Home Game Pertarungan di Stranger Than Heaven Ternyata Lebih Menantang dari Neraka, dan Itu Sebuah Kabar Baik!
Game

Pertarungan di Stranger Than Heaven Ternyata Lebih Menantang dari Neraka, dan Itu Sebuah Kabar Baik!

Share
Pertarungan di Stranger Than Heaven Ternyata Lebih Menantang dari Neraka, dan Itu Sebuah Kabar Baik!
Share

Siapa yang tidak kenal dengan franchise Yakuza atau yang kini dikenal sebagai Like a Dragon? Sejak debutnya, seri ini telah menjadi salah satu favorit bagi banyak gamer di Indonesia. Terutama dengan semua petualangan seru dan pertempuran epiknya, setiap rilis pasti dinanti. Baru-baru ini, ada kabar menarik dari prekuel terbaru yang berjudul *Stranger Than Heaven*, yang sepertinya akan membawa inovasi segar pada mekanisme pertarungan yang sudah dikenal. Dan percayalah, perubahan ini bikin excited banget!

Di acara *BiliBili Game First Look* yang berlangsung di Shanghai, penonton berkesempatan untuk menjajal demo pertarungan dari *Stranger Than Heaven*. Meskipun demo ini adalah sesi yang sama yang dimainkan oleh rekan penulis lain, sensasi yang dirasakan saat mencoba langsung pertarungan berbasis brawling ini bikin jantung berdebar. Pada awalnya, menguasai gaya bertarung baru ini terasa sulit sekali. Namun, setelah berusaha selama 30 menit, rasa percaya diri mulai muncul. Ternyata, inilah yang dibutuhkan oleh formula pertarungan *Like a Dragon* selama ini!

Jadi, untuk memperjelas, penulis tidak bilang kalau RGG Studio harus membuang sistem pertarungan berbasis turn-based yang diperkenalkan di *Yakuza: Like a Dragon* dan dikembangkan lagi di *Like a Dragon: Infinite Wealth*. Sistem RPG ini masih terasa fresh bagi penulis, apalagi dengan berbagai gerakan spesial yang konyol dan dinamika tim yang strategis di setiap pertarungan. Yang dimaksud di sini adalah sistem pertarungan klasik yang belakangan ini terkesan lebih banyak ada di spin-off. Faktanya, meskipun beberapa gadget keren ditambahkan di *Like a Dragon Gaiden* atau *Pirate Yakuza*, mekanika bertarung gaya lama masih terasa sama. Meskipun masih menyenangkan, rasanya sudah terlalu familiar.

Inline – HLD One Day Trip

Dengan *Stranger Than Heaven*, sistem bertarungnya yang benar-benar dirombak rasanya seperti tamparan keras yang dibutuhkan oleh pertarungan yang semakin menua di *Like a Dragon*. Lupakan minuman energi dalam game untuk meningkatkan heat gauge! Di sini, kamu harus lebih cerdas dan waspada. Menggunakan keempat tombol bahu pada controller untuk mengontrol tangan kiri dan kanannya memang butuh waktu untuk beradaptasi. Namun, ketika semua itu mulai terasa nyaman, sensasi saat mengalahkan musuh menjadi sangat memuaskan. Pendek kata, setiap kekalahan terasa lebih bermakna ketimbang hanya sekadar menekan tombol semata.

Baca juga  Jason Statham Beraksi Gigi Padu Demi Bertahan Hidup di Atas Kapal Kargo dalam Thriller Aksi Terbaru!

Meski kurva pembelajarannya terbilang curam, sistem pertarungan ini adalah yang paling realistis yang pernah dirancang oleh RGG Studio. Ketika pemain menghadapi sekelompok penyerang, kamu bisa tetap mengendalikan tangan kiri untuk memberikan serangan balasan sambil mempertahankan senjata di tangan kanan. Seperti bermain dalam pertarungan nyata, kamu benar-benar merasakan ketegangan dan sulitnya bertahan.

Namun, bukan berarti tidak ada masalah. Penulis merasakan kadang fitur lock-on menjadi kurang tepat dan membuatmu terpeleset ke arah yang salah. Belum lagi serangan dengan senjata berat yang terasa agak lambat. Tapi, melihat itu semua, masih banyak waktu bagi RGG Studio untuk memperbaikinya sebelum rilis di awal tahun depan.

Inline – HLD Private Trip

Secara keseluruhan, kesan terhadap sistem pertarungan yang lebih menantang ini positif banget! Perubahan dramatis yang ada memberikan harapan bahwa bukan hanya mekanisme pertarungan yang akan disegarkan. Ini bisa jadi kesempatan bagi RGG Studio untuk melakukan reset pada berbagai aspek dalam cerita, mulai dari desain misi sampai interaksi di dunia game, yang jadi ciri khas dari *Like a Dragon*. Contohnya, fitur rekaman audio yang memungkinkan Makoto untuk merekam suara di sekitarnya dan mengubahnya menjadi komposisi musik terdengar sangat menarik, dan pasti akan lebih mendalam dibandingkan mini-game karaoke yang kita temui sebelumnya.

Menariknya lagi, latar cerita yang berlangsung dari tahun 1915 hingga 1965 tentu memberikan tantangan tersendiri. Misalnya, jenis aktivitas sampingan yang mungkin hadir. Mungkin kita bisa melihat mini-game gulat tangan atau pachinko old school? Mengingat pergeseran waktu, kegiatan sampingan pun bisa berkembang. Apalagi saat mencapai tahun 1965 di Shinjuku, pasti ada ruang untuk mencoba versi virtual dari permainan yang didesain oleh Sega saat itu.

Baca juga  Absolute Batman Siap Debut di Video Game! Catwoman Ikut Meramaikan Aksinya!

Satu hal yang bikin penasaran, kenapa ada sosok Tupac di *Stranger Than Heaven*? Di tengah semangat pertarungan dan cerita yang menggugah, kehadiran Tupac rasanya agak aneh. Meskipun Snoop Dogg sudah jadi ‘bintang tamu’ di banyak permainan, Tupac seperti muncul tanpa kejelasan. Mungkin ini jadi pembenaran untuk terlibatkan ‘zombie digital’, tapi bagi penulis rasanya bikin aneh juga. Meski begitu, semua ini tidak akan menghalangi penulis untuk melompat ke dalam dunia *Stranger Than Heaven* yang dijadwalkan rilis Januari 2027.

Inline – AWS Open Trip

Reaksi AWverse

Kayaknya bakal seru banget kalau *Stranger Than Heaven* sukses bawa angin segar untuk franchise ini! Dengan semua inovasi dan tantangan baru yang ditawarkan, semoga studi RGG tidak hanya fokus pada pertarungan, tapi juga menyentuh semua aspek cerita sehingga pengalaman permainan semakin mendalam. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

Inline – AWV Youtube
Share