Combo Devils, game fighting yang baru saja dilaunch, digarap oleh pengembang Punkzilla, mempersembahkan satu konsep yang menarik: bagaimana jika kita menggabungkan inti dari Smash Brothers dengan semua mekanik dan nuansa dari game fighting 2D modern, lalu ditambah dengan mode roguelite untuk pengalaman single player? Konsep ini terdengar menggugah selera terutama bagi gamer yang sudah familiar dengan genre ini.
Game ini sepertinya ditujukan untuk mereka yang, seperti banyak dari kita, menghabiskan berjam-jam untuk memainkan berbagai versi Smash Brothers dari SMP hingga kuliah, serta melakukan grinding di game fighting 2D seperti Street Fighter 6. Setelah mencoba Combo Devils, game ini benar-benar membuat penulis tertarik lebih dari game fighting lainnya sejak Smash Brothers.
Namun, penting untuk dicatat bahwa meski gameplay dasarnya sudah terasa menyenangkan, Combo Devils masih dalam tahap awal pengembangan. Saat ini, hanya ada empat karakter yang bisa dimainkan dari total sembilan yang direncanakan. Terdapat juga peringatan jelas tentang mode roguelite yang masih butuh banyak perbaikan. Selain itu, mode latihan masih kurang fitur-fitur dasar yang seharusnya ada di dalamnya.
Walaupun masih ada kekurangan, apa yang ditawarkan sejauh ini sangat menjanjikan. Sistem pertarungan dalam game ini terasa sangat mirip dengan Smash Bros. Setiap karakter memiliki serangan ringan, serangan kuat, dan gerakan spesial yang bervariasi. Salah satu hal menarik adalah sistem perisai yang bersifat directional. Artinya, saat musuh menyerang, pemain harus menyesuaikan arah perisai sesuai dengan serangannya. Jika musuh melompat, perisai harus diarahkan ke atas; jika musuh bergerak ke belakang, perisai harus dipindah ke situ. Ini memungkinkan gerakan strategis, seperti melompat dan melakukan serangan mengejutkan.
Game ini juga mengadopsi logika combo gaya ‘gatling’. Jadi, jika baru mencoba karakter, pemain bisa mengandalkan combo dasar antara serangan ringan dan serangan arah, yang kemudian bisa berlanjut ke serangan berat atau gerakan spesial. Saat musuh terangkat ke udara, pemain mendapatkan satu kesempatan untuk melakukan air dash cancel, yang memungkinkan untuk melanjutkan combo dan menambah sedikit kerusakan lagi. Ini benar-benar sistem yang bikin ketagihan!
Di samping itu, ada juga super meter yang bisa dikelola, mirip dengan game 2D lainnya. Pemain bisa menggunakan satu bar untuk EX special moves yang meningkatkan serangan spesial dengan cara-cara berbeda, seperti meningkatkan knockback atau menambah kerusakan. Jika berhasil mengumpulkan tiga bar, pemain dapat melakukan gerakan super dengan input gerakan khas game fighting untuk menutup combo dengan gaya.
Bicara soal karakter, ada variasi playstyle yang menarik dari empat karakter yang ada. Setiap karakter terasa unik dan tidak ada yang terasa klise dari dunia platform fighter. Karakter favorit penulis adalah Shai, yang mengingatkannya pada Kid Vid dari Burger King Kids Club di tahun ’90-an. Shai adalah seorang pengantar makanan yang menggunakan skateboard dan power glove dalam pertarungan, bahkan bisa melakukan active reload seperti di Gears of War untuk mempercepat gerakan spesialnya.
Salah satu karakter standout lainnya adalah Jingo, seekor anjing ninja super cepat dengan proyektil yang mengesankan dan gerakan spesial yang bisa menanamkan kupu-kupu di musuh, lalu teleportasi untuk melanjutkan combo. Karakter-karakter ini memberi nuansa yang segar dan menarik!
Untuk mode roguelite, meskipun pengembang mencoba sesuatu yang baru untuk mode single player, ini terasa kurang memuaskan, terutama di tahap awal pengembangannya. Biasanya, roguelites menawarkan pengalaman yang unik di setiap permainan, memaksa pemain beradaptasi dengan situasi yang dihadapi. Namun, setiap run di Combo Devils terasa sama. Pemain memilih karakter dan melawan gelombang musuh generik yang tidak banyak memberi variasi, hanya mengandalkan serangan sederhana yang bisa dihindari atau diblok.
Di sisi lain, mode online terbilang jauh lebih memuaskan. Dengan rollback netcode yang solid, pengalaman bermain online terasa hampir sama dengan bermain offline, bahkan untuk gerakan yang memerlukan timing presisi seperti active reload Shai.
Dari semua yang telah dipaparkan, Combo Devils berpotensi menjadi perpaduan yang sangat bagus antara platform dan fighting 2D. Dengan mekanik yang cerdas, karakter yang fun, pengalaman online yang mengasyikkan, serta combo yang terlihat menarik, game ini pasti bakal bikin gamers penasaran. Meski masih banyak yang perlu diperbaiki, jika Punkzilla bisa menyempurnakan elemen-elemen yang ada dan memastikan kualitas tinggi pada sisa game, Combo Devils bisa jadi salah satu pemain utama di genre platform fighter.





