Siapa yang tidak langsung terbayang sosok Loki saat mendengar nama Tom Hiddleston? Karakter ikonik Marvel Cinematic Universe ini memang membuat Hiddleston jadi nama yang dikenal luas. Namun, mempersempit filmografi Hiddleston hanya pada Dewa Kekacauan itu berarti kita melewatkan banyak proyek menarik yang menunjukkan betapa hebatnya bakatnya. Dia adalah aktor yang memiliki latar belakang teater dan pengalaman yang kaya di berbagai genre film.
Menarik banget untuk mengingat kembali karakter Loki, apalagi saat ini antusiasme semakin membara menjelang Avengers: Doomsday. Tapi, yuk kita eksplor kemampuannya di peran-peran lainnya! Berikut ini adalah lima penampilan terbaik Hiddleston yang wajib kamu tonton. Ini menunjukkan seberapa besar pemahaman dia tentang dunia akting.
5) The Life of Chuck
Salah satu hal menarik tentang Hiddleston adalah bakatnya yang kadang terselubung oleh peran-peran terkenalnya. Dalam The Life of Chuck, arahan Mike Flanagan yang diadaptasi dari buku Stephen King, kita disuguhkan kisah Charles Krantz yang dipecah menjadi tiga bagian. Mulai dari dunia yang seolah akan berakhir, lalu mundur ke momen-momen penting dalam hidupnya. Hiddleston berperan sebagai Chuck dewasa, seorang akuntan yang awalnya terlihat biasa saja, tapi kemudian jadi pusat dari kisah tentang ingatan, kehidupan, dan pentingnya pengalaman kecil yang kita bagi dengan orang lain.
Kenapa penampilannya sini sangat memukau? Hiddleston berhasil menyampaikan rasa puas dan antusiasme yang memiliki arti baru ketika kita memahami konteks film ini. Salah satu momen terbaiknya adalah saat dia menari di jalanan bersama seorang drummer jalanan, yang pasti bikin kamu tersenyum. Hiddleston menciptakan sosok Chuck yang terasa sangat manusiawi, sehingga kamu langsung bisa terhubung dengannya, bahkan sebelum sepenuhnya mengerti posisinya dalam cerita.
4) The Deep Blue Sea

Enggak semua karakter Hiddleston perlu bikin penonton mendukung mereka, dan The Deep Blue Sea adalah contohnya. Diadaptasi dari drama karya Terence Rattigan, film ini menampilkan Hiddleston sebagai Freddie Page, mantan pilot Royal Air Force yang terlibat dengan Hester Collyer (Rachel Weisz), seorang wanita yang meninggalkan pernikahannya demi bersamanya. Kisah ini berlangsung di tahun 50-an dan menggambarkan keruntuhan hubungan mereka saat Hester menyadari bahwa gairah yang membuatnya meninggalkan segalanya tidak sebanding dengan komitmen Freddie. Memilih Hiddleston untuk peran ini mungkin adalah salah satu keputusan terbaik film ini.
Freddie punya pesona dan tampang romantis, tapi sebaliknya, dia juga jauh dari sosok pasangan ideal: dia kekanak-kanakan, egois, dan kurang peka pada keinginan Hester, meskipun jelas betapa emosionalnya dia. Hiddleston tidak menciptakan pesona dari kelemahan-kelemahannya, sehingga Freddie tidak hanya jadi karakter tampan yang rumit. Perbedaan antara sosok Freddie yang diinginkan Hester dan realitasnya justru membuat penampilan ini sangat meyakinkan.
3) Only Lovers Left Alive

Only Lovers Left Alive adalah film yang sering diremehkan, terutama dalam genre vampir. Meskipun tidak semua orang menyukainya, Hiddleston mampu menghadirkan suasana yang mendalam berkat latar belakang teaternya. Ceritanya mengikuti Adam, vampir berabad-abad yang hidup terasing di Detroit, dikelilingi alat musik dan buku, sambil merasa muak dengan keadaan manusia. Pasangannya, Eve (Tilda Swinton), tinggal di Tangier, datang berkunjung saat dia menyadari Adam sedang terpuruk. Masalah muncul ketika Ava (Mia Wasikowska), adik Eve yang impulsif, datang dan mengganggu rutinitas mereka.
Ini bukan sekadar kisah tentang makhluk malam. Hiddleston berhasil menunjukkan betapa Adam bukanlah sosok yang mengancam. Dia terlihat lelah terhadap keberadaannya dan tidak puas dengan dunia. Dengan kepribadian yang nyeni, Hiddleston tetap bisa menjaga penampilannya agar tidak membosankan. Selain itu, chemistry-nya dengan Swinton sangat menjadi sorotan. Ini adalah peran yang mengharuskan lebih banyak nuansa halus, dan Hiddleston berhasil menyuguhkannya dengan sangat baik.
2) The Hollow Crown

Meski tidak banyak yang tahu tentang The Hollow Crown, ini adalah proyek yang sangat penting untuk memahami Hiddleston sebagai aktor. Shakespeare punya andil besar dalam kariernya, dan produksi ini mengadaptasi drama paling terkenal dari penulis tersebut tentang sejarah monarki Inggris. Di dalam serial ini, Hiddleston berperan sebagai Pangeran Hal dalam bagian-bagian yang berkaitan dengan Henry IV dan Henry V. Kita mengikuti perjalanan seorang pria muda yang lebih suka bersenang-senang daripada mempersiapkan diri untuk memimpin. Namun, saat ayahnya, Raja Henry IV (Jeremy Irons), mulai menghadapi masalah kesehatan, Hal harus menunjukkan kemampuannya.
Yang menarik dari karakter ini adalah transformasinya yang terasa alami. Sejak awal, Hal sudah menunjukkan kecerdasan dan kesadaran yang lebih dibandingkan yang orang lain kira. Ketika akhirnya dia naik tahta sebagai Henry V, Hiddleston mampu menyampaikan otoritas yang dibutuhkan tanpa kehilangan pesonanya. Nilainya sangat jelas dalam dialog-dialog Shakespeare yang dibawakannya dengan sangat lancar. Ini adalah penampilan yang sangat layak dihargai, menunjukkan Hiddleston dalam bentuk paling murni.
1) The Night Manager

Kalau kamu mau nonton satu produksi yang bikin kamu paham kenapa Hiddleston itu sangat jago, tonton The Night Manager. Dimulai sebagai miniseri, sekarang sudah ada season kedua dan telah diperbarui untuk season ketiga. Di sini, kita kenalan dengan Hiddleston sebagai Jonathan Pine, mantan tentara Inggris yang jadi manajer malam di hotel mewah dan terlibat dalam operasi intelijen internasional. Dia mengungkap informasi tentang aktivitas kriminal Richard Roper (Hugh Laurie) dan direkrut oleh Angela Burr (Olivia Colman) untuk menyusup ke lingkaran dalam Roper demi mengumpulkan bukti.
Perannya menuntut banyak dari Hiddleston, karena Jonathan punya sedikit sekali ruang untuk membuat kesalahan atau menunjukkan apa yang dia pikirkan. Berbeda dengan Loki yang penuh dengan karisma dan sindiran, Pine harus lebih hati-hati dan merencanakan setiap langkah. Perjalanan ini bikin kamu terlibat, karena Hiddleston tahu cara menangkap ketegangan tanpa menjadikannya karakter mata-mata yang klise. Adegan-adegan bersamanya dengan Laurie adalah beberapa momen paling mendebarkan. Secara keseluruhan, film ini sangat pas untuk Hiddleston karena dia bisa menyatukan semua kualitas luar biasa yang dimilikinya: pesona, kecerdasan, kehadiran, nuansa, otoritas, dan kerentanan dalam keseimbangan yang sempurna.
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau kita bisa lihat Hiddleston beraksi lagi di film-film mendatang. Setiap peran yang dia ambil selalu bikin penonton terpesona. Semoga aja dia terus emosi dan mengeksplorasi karakter-karakter baru yang menantang, karena Hiddleston itu jenis aktor yang selalu bikin kita pengen nonton lebih!





