Home Series House of the Dragon: 3 Perubahan Besar dari Buku di Musim 3, Episode 1 yang Paling Penting dan Berdampak!
Series

House of the Dragon: 3 Perubahan Besar dari Buku di Musim 3, Episode 1 yang Paling Penting dan Berdampak!

Share
House of the Dragon: 3 Perubahan Besar dari Buku di Musim 3, Episode 1 yang Paling Penting dan Berdampak!
Share

Musim ketiga dari House of the Dragon sudah hadir dan, seperti yang sudah diprediksi, membawa banyak perubahan dari bukunya dalam episode pembuka yang bertajuk “Salt and Sea, Fire and Blood.” Pembukaan musim ini dilakukan dengan keren, menampilkan sekitar 25 menit pertarungan epik, yaitu Pertempuran Gullet, yang melibatkan armada Velaryon melawan Triarchy, ditambah beberapa naga yang bikin suasana makin mendebarkan. Meskipun banyak yang diambil dari materi asli, karena perubahan yang sudah terjadi sebelumnya, dan juga banyaknya inovasi, cerita kali ini cukup berbeda di beberapa poin penting. Nah, untuk kalian yang belum menonton, SPOILER di depan, baik untuk episode pembuka ini maupun untuk peristiwa mendatang yang diambil dari buku Fire & Blood karya George R.R. Martin.

Banyak perubahan kecil terjadi sebelum kita sampai ke Pertempuran Gullet. Hampir semua yang melibatkan Raja Aegon II Targaryen di tahap ini adalah hasil kreasi baru, karena di buku, dia menghilang setelah meninggalkan King’s Landing dan baru muncul di tempat lain. Ciuman antara Aemond Targaryen dan Alicent Hightower ternyata terlalu kontroversial untuk bahkan dicatat oleh Mushroom. Tetapi, pergeseran ini tidak terlalu jauh dari dinamika kekuasaan yang sudah ada. Beberapa perubahan lainnya, bagaimanapun, memiliki dampak yang jauh lebih besar, bisa jadi dalam timeline parallel bakal bikin efek kupu-kupu yang layak diulas dalam beberapa blog.

3) Tyland Lannister Mati di Pertempuran Gullet

Episode ini menjadi hari buruk bagi House Lannister. Lord Jason dibunuh oleh Winter Wolves, dengan kepalanya dibawa Roddy the Ruin kepada Daemon Targaryen (perubahan dari buku: Jason mati di Pertempuran Red Fork, dan tidak ada Wolves terlibat di sana). Yang lebih mencolok lagi adalah kematian Tyland, yang dikhianati dan dibuang ke laut oleh Sharako Lohar. Meskipun secara teknis dia masih bisa hidup, rasanya kemungkinan itu sangat kecil.

Inline – AWS Open Trip
Baca juga  Ulasan 'Maul – Shadow Lord': Petualangan Gelap yang Wajib Ditonton!

Di buku, Tyland tidak terlibat dalam Pertempuran Gullet dan justru tetap berada di King’s Landing. Tidak selamanya menjadi hal baik, karena saat Rhaenyra merebut kota, dia buta dan dikebiri. Meski begitu, dia masih bisa selamat. Ketika Aegon II merebut kembali kota, Tyland bebas dan mulai memberi nasihat, termasuk mendorongnya untuk membunuh pewaris Rhaenyra, Aegon yang Muda. Nah, meskipun ini adalah kematian yang penting untuk apa yang akan datang setelah House of the Dragon, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada alur cerita utama, mungkin itu sebabnya mereka memutuskan untuk membawanya sebagai perubahan.

2) Aegon dan Viserys Tidak Ada di Pertempuran

Dalam buku, pra-pertarungan jauh berbeda karena melibatkan dua anak lelaki termuda Rhaenyra, Aegon dan Viserys. Mereka berlayar ke Pentos ketika kapal yang membawa mereka bertemu kapal perang Triarchy: Viserys tertangkap, tetapi Aegon berhasil melarikan diri dengan naga mudanya, Stormcloud, kembali ke Dragonstone. Setelah itu, Jacaerys (yang tidak mengurung ibunya) terbang ke medan perang, ditemani bukan oleh Baela di Moondancer tetapi oleh Hugh Hammer di Vermithor.

Aegon di buku berusia sekitar sembilan tahun saat peristiwa itu terjadi, tetapi di acara ini, dia lima tahun lebih muda (dan Viserys lebih muda lagi), dan naganya belum cukup besar untuk ditunggangi, yang membuat keputusan ini diambil oleh Ryan Condal dan tim. Ini memiliki dampak langsung: tidak masuk akal jika Aegon dapat terbang menjauh dari pertempuran, terutama dengan aktor yang masih muda.

Inline – AWV Youtube

1) Rhaena Menggantikan Nettles dan Kehilangan Kontrol atas Sheepstealer

Rhaena Targaryen mengklaim Sheepstealer bukan hal mengejutkan karena sudah disiapkan di musim kedua, namun ini adalah perubahan yang membawa konsekuensi lebih jauh. Di buku, ada gadis bastard muda bernama Nettles yang mengklaim naga liar tersebut dengan memberi makan domba setiap pagi. Dia hadir di Pertempuran Gullet, tetapi tidak ada catatan tentang ketidakmampuannya untuk mengendalikan Sheepstealer, dan naga tersebut tidak menyerang naga lainnya.

Baca juga  Interior Hati yang Menghancurkan: Bintang Grey's Anatomy Season 22 Ungkap Kisah Cinta Penuh Drama!

Keputusan ini akan berdampak besar. Akibat dari kematian Jacaerys Velaryon tetap sama, tetapi sekarang ada orang lain yang harus disalahkan, tidak hanya Triarchy. Rhaenyra pasti ingin menemukan pengendara di Sheepstealer, dan ketika dia tahu itu adalah putri Daemon, akan memicu lebih banyak drama keluarga. Ini juga berlaku untuk Baela, mengingat kakaknya kini jadi bagian dari tanggung jawab untuk kematian tunangan Baela.

Opini Kita

Kayaknya bakal menarik banget melihat bagaimana semua perubahan ini mempengaruhi alur cerita ke depannya! Dengan keputusan besar kayak gini, apa lagi yang bisa diharapkan dari House of the Dragon? Semoga studio tidak mengulangi kesalahan yang sama dan mengolah kisahnya menjadi sesuatu yang lebih mengejutkan. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis berikutnya!

Inline – HLD One Day Trip

Episode baru dari House of the Dragon Season 3 tayang setiap hari Minggu jam 9 malam ET di HBO dan HBO Max.

Inline – HLD Private Trip
Share