Bersiap-siap, penggemar House of the Dragon! Finale musim ketiga membawa perubahan besar yang bikin kita semua terkejut. Kematian mengejutkan salah satu karakter utama benar-benar menunjukkan warna asli Rhaenyra (Emma D’Arcy). Dalam episode terakhir, kita melihat Helaena (Phia Saban) yang sedang hamil, mengambil keputusan tragis untuk mengakhiri hidupnya setelah Rhaenyra menahannya dalam keadaan terasing seperti tawanan perang.
Sejak dulu, Westeros dikenal dengan sejarah pemimpin yang mengorbankan moralitas demi kekuasaan, dan Rhaenyra enggak jauh beda. Dalam perjuangannya meraih tahta, dia udah menunjukkan sisi kejamnya. Kematian Helaena jadi titik balik penting bagi karakternya. Helaena, yang bisa dibilang satu-satunya karakter baik di sekitarnya, menjadi simbol moralitas yang hilang. D’Arcy menekankan bahwa kehilangan ini menunjukkan kepada semua orang bahwa dia jauh berbeda dari ayahnya, Raja Viserys (Paddy Considine), yang dianggap sebagai pemimpin yang lebih damai. Setelah peristiwa ini, enggak ada jalan kembali bagi Rhaenyra.
Dulu, Rhaenyra berusaha mengikuti jejak ayahnya yang lebih berhati-hati, tetapi dengan tragedi ini, semua kepura-puraan itu lenyap. Kematian Helaena bisa dianggap sebagai tindakan pemberontakan terakhir. Dia memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada membiarkan dirinya dan bayi yang belum lahir menjadi korban dari sifat tak berperasaan Rhaenyra.
Finale musim ketiga diakhiri dengan Rhaenyra yang berdiri di samping jendela tempat Helaena jatuh. Alih-alih menunjukkan tanda kesedihan atau penyesalan, dia malah menutup jendela, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Ini menggambarkan betapa jauh dirinya berubah dan seberapa berbeda dia dari ayahnya. D’Arcy menambahkan bahwa kematian Helaena mewakili momen penentu dalam transformasi Rhaenyra. Kematian seseorang yang setia pada nilai-nilainya menghilangkan kemungkinan realistis bagi rakyatnya melihatnya sebagai sosok yang mampu bernegosiasi. Rhaenyra sudah sampai di titik tanpa jalan kembali.
“Helaena adalah semacam jantung moral dari serial ini, menurut saya. Dia mungkin satu-satunya karakter yang dekat dengan kekuasaan, namun tetap tidak terkontaminasi. Karena itu, kematiannya mengutuk Rhaenyra pada jalan yang telah dipilihnya. Saya rasa setelah itu, enggak ada jalan kembali, dan jelas enggak ada rute kembali ke bentuk kepemimpinan yang lebih moderat.”
D’Arcy juga menyoroti bahwa konsekuensi dari kematian ini jauh lebih besar dari sekadar pendekatan Rhaenyra sebagai ratu. Ini bisa menciptakan keretakan yang tidak dapat diperbaiki antara Rhaenyra dan ibu Helaena, Alicent (Olivia Cooke). Sepertinya perjalanan Rhaenyra ke depan bakal sangat sepi dan penuh tantangan.
Musim ketiga House of the Dragon bisa disaksikan di HBO Max. Meskipun saat ini belum ada tanggal rilis resmi untuk musim keempat, HBO telah mengonfirmasi bahwa House of the Dragon akan kembali pada tahun 2028.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget lihat bagaimana Rhaenyra menghadapi semua ini setelah kehilangan Helaena. Konsekuensi dari perbuatannya jelas bakal bikin jalannya ke tahta semakin penuh liku. Semoga aja studionya nggak ngulangin kesalahan yang sama di musim selanjutnya, dan bisa kasih kita plot yang lebih cerdas dan mendalam. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

