Walaupun sempat mengalami beberapa masalah performa dan server di berbagai platform, Marvel Tōkon: Fighting Souls tetap berhasil menjadi game pertarungan yang menarik di open beta. Dengan karakter-karakter unik dan presentasi yang stylish, game ini menawarkan pengalaman 4v4 yang berbeda dari game tag team lainnya. Namun, ada beberapa sistem yang dirasa belum sempurna dan masukan dari para pemain menunjukkan adanya beberapa fitur gameplay yang cukup membingungkan.
Salah satu keluhan terbesar selama akhir pekan beta adalah masalah fungsi yang tidak konsisten pada versi PC dan PlayStation. Versi PC mendapati kendala signifikan dalam performa, seperti crash yang meluas dan keterlambatan dalam matchmaking online. Sementara itu, versi PlayStation 5 juga mengalami kesulitan dalam menghubungkan dengan akun PlayStation Network, yang membuat beberapa pemain di daerah tertentu kesulitan untuk bermain sama sekali.
Marvel Tōkon: Fighting Souls Memiliki Open Beta yang Menarik Meski Ditemani Beberapa Masalah Gameplay & Performa
Masalah performa dalam Marvel Tōkon terlihat jelas, tapi ada juga elemen gameplay yang bikin para pemain veteran bingung. Misalnya, dalam game pertarungan tag team, assist terasa sangat lambat, kadang tidak berfungsi meskipun pemain sudah memasukkan perintah yang benar. Di Marvel Tōkon, karakter memiliki assist yang berbeda tergantung posisi dalam tim empat karakter, dengan assist tambahan yang aktif saat karakter saat ini berada di udara atau melakukan combo.
Di beberapa situasi, pemain yang ingin menunda serangan saat lawan dalam posisi bertahan berusaha memanggil assist yang kuat dari karakter dalam tim. Sayangnya, karena adanya sistem tertentu di Marvel Tōkon, assist tersebut malah muncul sebagai “assist saat combo” yang terkait dengan karakter itu. Hal ini menciptakan momen canggung di mana pemain menjadi rentan, padahal strategi ofensif mereka sebenarnya tepat. Dibandingkan dengan game seperti 2XKO dan Skullgirls yang memberikan respon langsung terhadap tindakan pemain, sistem assist di Marvel Tōkon terasa terbatas.
Pemain juga memiliki pendapat campur aduk tentang sistem tembok yang berada di berbagai arena, membuat beberapa lokasi terasa terlalu bergantung pada mekanik ini, sementara yang lainnya tidak memanfaatkannya dengan cukup baik. Masukan kecil lainnya, seperti tata letak tombol default dan opsi mode latihan yang terbatas, kemungkinan besar akan diatasi menjelang peluncuran. Dengan berbagai optimasi lainnya, Marvel Tōkon masih punya banyak ruang untuk berkembang, tetapi beberapa fitur justru menghambat game ini lebih dari yang sudah disebutkan.
Gatling Combo 4-Hit Batasi Ekspresi Combo Pemain Sambil Membuat Mereka Rentan

Di dalam gameplay Marvel Tōkon, keberadaan “Gatlings” yang terbatas jadi salah satu topik perdebatan. Ini adalah kombinasi tombol yang bisa ditekan pemain sebelum melakukan cancel ke gerakan spesial atau menghentikan serangan mereka. Di kebanyakan game pertarungan, gatlings tidak bersifat universal dan bergantung pada data frame karakter tertentu saat lawan sedang bertahan atau terkena serangan. Tidak jarang, karakter tertentu bisa memberikan tekanan lebih lama, sementara yang lainnya lebih berisiko dengan damage yang lebih tinggi, jadi match-up yang terjadi sangat dinamis.
Di sisi lain, di Marvel Tōkon, pemain hanya bisa menggabungkan serangan normal hingga empat kali di tanah, tanpa memandang karakter yang digunakan. Tanpa mengandalkan auto combo, pemain akan melukai lawan atau tidak berada dalam jangkauan untuk serangan tambahan, kecuali menggunakan skill unik atau gerakan spesial. Sistem ini sepertinya dibuat karena tekanan panjang yang sudah diterima dari tim empat karakter, tetapi banyak pemain berharap agar sistem gatling bisa sedikit dilonggarkan.
Ketika pertandingan dimulai, pembatasan gatling ini terasa lebih jelas dengan lebih sedikit karakter untuk melanjutkan serangan. Beberapa pemain kreatif mencoba untuk menemukan cara meski ada mekanik pembatasan combo dan tembok yang juga menghambat kreativitas mereka. Jika saja cara kerja gatling bisa diperbaiki, mungkin hal ini bisa menciptakan lebih banyak kekacauan di antara karakter, sehingga mempertahankan sistem ini dan memastikan pemain tidak secara tidak sengaja terjebak di dalamnya bisa jadi kompromi yang baik antara kepentingan pemain dan visi penyeimbangan pengembang.
Sistem Perintah Masukan yang Murah Hati Seringkali Menyebabkan Kesalahan Pemain yang Mengganggu Alur Pertarungan

Sementara gatlings menjadi topik penuh perdebatan, sistem pembacaan input di Marvel Tōkon mendapatkan persetujuan hampir semua orang. Setiap karakter dalam Marvel Tōkon: Fighting Souls memiliki input yang sama untuk gerakan spesial, termasuk gerakan lingkaran dan gerakan “Dragon Punch”. Di kebanyakan game pertarungan, waktu untuk input ini sangat ketat, tetapi di Marvel Tōkon, input terasa terlalu murah hati hingga mengganggu.
Pemain melaporkan sering melakukan input gerakan spesial yang salah saat berusaha melakukan gerakan yang lain, yang menyebabkan pergerakan yang salah muncul di saat yang tidak tepat. Sekali lagi, ini mengganggu aksi yang biasanya dinamis dan bisa bikin frustrasi. Ini terjadi karena input saling tumpang tindih, menunjukkan bahwa buffer tidak bekerja dengan baik untuk mencegah hal ini terjadi. Beruntung, masalah ini seharusnya bisa diatasi dengan beberapa penyesuaian gameplay.
Dibandingkan dengan dua beta tertutup yang kurang menggigit sebelumnya, open beta kali ini benar-benar meningkatkan pengalaman secara keseluruhan, dengan karakter-karakter baru yang menarik dan gameplay yang lebih halus menjelang hari peluncuran. Namun, jika dua fitur besar ini tidak segera diatasi, pemain bisa dengan cepat bereaksi negatif terhadap judul ini meski ada banyak keunggulannya. Agar Marvel Tōkon: Fighting Souls bisa jadi game pertarungan terbaik, beberapa pembaruan mungkin dibutuhkan menjelang rilis.
Reaksi AWverse
Kayaknya kalau masalah-masalah ini nggak segera diselesaikan, hype besar untuk Marvel Tōkon bisa langsung menurun. Tapi dengan karakter baru yang kece dan mekanik gameplay yang segar, ini masih bisa jadi game yang banyak dinantikan. Semoga aja studio bisa belajar dari masukan pemain agar pengalaman bermainnya makin seru!





