Dalam laporan industri video game CESA 2026 yang dipublikasikan oleh Automaton, terlihat adanya lonjakan besar dalam adopsi AI oleh developer game Jepang. Angka ini mencapai 85,8% pada tahun 2026, meningkat dari 51% di tahun sebelumnya. Yang lebih mengejutkan, survei lain di bulan Juli yang fokus pada pengembang game online menunjukkan bahwa semua pengembang (100%) telah mengadopsi AI.
Kalau kita bedah lebih dalam, sekitar 63% responden mengaku menggunakan alat AI generatif setiap hari, sedangkan 22,8% lainnya menggunakan lebih tidak teratur. Namun, survei ini tidak membedakan antara disiplin ilmu atau bentuk output AI generatif seperti kode, seni konseptual, aset dalam game, atau teks.
Developer mengungkapkan keuntungan dari penggunaan AI ini, mulai dari efisiensi yang meningkat hingga pengurangan biaya dan waktu pengembangan. Meski demikian, mereka tetap menerapkan langkah-langkah keamanan dengan memastikan adanya “verifikasi manusia” dan menghindari penggunaan bahan yang dihasilkan AI untuk konteks tampilan pemain.
Dalam gambaran yang lebih besar, industri Jepang tampaknya jauh lebih cepat dalam mengadopsi alat AI dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Amerika Utara. Hanya 36% responden dari survei GDC 2026 yang menyatakan menggunakan alat AI dalam pekerjaan mereka, sementara 52% percaya bahwa AI generatif justru berdampak negatif pada industri.
Hal menarik yang patut dicatat adalah apakah gamer Jepang sekeras itu menolak penggunaan AI generatif seperti halnya gamer di negara-negara berbahasa Inggris. Meskipun mungkin tidak ada stigma sosial yang sama di kalangan developer, kehadiran aset yang dihasilkan AI dalam game retail seringkali terlihat kurang menarik dan terkesan murahan.
Industri Jepang tampaknya berada dalam keadaan yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan game AAA di Amerika Utara. Meski begitu, ada keraguan apakah adopsi AI generatif ini benar-benar berkontribusi secara signifikan pada kondisi tersebut, dan dapat berpotensi menimbulkan masalah kualitas, kepercayaan pemain, atau stabilitas pekerjaan di masa depan.
Reaksi Awverse
Kayaknya bakal seru banget kalau sih industri game Jepang bisa mengoptimalkan penggunaan AI demi mengembangkan kualitas game yang lebih baik. Semoga aja mereka tetap menjaga kualitas dan kreativitas tanpa terjebak dalam dampak negatif penggunaan teknologi ini. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis game-game terbaru nanti!

