Setiap franchise yang sudah berjalan lama pasti merasakan fase jenuh. Namun, mengubah formula yang sudah terbangun juga bisa membawa risiko menciptakan jarak dengan penggemar. Hal ini sudah terbukti berkali-kali, terutama dengan sekuel-sekuel yang berusaha mengambil “arah baru yang berani.” Empat puluh tahun yang lalu, franchise Friday the 13th mencoba untuk bangkit kembali dengan Friday the 13th Part VI: Jason Lives, sebuah film yang menyuntikkan humor meta dan arahan stylish ke dalam formula yang sudah ada.
Hasil dari reinvensi ini ternyata sangat berhasil. Jason Lives menjadi salah satu film Friday the 13th yang mendapatkan ulasan (secara relatif) positif, dan kini dianggap sebagai favorit penggemar dalam franchise ini. Namun, sayangnya, sekuel setelahnya justru kehilangan momentum yang ada.
Jason Lives Membawa Humor ke Dalam Friday the 13th
Sementara franchise Friday the 13th selalu memiliki humor kampy, Jason Lives memperbesar elemen komedi menjadi sesuatu yang lebih meta. Di Part VI, franchise tersebut berada di posisi yang canggung. Jason Voorhees telah dibunuh secara permanen di film keempat, The Final Chapter, dan yang kelima, A New Beginning, mengakhiri film dengan menggoda bahwa Tommy Jarvis, karakter “final boy,” akan menjadi pembunuh berikutnya. Untuk mengatasi masalah ini, Jason Lives memilih jalan mudah: mengabaikan semuanya, membuka film dengan kebangkitan Jason yang tidak sengaja oleh Tommy. Adegan pembuka ini menetapkan nada untuk film selanjutnya, dengan zoom ke mata Jason untuk tampilan judul ala James Bond.
Sisa film mengikuti pola yang sama, seperti adegan saat Jason membunuh sekelompok pemburu yang bermain paintball di hutan. Tak lama setelah itu, saat Jason berpapasan dengan dua remaja yang sedang berkendara, salah satunya berkomentar: “Saya sudah cukup banyak menonton film horor untuk tahu bahwa orang aneh yang memakai topeng itu tidak pernah bersahabat.” Humor yang sadar diri ini mendefinisikan Jason Lives, tidak hanya menginovasi formula Friday, tetapi juga secara langsung mengakui tropes dari genre horor.
Jangan salah paham — Jason Lives tetap menjadi slasher yang keren. Bukan hanya punya beberapa pembunuhan berdarah, film ini memanfaatkan Crystal Lake sebagai kamp musim panas yang sebenarnya, dengan anak-anak untuk dijaga oleh para konselor remaja. Meskipun Jason tidak melukai mereka, keberadaan anak-anak ini menambah tingkat risiko yang tidak ada di film-film sebelumnya. Semua ini, ditambah dengan visual film yang gothic dan terinspirasi oleh Universal Monster, menjadikan Jason Lives mungkin film paling menyenangkan dalam seri Friday the 13th.
Friday the 13th Part VIII Fasilitas yang Mengecewakan
Friday the 13th Part VII.” class=”wp-image-1710207″ />Jason Lives melakukan hal yang banyak film Friday lainnya gagal lakukan: mendapatkan ulasan yang baik, dengan kritikus menghargai humor yang nakal dan cara film tersebut bisa tertawa dari formula yang sudah ada. Film ini berhasil meraup hampir $20 juta di box office dan kini memiliki skor 59% di Rotten Tomatoes — jauh lebih tinggi dibandingkan banyak film lainnya dalam franchise tersebut.
Jika Jason Lives meningkatkan standar, sekuelnya akan mengecewakan. Seperti pendahulunya, Friday the 13th Part VII: The New Blood membawa seri ini ke arah baru, memperkenalkan karakter Tina Shepard, seorang “final girl” dengan kekuatan telekinetik. Namun, di saat Jason Lives memiliki keuntungan humor, The New Blood kembali ke nada melodrama yang lebih familiar, meskipun protagonisnya bertenaga super.
Akibatnya, The New Blood mendapat kritik pedas dari kritikus dan penggemar, cepat kehilangan goodwill yang didapat dari Jason Lives. Sekuel-sekuel setelah New Blood juga berpindah jauh dari formula Friday dengan hasil yang bercampur, seperti Part VIII yang membawa Jason ke Manhattan dan Jason Goes to Hell yang mengubah si pembunuh menjadi demon penguasa tubuh. Penerimaan yang hangat untuk film-film ini dibandingkan dengan Jason Lives memperlihatkan tantangan yang ada ketika mengubah franchise yang telah mapan. Pilihan kreatif yang berani bisa dengan cepat berujung pada sekuel yang dibenci. Jason Lives berhasil bukan hanya karena kesenangannya, tetapi juga karena tetap mempertahankan inti dari franchise Friday the 13th sembari menjadikannya baru. Dan mungkin, itu adalah kunci untuk menginovasi sebuah franchise.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau franchise ini bisa kembali dengan fire yang sama seperti Jason Lives. Tentunya, penggemar berharap tidak hanya melihat darah dan teriak-teriak doang, tapi juga humor yang bikin ketawa sambil nonton. Harapannya, studio bisa menghindari kesalahan yang sama dan membawa Jason ke level yang lebih tinggi. Kita tunggu aja bagaimana kelanjutan cerita Jason selanjutnya!

