Baru saja, akun resmi White House di X merilis meme bertema video game yang bikin heboh. Meme ini menampilkan karakter dari Destiny 2 dengan sosok Donald Trump yang terlihat sangat berotot sambil memegang Gjallarhorn. Gambar ini dibumbui dengan latar belakang pesawat tempur dan mobil Rolls Royce, membuatnya semakin mencolok.
Tweet resmi itu menuliskan, “Eyes up, Guardians.” Dalam gambar tersebut, Trump yang mirip karakter Duke Nukem punya level kekuatan mencapai 4700—sebenarnya max level di Destiny 2 hanyalah 550, tapi siapa yang ngitung, kan? Dan yang lebih menggelitik, dia membawa teman berupa B2 Bomber yang seporsi harganya lebih dari $2 miliar; ini adalah pesawat yang baru-baru ini dikerahkan dalam serangan Amerika Serikat ke Iran.
Eyes Up, Guardians 🇺🇸 June 25, 2026
Selama bertahun-tahun, White House dan berbagai departemennya memang rajin mengeluarkan propaganda bertema video game yang dihasilkan AI. Misalnya, hari ini Departemen Keamanan Dalam Negeri mengadaptasi cover art dari The Legend of Zelda: Wind Waker untuk merayakan Coast Guard. Sekretaris Brooke Rollins juga sempat mengacu pada GTA 6 dalam video baru-baru ini. Belum lagi contoh lain dari Departemen Tenaga Kerja dan Bea Cukai Amerika Serikat yang juga ikut-ikutan nanggung gimmick GTA 6. Dan itu baru dari tujuh hari terakhir!
Seperti yang dilaporkan Andy Chalk di bulan Maret, White House juga pernah mengeluarkan banyak propaganda bertema video game untuk mempromosikan serangan terhadap Iran.
Meski tidak ada yang halus atau menunjukkan kebijaksanaan yang nyata, meme terbaru dari White House ini diunggulkan di saat yang sangat tidak tepat: Bungie, studio yang berbasis di Washington, baru saja mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang besar-besaran. Eksekutif Sony, Hermen Hulst, mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja ini akan mempengaruhi banyak pegawai, termasuk sebagian besar tim Destiny dan beberapa anggota tim Marathon. Dalam konteks ini, tampaknya presiden Amerika Serikat malah meledek ratusan pengembang yang kini kehilangan pekerjaan.
Atau bisa jadi meme White House ini sudah dibuat sebelum pemutusan hubungan kerja diumumkan—sementara Destiny 2 kini sedang mengalami kebangkitan yang agak pahit. Meskipun begitu, ini hanya membuat situasi terlihat sedikit kurang ceroboh. Sulit untuk menentukan siapa yang sesungguhnya menjadi sasaran dari meme ini, kecuali mungkin orang-orang yang mau membayar Elon Musk setidaknya $3 per bulan hanya untuk mendapatkan centang biru yang tidak ada artinya di samping nama mereka.
Baik itu memang sudah direncanakan atau tidak, ini hanyalah contoh lain dari ketidakpahaman pemerintah Amerika Serikat yang terjerumus dalam parodi yang menjijikkan. Para pengembang sendiri pastinya merespons dengan cara yang jauh lebih elegan terhadap pemberhentian “talenta generasi” ini.
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau meme-meme kayak gini bisa lebih ngebahas soal isu-isu yang lebih terasa realitasnya oleh para gamer. Tapi ya, mudah-mudahan sih, studio-game seperti Bungie ke depan bisa bangkit lagi tanpa harus mengorbankan tim yang sangat berbakat ini. Semoga aja, mereka bisa nyari cara buat tetap berinovasi meski dalam keadaan yang sulit!




