Home Movie Rebirth Hancurkan 6 Tradisi untuk Menghadirkan Kembali Franchise (Dan Ini adalah Hal yang Baik!)
Movie

Rebirth Hancurkan 6 Tradisi untuk Menghadirkan Kembali Franchise (Dan Ini adalah Hal yang Baik!)

Share
Rebirth Hancurkan 6 Tradisi untuk Menghadirkan Kembali Franchise (Dan Ini adalah Hal yang Baik!)
Share

Franchise Jurassic Park/World sudah melanglang buana selama lebih dari tiga dekade. Sepanjang waktu itu, film-filmnya sering kali berbagi cerita, karakter, dan ide yang sama. Namun, Jurassic World: Rebirth hadir dengan gebrakan baru yang bikin penonton semangat untuk masa depan yang lebih menarik.

Setelah beberapa rilis yang cukup kontroversial, seperti Jurassic World: Dominion pada 2022, Rebirth menawarkan titik balik yang cukup menarik. Disutradarai oleh Gareth Edwards dan dibintangi oleh Scarlett Johansson, Jonathan Bailey, dan Mahershala Ali, film ini berusaha lebih dari sekadar mengulangi cerita taman dengan dinosaurus yang lebih besar.

Berikut ini beberapa cara paling mencolok yang bikin Jurassic World: Rebirth keluar dari tradisi dan mengubah wajah franchise ini, sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri terhadap masa depannya.

Inline – AWV Youtube

Jurassic World: Rebirth Tidak Menghadirkan Karakter Legendaris

Perubahan besar pertama dalam Jurassic World: Rebirth adalah keputusan segar untuk tidak menyertakan karakter ikonik dari film-film sebelumnya. Biasanya, setiap film Jurassic World selalu menampilkan minimal satu karakter penting dari trilogi Jurassic Park yang dulu, seperti Dr. Henry Wu dan Dr. Ian Malcolm. Namun di Rebirth, penonton bakal bertemu dengan wajah-wajah baru seperti Zora Bennett (Scarlett Johansson), Duncan (Mahershala Ali), dan Dr. Henry Loomis (Jonathan Bailey).

Pemilihan ini berhasil melepaskan franchise dari jebakan nostalgia yang selama ini melanda film-film sebelumnya. Dengan menghadirkan karakter-karakter baru, Rebirth menunjukkan bahwa film ini bisa tetap seru tanpa harus selalu melibatkan karakter-karakter legendaris.

Rebirth Lepas dari Formula Taman Hiburan Lama

Film pertama Jurassic Park sudah menetapkan formula dasar sehingga setiap film setelahnya mengikuti alur yang hampir sama: manusia menciptakan atraksi dinosaurus, semuanya berantakan, dan dino-dino tersebut mulai bebas berkeliaran. Namun, Jurassic World: Rebirth mempersembahkan nuansa baru dengan mengambil setting di sebuah pulau terpencil yang ternyata bukan untuk taman hiburan tetapi sebagai fasilitas penelitian untuk eksperimen gagal oleh InGen.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Selma Blair Terjerat Kasus Serangan Tingkat Kedua, Kini Bebas Setelah Membayar Uang Jaminan!

Alih-alih melanjutkan formula lama, film ini memperkenalkan pulau Saint-Hubert, sebuah tempat studi dengan dinosaurus yang tidak layak untuk dipamerkan ke publik. Ini memberikan aspek segar dan membawa penonton ke era baru dalam franchise ini.

Hibrida Genetik Diganti dengan Dinosaurus Nyata dan Eksperimen Gagal

Di trilogi Jurassic World sebelumnya, banyak hibrida genetik menjadi fokus ketegangan, seperti Indominus Rex dan Indoraptor. Sementara itu, Rebirth memusatkan perhatian pada makhluk awal yang merupakan hasil eksperimen gagal, seperti Mutadons dan D-Rex. Ini bikin cerita terasa fresh, mengingat fokusnya bukan pada hibrida yang lebih besar tapi pada asal-usul dinosaurus itu sendiri.

Tidak Ada “Rex Machina” yang Menyelamatkan di Jurassic World: Rebirth

Film ini juga berani lepas dari salah satu trops yang sering muncul, yaitu dinosaurus yang datang tepat waktu untuk menyelamatkan manusia dari predator lain. Meski ada T. rex dalam Rebirth, perannya tidak lagi sebagai penyelamat. T. rex tetap menjadi predator yang mengancam, membuat penonton merasakan ketegangan yang sesungguhnya.

Inline – AWV Youtube

Cerita Baru dengan Big Dino Pharma

Fokus plot dalam Jurassic World: Rebirth menawarkan premis yang lebih unik. Zora Bennett dan timnya, yang bekerja untuk eksekutif ParkerGenix, menjelajahi Isle Saint-Hubert untuk mengumpulkan material genetik dari spesies dinosaurus terbesar. Alih-alih hanya untuk membuka taman, mereka berusaha mengembangkan obat jantung yang bisa menyelamatkan nyawa.

Selain itu, adanya misi yang melibatkan ancaman korporat dan ambisi ilmiah membuat cerita kali ini terasa lebih segar. Karakter-karakter ini memiliki motivasi yang lebih mendalam dan lebih berhubungan dengan kemanusiaan, bukan sekadar membangun taman atau melakukan penelitian konservasi.

Rebirth Menawarkan Status Quo Baru untuk Seluruh Dunia

Perubahan paling signifikan dalam Jurassic World: Rebirth adalah pandangan yang lebih luas tentang dunia franchise ini. Setelah Jurassic World: Dominion memberikan gambaran bahwa dinosaurus hidup berdampingan dengan manusia, Rebirth menunjukkan bahwa banyak dinosaurus telah bermigrasi ke “zona eksklusi” yang terlarang. Ini membuka banyak potensi cerita baru di lokasi-lokasi yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.

Baca juga  5 Film dengan DUA Penjahat Hebat yang Wajib Ditonton!

Dengan begitu, status quo baru yang dihadirkan Jurassic World: Rebirth memberikan peluang untuk perkembangan dan penjelajahan yang lebih luas ke dalam dunia dinosaurus. Franchise ini jelas punya jalan panjang untuk terus berkembang dan menciptakan kisah-kisah baru yang seru.

Reaksi Kita

Kayaknya bakal seru banget kalau Jurassic World: Rebirth bisa bawa suasana baru yang lebih segar dan tidak terikat pada nostalgia. Semoga aja film ini bisa jadi langkah awal untuk menjelajahi cerita-cerita seru di dunia dinosaurus yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kita tunggu aja pembuktian saat rilis nanti, pasti menarik untuk dikenali!

Inline – AWV Youtube
Share