Home Game Resonance: A Plague Tale Legacy Bawa Serial Stealth ke Wilayah Baru yang Mengejutkan – Hasilnya Memuaskan!
Game

Resonance: A Plague Tale Legacy Bawa Serial Stealth ke Wilayah Baru yang Mengejutkan – Hasilnya Memuaskan!

Share
Resonance: A Plague Tale Legacy Bawa Serial Stealth ke Wilayah Baru yang Mengejutkan - Hasilnya Memuaskan!
Share

Resonance: A Plague Tale Legacy adalah game yang sangat berbeda dari pendahulunya, dan itu nggak berarti hal yang buruk. Setelah debutnya di 2019, A Plague Tale: Innocence menyajikan gameplay stealth yang intens, dengan latar belakang Inkuisisi dan wabah Pes yang mengancam. Pemain tidak hanya ditantang untuk memecahkan teka-teki, tetapi juga harus menghadapi serangan kerumunan tikus! Sekuelnya melanjutkan cerita dengan nuansa yang lebih gelap, tapi kejutan datang dari game ketiga ini, yang mengambil pendekatan gameplay dan narasi yang sama sekali baru.

Resonance: A Plague Tale Legacy hadir sebagai cerita aksi-petualangan yang cerah dan penuh warna, melompat-lompat antar periode waktu. Dalam demo yang ditunjukkan kepada media, kombinasi antara aksi dan teka-teki mengingatkan pada gabungan Assassin’s Creed dan Uncharted, terutama dengan pendekatan sinematik yang digunakan. Meskipun gameplay ini lebih berfokus pada aksi dibandingkan stealth — dan reaksi terhadap hal ini tentu tergantung pada preferensi masing-masing gamer — ada banyak yang bisa dinantikan dari Resonance berdasarkan apa yang sudah terlihat sejauh ini.

Bagaimana Resonance Menghubungkan Cerita di Berbagai Era

Game ketiga dalam seri A Plague Tale ini berlangsung jauh lebih awal dari permainan sebelumnya. Cerita terbagi antara dua era; di satu sisi, penyelundup bernama Sophia menjelajahi dunia 15 tahun sebelum peristiwa di dua game sebelumnya. Di sisi lain, pemain akan mengendalikan Cassandra di era Minoan. Peristiwa yang terjadi di masa lalu akan berimbas pada Sophia berabad-abad kemudian, menciptakan ketegangan yang menarik. Demo yang dipresentasikan lebih banyak berfokus pada Sophia dan teman perempuannya, Lena, saat mereka menjelajahi pulau sambil menghadapi pasukan dan menyelesaikan misteri di reruntuhan.

Inline – HLD Private Trip

Ada juga petunjuk yang menunjukkan bahwa sejarah yang lebih dalam sedang terungkap, dengan hubungan misterius antara Sophia dan Cassandra, yang belum sepenuhnya dijelaskan. Setup ini akan terasa familiar bagi siapa saja yang pernah memainkan game Assassin’s Creed sebelumnya, meskipun kemampuan kedua karakter, baik yang kuno maupun “modern”, menunjukkan bahwa akan ada lebih banyak kendali yang diberikan di kedua periode waktu. Ini jadi arah yang menarik untuk ditelusuri, apalagi Asobo Studio menyebutkan bahwa game ini akan baik-baik saja sebagai game mandiri.

Baca juga  CEO Take-Two Ungkap Kinerja Gila: Perombakan Gaya Seni Borderlands Seret 1 Tahun dan Rp 750 Miliar, Tanpa Itu, Borderlands Tak Akan Sukses!

Pertempuran Jadi Kunci di Era Resonance

Demo yang dirilis untuk media memperlihatkan perbedaan paling besar antara game ini dan yang sebelumnya, bukan hanya pergeseran waktu karakter. Sementara game Plague sebelumnya berfokus pada stealth sebagai mekanik utama, combat sekarang jadi fitur yang jauh lebih penting. Berbeda dengan mekanik stealth yang lebih halus dari petualangan Amicia dan Hugo, Sophia adalah petarung yang jauh lebih tangguh. Dengan pedang, belati, dan pengait, dia terlibat langsung dalam pertarungan melawan tentara di Pulau Minotaur. Game ini memiliki pendekatan dasar yang sudah dihaluskan dari generasi ke generasi dalam desain game, dengan perintah sederhana untuk serangan, blok, dan parry.

Pengait jadi senjata andalan, membuka lebih banyak jalur serangan dan menekankan pentingnya menutup jarak dengan musuh untuk melakukan serangan mematikan. Ledakan kekuatan mendadak atau serangan tepat sasaran menghadirkan kamera untuk menampilkan aksi brutal, lalu kembali ke ritme yang lebih normal untuk petualangan kelas sandbox. Meskipun demo tidak memberikan gambaran luas tentang seberapa kompleks atau dalamnya pertarungan ini bisa berkembang, sifat cepat dari aksi ini cocok untuk konfrontasi yang lebih dinamis dibandingkan game sebelumnya.

Inline – AWS Open Trip

Resonance Lebih Banyak Petualangan Daripada A Plague Tale

Di tengah-tengah aksi ini, ada teka-teki yang cukup sederhana namun menantang, tidak terlalu mudah tapi juga tidak membuat frustrasi. Resonance jelas mengusung nuansa sinematik, mirip dengan yang telah dicapai oleh game sebelumnya, namun dengan nada yang sangat berbeda. Ada rasa petualangan yang nyata saat pemain menjelajahi pulau, membawa Sophia melewati reruntuhan peradaban kuno dan kapal yang hampir tenggelam di teluk terdekat.

Dilengkapi grafis yang luar biasa yang tetap fokus pada karakter meskipun dengan latar yang megah, Resonance berhasil menciptakan pengalaman yang epik. Aksi cepat, setting luas yang megah, dan kuil yang dirancang dengan hidup mengingatkan pada franchise Assassin’s Creed atau Uncharted, dan itu bukanlah hal yang buruk. Meskipun sangat berbeda dari apa yang mungkin diharapkan banyak orang dari seri stealth yang biasanya lebih gelap, kekuatan desain game aksi dan nuansa sinematik pada demo Resonance memang menawarkan daya tarik tersendiri untuk melihat apa yang akan datang.

Baca juga  Update Penjualan Red Dead Redemption 2: Game Legendaris Ini Terus Pecahkan Rekor!

Resonance: A Plague Tale Legacy dijadwalkan rilis di PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Windows pada 27 Agustus 2026.

Inline – AWV Youtube

Reaksi AWverse

Kayaknya bakal seru banget kalau Resonance bisa menyajikan petualangan yang segar dan lebih dinamis. Beralih dari stealth ke action pasti bikin pengalaman bermain lebih variatif, terutama dengan grafis yang kece dan cerita yang dalam. Semoga aja Asobo Studio bisa mempertahankan esensi dari seri ini sambil menghadirkan sesuatu yang baru yang bikin kita semua penasaran!

Inline – HLD One Day Trip
Share