Home Game Hyrule Warriors: Kenapa Dapat Nilai Terendah Tapi Tetap Bikin Aku Cinta?
Game

Hyrule Warriors: Kenapa Dapat Nilai Terendah Tapi Tetap Bikin Aku Cinta?

Share
Hyrule Warriors: Kenapa Dapat Nilai Terendah Tapi Tetap Bikin Aku Cinta?
Share

The Legend of Zelda adalah salah satu franchise video game yang paling ikonik sepanjang masa, dikenal dengan petualangan besar yang telah membentuk genre aksi-petualangan. Desain permainan yang konsisten dari generasi ke generasi ini berhasil menarik beragam pemain. Namun, penting untuk diingat bahwa ada beberapa judul yang menjadi outlier dalam perjalanan sejarah franchise ini, salah satunya adalah Hyrule Warriors. Pertama kali dirilis di Wii U pada 14 Agustus 2014, game yang sudah berusia 12 tahun ini sangat berbeda dari mayoritas game yang ada dalam franchise. Meskipun menyimpan banyak elemen visual dan pengembangan dunia dari inti seri, Hyrule Warriors dikerjakan oleh Omega Force dan Team Ninja sebagai jawaban bertema Nintendo terhadap Dynasty Warriors. Lebih dari satu dekade kemudian, game ini masih jadi sorotan karena seberapa jauh ia menyimpang dari inti franchise Legend of Zelda, meski tetap jadi favorit di kalangan penggemar.

Hyrule Warriors Tak Menggambarkan Esensi Legend of Zelda

Mungkin Hyrule Warriors sangat menyenangkan bagi para penggemar Legend of Zelda, tetapi secara fungsional, game ini kurang dapat dikategorikan sebagai bagian dari seri utama. Salah satu aspek kunci dari Legend of Zelda adalah pengalaman petualangan yang mendalam. Formula game ini, baik dari era 8-bit di NES hingga eksperimen 16-bit, dan bahkan versi definisi tinggi abad ke-21, memberikan sensasi eksplorasi yang luas dan menyenangkan. Pemain bisa menemukan harta tersembunyi, bertarung melawan monster yang tak terduga, dan menjelajahi dunia yang kaya. Dalam genre aksi-petualangan yang kabur, franchise Zelda selalu lebih menekankan elemen eksplorasi dibandingkan aksi. Namun, Hyrule Warriors membalik semua itu dengan fokus pada skala besar dan aksi, menggantikan pertarungan yang terjadwal dengan gelombang musuh yang terkesan monoton dan kekurangan karakteristik unik.

Inline – AWS Open Trip
Baca juga  Teaser Edgerunners 2 Tampilkan Lokasi Menarik dari Cyberpunk 2077!

Hal ini diungkapkan oleh penggemar Dynasty Warriors yang menikmati pendekatan berlebihan yang sering kali memuaskan. Hyrule Warriors juga menawarkan kesenangan serupa, tetapi sayangnya, hal ini mengorbankan identitas desain game khas dari seri ini. Dengan banyaknya karakter yang dapat dimainkan dan beragam gaya bertarung, game ini justru kehilangan satu aspek penting dari pengalaman Legend of Zelda yang selalu memberikan para pemain kebebasan untuk berimajinasi melalui karakter Link. Di sisi lain, Hyrule Warriors menekankan pada banyaknya karakter untuk variasi gameplay, sehingga kehilangan esensi dari pengalaman Zelda yang sebenarnya.

Paduan Menyenangkan Meski Berbeda

Walaupun begini, ada hal menyenangkan tersendiri dalam Hyrule Warriors yang sulit untuk diabaikan. Game ini seperti surat cinta bagi seluruh franchise, penuh dengan referensi halus dan easter egg yang tersembunyi di setiap sudut. Karakter baru seperti Cia membawa perspektif unik tentang siklus kehidupan dan kematian. Ini juga adalah kesempatan untuk mengingat kembali bos-bos ikonik dari game masa lalu tanpa merusak cerita aslinya. Sekuel-sekuelnya, Age of Calamity dan Age of Imprisonment, memanfaatkan koneksi longgar ke cerita utama untuk menciptakan setting dan dunia baru yang penuh favorit modern. Meskipun cerita-cerita ini tidak sepenuhnya berhubungan dengan stakes utama, mereka tetap memiliki daya tarik yang unik dan aneh. Menjadi karakter seperti Midna sangat mengasyikkan bagi penggemar lama, sementara menghancurkan gelombang musuh sebagai Ganondorf memberikan kesenangan tersendiri setelah sering kali menjadi korban kehebatannya.

Inline – AWS Open Trip

Walau gameplay Dynasty Warriors tidak sepenuhnya sejalan dengan Legend of Zelda, ia masih membawa kesenangan tersendiri. Walaupun tak sepenuhnya pas dengan mitologi utama, ada rasa momen “go for broke” dalam Hyrule Warriors yang sangat menular. Hasilnya adalah sebuah game yang seru, di mana sentuhan-sentuhan Legend of Zelda hanya menambah daya tarik spektakuler dalam gameplay ini. Sebagai penggemar berat Zelda, seharusnya saya melihat game ini sebagai fan service semata, tanpa ada bobot atau kedalaman yang membuat saya jatuh cinta pada game utama. Namun, tetap saja fan service ini bisa membuat saya tersenyum, dan meski aksinya jauh dari pengalaman inti Zelda, tetap saja dapat memuaskan rasa bermain yang berbeda. Jadi, meskipun saya tidak menganggapnya sebagai game Legend of Zelda yang sesungguhnya, Hyrule Warriors tetap menyenangkan sebagai game yang benar-benar berbeda dengan ciri visualnya.

Baca juga  Kenapa Kelas Cleric Di D&D 2026 Bakal Jadi Primadona RPG? Ternyata Mereka Terlalu Kuat!

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Kayaknya bakal seru banget kalau Hyrule Warriors bisa menggabungkan lebih banyak unsur yang membuat Legend of Zelda jadi ikonik. Semoga aja game selanjutnya bisa lebih mendalami esensi eksplorasi dan petualangan daripada aksi yang berulang. Dengan segala potensi yang dimiliki, franchise ini tentu bisa menghadirkan sesuatu yang semakin mengasyikkan di masa depan!

Inline – AWS Open Trip
Share