Kayaknya sih, semua hype tentang GTA 6 yang akan segera dirilis bikin banyak orang kembali ke game-game lawasnya. Seorang penggemar baru-baru ini ngedecide untuk main Grand Theft Auto 4 setelah 18 tahun, dan kabar baiknya, game ini masih seru banget! Niko, si tokoh utama, masih jadi raja. Suasana Liberty City yang “hidup” bikin nostalgia, dan yang bahkan lebih menarik, cara berkendara di game ini—meskipun ini topik yang sering diperdebatkan.
Jadi, GTA 4 dulu dapat nilai 10 dari IGN, dan meskipun banyak yang bilang itu masterpiece, gue rasa ada banyak yang bisa diadmire dari game ini. Di sini, gak mau ngasih review lengkap, karena itu udah jadi tugas rekan kerja, Luke Reilly, di review legacy GTA. Yang pengen gue sampaikan adalah, GTA 4 masih punya “jeruk nipisnya”!
Begitu mulai main, hal pertama yang bikin ngeh adalah betapa jauhnya perkembangan grafis setelah GTA 4. Jarak pandang di versi Xbox 360 asli ini bikin sebel, kayak ngeliat sesuatu tanpa kacamata—mudah-mudahan sih, enggak sampe rubuh kayak diare. Tapi pas udah fokus, kita bisa liat betapa detailnya atmosfir di Liberty City. Meskipun ada keterbatasan teknis jaman itu, bisa dibilang they nailed it! Apartemen pertama Niko itu pas banget mencerminkan hidupnya yang realistis—semua poster ditahan dengan selotip dan biar dibilang classy, ya… ya begitu deh.
“Gak bisa dipungkiri, kita lebih merasa kontrol di mobil di GTA 5, tapi gue kangen sama adrenalin berkendara di GTA 4.”
Ketika ngebut dengan taksi Roman, bantalan belakangnya seakan-akan menggantung nyosor. Handling mobil di GTA 4 emang sering diperdebatkan, tapi gue malah suka! Rasanya ada sensasi tersendiri saat belok, bikin kejar-kejaran jadi lebih mendebarkan. Meskipun bikin jalanan kita berasa kayak licin es, tetep lebih seru dibanding yang ada di GTA 5. Bener deh, kayaknya GTA 6 perlu cari keseimbangan antara keduanya.
GTA 4 juga ngenalin sistem hubungan yang cukup dalam, baik itu untuk persahabatan maupun romansa. Ternyata, ini menciptakan ikatan yang bikin kita merasa lebih terhubung sama karakter lain. Seakan-akan kita lagi adaptasi di kota baru dengan temen-temen baru, yang pastinya bikin cerita Niko semakin kuat, terutama saat kencan pertamanya sama Michelle!
Walaupun sering dijadikan lelucon karena telepon terus menerus dari sepupu yang hobi bowling, sistem ini beneran rewarding. Menghabiskan waktu bersama karakter lain bisa unlock senjata atau helicopter, dan ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan. Bahkan ada acara stand-up comedy dari Ricky Gervais—yang pasti bakal dinanti-nanti pada 2008, beda zaman deh.
Tentunya, aktivitas pertama yang dilakukan adalah bowling—walau bukan dengan sepupu Roman. Ada bendera neon yang bikin ketawa pas liat dua pin dan bola yang disusun kayak… ya, you know what I mean. Gak berubah dari remaja 18 tahun lalu, ya. Dan semua sentuhan kecil di dunia Rockstar ini bikin semuanya terasa lebih hidup, ditambah dengan keberanian dan sisi serius dari cerita yang bikin GTA 4 bertahan sampai sekarang.
Memang, desain misinya emang masih bisa jadi sorotan—as many GTA sebelumnya—tapi anticipation untuk misi legendaris Three Leaf Clover tetap bikin deg-degan. Rindu banget sama level yang bener-bener ngubah cara pandang permainan, dan pengen lihat seberapa banyak DNA pencurian dari sekuelnya yang bisa kita temui di sini.
Hal paling mencolok saat kembali ke Liberty City tentu saja Niko Bellic. Dia jadi pusat dari semua yang bikin GTA 4 se-mazing itu. Gaya humor yang childish memang seru, tapi bener-bener terasa ketika ada lapisan kejujuran di baliknya. Meskipun GTA 5 jadi favorit karena ambisi blockbuster-nya, ceritanya bukan yang terbaik. Niko masih jadi karakter paling compelling yang diceritakan Rockstar. Sementara Franklin, Michael, dan Trevor hanya terlihat lebih kayak karikatur daripada karakter manusia yang sebenarnya. Bakal menarik lihat tone apa yang akan diambil GTA 6, terutama setelah Red Dead Redemption 2.
Dengan dunia yang semakin panas dan menjelang umur yang tak kunjung muda, pastinya akan lebih sering melihat kembali ke masa-masa ketika main game bagus dan datang ke kelas tepat waktu jadi satu-satunya agenda. Udah kembali ke Burnout Revenge, tapi mungkin ada yang mau dengar cerita tentang game lain kaya Fable 3, Max Payne 3, dan Deus Ex: Human Revolution yang manggil-manggil dari rak gue.
Game emang asik, ya!
Reaksi AWverse
Kita semua pasti nunggu-nunggu GTA 6, tapi nostalgia dengan GTA 4 ini bikin kita inget betapa serunya tantangan zaman dulu. Semoga Rockstar bisa ambil pelajaran dari yang lama dan tetep ngejaga esensi serunya. Balik ke driving mechanics yang bikin jantung berdetak lebih kencang itu kayaknya akan jadi kombinasi yang wow! Kita tunggu saja segala kejutan yang bakal datang pas rilis nanti.

