian yang konyol dan kegelapan yang tragis, sehingga menciptakan cerita singkat namun berdampak di dalam dunia itu.
Sayangnya, gameplay-nya tidak selalu sejalan dengan pengalaman yang ditawarkan. Meskipun kekuatan super yang dimiliki pemain terasa menarik dalam sesi singkat, pengalaman yang sebenarnya (terutama di bagian pertarungan) seringkali terasa repetitif. Dalam beberapa misi yang melibatkan sneaking, game ini jauh lebih menarik. Namun, saat mencoba memberikan kebebasan kepada pemain untuk menjalani fantasi super mereka, permainan ini cenderung melambat. Meskipun wajib dicoba bagi penggemar setia acara TV-nya, masalah ini membuat game ini lebih sulit untuk direkomendasikan kepada yang belum familiar dengan seri ini.
Skor Ulasan: 3.5/5
| Kelebihan: | Kekurangan: |
| Penceritaan yang solid dan pembangunan dunia yang imersif menghasilkan cerita yang padat dan tegang. | Gameplay — terutama pertarungan — cepat sekali terasa monoton. |
| Sequences sneaking menawarkan perpaduan cerdik antara gameplay dan storytelling. | AI musuh yang lemah mengurangi tantangan dalam permainan. |
| Cerita terasa seolah memasuki dunia The Boys. | Grafis yang tidak konsisten bisa mengurangi momen dramatis. |
Masuk Ke Dalam Permainan
Hal terbaik tentang The Boys: Trigger Warning adalah cara permainan ini menggunakan pendekatan VR untuk menarik pemain ke dalam dunia The Boys yang begitu hidup dan brutal. Pemain berperan sebagai Lucas Costa, seorang karyawan Vought yang membawa anak-anaknya ke taman bermain superhero. Namun, sebuah pertemuan dengan keluarga Armstrong membawa pada kematian salah satu putrinya. Dalam kondisi terdesak, Lucas selamat berkat bantuan The Boys dan Compound V, yang memberinya sejumlah kekuatan super sementara. Dengan kekuatan ini, Lucas harus menyusup kembali ke Vought untuk menyelesaikan misi untuk The Boys dan membalas dendam pada Armstrong.
Cerita ini sangat cocok dengan bahan sumbernya, memberikan cara yang cerdas bagi pemain untuk berperan sebagai Hughie tanpa mengganggu alur cerita kanonik. Kehadiran putri Lucas yang lain, Jessica, juga menambah kompleksitas pada cerita yang terbilang sederhana tentang balas dendam. Perpaduan aktor terkenal dari acara TV serta suara yang solid membantu menarik pemain lebih dalam. Setiap level biasanya memakan waktu sekitar episode dari acara TV, menciptakan sensasi seolah menjadi cerita sampingan yang tak terlihat namun penting di dalam dunia The Boys. Penulisan dan penampilan cukup baik, meskipun grafis yang sedikit kartun dapat mengurangi beberapa momen dramatis. Secara keseluruhan, cerita di balik The Boys: Trigger Warning memang cukup mengesankan. Untuk para penggemar, pendekatan imersif ini jadi sebuah keasyikan.
Coba Main Jika Kamu Berani

Bermain dengan VR bisa menjadi tantangan, tapi aksi spektakuler (seperti di Deadpool VR) bisa sangat cocok dalam format ini jika ada variasi dan tantangan yang cukup. Sayangnya, itulah yang terjadi di The Boys: Trigger Warning, terutama dalam bagian-bagian ketika pemain harus melawan banyak polisi dan petugas keamanan yang tidak dikenal. Game ini menawarkan beberapa kekuatan berbeda, dan mencari cara kreatif untuk menggunakannya bisa jadi menyenangkan. Namun, pertarungan biasanya berujung pada menyergap musuh dengan telekinesis, menggunakan bilah di tangan untuk membunuh, atau menyerang dengan penglihatan panas yang berlebihan untuk mengubah mereka menjadi abu. Kekuatan ini cepat terasa monoton, bahkan pertarungan bos lebih mengandalkan formula ketimbang pendekatan yang kreatif. Meskipun pertempuran bisa dilakukan sesuai keinginan, semuanya terasa standar.
Bagian stealth dalam permainan ini jauh lebih baik. Sesi-sesi ini benar-benar meningkatkan ketegangan, memaksa pemain untuk mengandalkan momen-momen singkat ketidaknampakan, teleportasi, dan penglihatan sinar-X untuk bergerak di sekitar patroli musuh atau menemukan intel penting untuk The Boys. Di sinilah permainan ini juga mulai menggabungkan teka-teki, labirin, dan pembangunan dunia ke dalam pengalaman aktif. Sementara pertarungan yang terlalu kuat kadang membuat sesi-sesi ini terasa monoton dan membosankan, bagian stealth berhasil menemukan keseimbangan tepat antara ketegangan mematikan dan fantasi kekuatan yang efektif sambil tetap memajukan plot. Seolah-olah membuat kita berharap game ini lebih fokus pada stealth, dan pertarungan hanya dilakukan di urutan-urutan besar di mana kurangnya pengulangan bisa memberi kekuatan lebih pada momen-momen berdarah tersebut.
Tidak Ada Pahlawan, Hanya Supe

The Boys: Trigger Warning adalah sambungan yang solid dari acara TV-nya, meskipun tidak sepenuhnya berhasil sebagai game mandiri. Pembangunan dunia dan nuansa yang dihadirkan sangat tepat, menawarkan kombinasi intrig dan humor gelap yang sesuai dengan acara. Di saat terbaik, Trigger Warning terasa seperti tambahan hebat di dunia The Boys, sebuah mini-series di mana pemain bisa bekerja sama dengan Butcher dan MM untuk menggulingkan sistem korup yang mengangkat para penjahat bengis menjadi “pahlawan.” Meskipun singkat, narasinya terasa cukup terjalin untuk membayar konsep yang mendasarinya.
Meskipun gameplay mengalami beberapa kendala, itu bukan berarti game ini tidak bisa dimainkan atau membuat frustrasi. Justru, permainan ini bisa terasa terlalu mudah saat memberikan pemain keleluasaan untuk menjalani kekuatan mereka, cara efektif untuk menunjukkan betapa mengerikannya kekuatan menjadi seorang Supe. Bagi yang tertarik dengan cerita superhero yang gelap dan ingin menjelajahi petualangan VR Batman dan Deadpool, The Boys: Trigger Warning merupakan pilihan tepat. Penggemar The Boys pastinya akan menemukan banyak hal yang disukai dari pengalaman ini. Meskipun tidak memuaskan sepenuhnya, Trigger Warning punya cukup banyak kelebihan untuk jadi pengalaman VR yang solid.





