Solo Leveling jelas jadi salah satu anime aksi modern terbaik yang hadir di Crunchyroll beberapa tahun terakhir. Gaya dan jalan ceritanya bikin banyak penggemar terkesima, sama seperti manhwas-nya. Tahun ini, saat Solo Leveling nggak tayang, Crunchyroll mengenalkan anime baru yang mirip, yaitu Tomb Raider King. Sejak awal tayang, anime ini langsung jadi bahan debat di kalangan fans karena kemiripannya dengan Solo Leveling. Dari sistem perkembangan kekuatan sampai karakter utamanya, Seo Jooheon, yang seolah mengadaptasi karakter Jinwoo, Tomb Raider King jelas punya banyak kesamaan.
Yang menarik, Tomb Raider King udah mulai menggabungkan elemen-elemen yang diperkenalkan Solo Leveling di tahap yang lebih lanjut. Misalnya, Jooheon sudah siap untuk menghabisi siapa saja yang menghalanginya, sementara Jinwoo baru sampai pada titik itu setelah dikhianati di kisahnya. Selain itu, anime ini juga udah menampilkan unsur romantis lebih cepat dibanding Solo Leveling, yang hingga kini belum sepenuhnya menggarap tema tersebut. Di episode terbaru, Jooheon melakukan tindakan yang bakal kita lihat dilakukan Jinwoo di musim mendatang, benar-benar mengubah struktur naratif yang ada.
Pacing Tomb Raider King Terlalu Cepat, Bisa Berdampak pada Naratifnya
Di episode 6 Tomb Raider King, saat Taejoon mencoba mengalahkan Jooheon, dia memicu kebangkitan banyak relik, menandai titik balik di mana munculnya makam semakin meluas. Jooheon juga harus menghadapi relik-relik Mesir yang jadi sumber kemunculan makam, menjadikannya entitas bertingkat dewa yang erat kaitannya dengan makam tersebut. Ini dibuktikan dengan kekuatan yang diberikan kepada Jooheon oleh Crow, yang terhubung dengan relik-relik ini, menunjukkan statusnya sebagai relik dewa. Dengan kemunculan relik ini, episode tersebut mengisyaratkan bahwa seri ini akhirnya akan menghadirkan tantangan yang melebihi kemampuan Jooheon.
Kendati demikian, Jooheon dengan cepat mengalahkan relik-relik dewa tersebut hanya dengan kepintarannya dan memaksa mereka untuk tunduk. Episode ini ditutup dengan Jooheon mendapatkan beberapa relik lagi dan menghabisi Taejoon, yang jadi rintangan terbesarnya sebelumnya. Walaupun sepertinya keren, ini mengganggu pacing cerita dengan mendorong protagonis ke level yang luar biasa tanpa ada pengembangan emosional yang cukup, membuat pencapaian itu terasa kurang layak. Akhirnya, meskipun Tomb Raider King terlihat lebih menonjol dari Solo Leveling dengan momen-momen keren bagi karakternya yang muncul lebih awal, itu justru menghilangkan daya tarik dari perjalanan Jinwoo yang bertahap.
Ini jadi kelemahan besar karena perjalanan Jooheon memiliki fondasi yang kuat, yaitu balas dendam. Jooheon digerakkan oleh dendam, jadi seharusnya konflik ini dibangun secara bertahap agar kemenangan yang diraihnya terasa lebih memuaskan dan perjalanan karakternya lebih unik dibandingkan Solo Leveling. Sebaliknya, apa yang awalnya bikin Tomb Raider King menarik—naratif yang cepat—malah kini menjadi hambatan terbesarnya. Meski begitu, anime ini tetap jadi pengganti yang layak untuk Solo Leveling yang bisa dinikmati penggemar sambil menunggu kembalinya sang jagoan.
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau Tomb Raider King bisa memperbaiki pacing-nya dan memberikan lebih banyak kedalaman pada naratif dan karakternya. Semoga aja mereka bisa menghadirkan konflik yang lebih kuat antara Jooheon dan musuhnya, sehingga setiap kemenangan terasa benar-benar berarti. Hype untuk melihat bagaimana jalan cerita ini berkembang terus berlanjut, nggak sabar nunggu episode selanjutnya!

